2.5 Keberanian dan Keperwiraannya
2.5 His Bravery And Valor
Keberanian Muhammad ﷺ yang konsisten dan tak tertandingi menunjukkan bahwa beliau tidak hanya jujur, tetapi yakin akan kejujurannya, dan hal ini menjadi penegasan lain atas kenabiannya.
The consistent and matchless bravery of Muhammad صلى الله عليه وسلم indicated that he was not only truthful, but certain of his truthfulness, which serves as yet another endorsement of his prophethood.
Nabi ﷺ tidak pernah lari dari medan perang. Sebaliknya, beliau terkadang berperang dengan gagah berani di garis depan. Sangat dapat dimengerti jika Nabi ﷺ berlindung di belakang pasukan, karena wafat beliau yang dini berarti berakhirnya risalah.
The Prophet صلى الله عليه وسلم never fled in battle. Rather, he at times fought fearlessly on the front lines. It would have been perfectly understandable for the Prophet صلى الله عليه وسلم to shield himself behind the army, for his early death would have meant the end of the message.
Namun, ‘Alī ibn Abī Ṭālib, pahlawan yang termasyhur, pernah berkata, "Aku sendiri menyaksikan pada Hari Badar bagaimana kami biasa berlindung di dekat Nabi ﷺ, dan beliau adalah orang yang paling dekat dengan musuh di antara kami, dan beliau adalah prajurit yang paling gagah berani pada hari itu."