4.3 Salat (Shalat)
4.3 The Salah ( Ritual Prayer)
Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah: apabila kesusahan menimpanya, ia berkeluh kesah, dan apabila kebaikan menimpanya, ia sangat kikir, kecuali orang-orang yang melaksanakan salat, yaitu mereka yang tetap mengerjakan salatnya.182
Indeed, mankind was created anxious: frantic when harm touches him and withholding when good touches him – except those who pray, those who consistently devote themselves to the prayer.182
Ṣalāh adalah rukun Islam yang kedua setelah syahadat.
Ṣalāh is the second pillar of Islam after the testimony of faith.
Secara bahasa, ṣalāh berarti hubungan (ṣilah), dan ia merupakan kesempatan bagi manusia untuk melepaskan diri dari hiruk-pikuk kehidupan dunia guna memperkuat hubungannya dengan Penciptanya, menyirami pohon iman, dan melembapkan hati yang jika tidak, akan mengering dan retak di padang gurun pengejaran kenikmatan duniawi. Bagi jiwa, ṣalāh berfungsi seperti berteduh di bawah pohon di tengah kerja keras pada hari yang panas. Ia adalah kesempatan untuk menghidupkan kembali spiritualitas kita, sebuah pengingat akan asal kita, Pencipta kita, dan alasan keberadaan kita. Jika dilaksanakan dengan benar dan penuh ketulusan, ia dapat menjadi penghalang terbesar dari kemungkaran dan kezaliman.183 Manusia sejak awal telah mempraktikkan ritual, dan dalam pengertian itu, ritual salat merupakan tindakan penegasan utama dalam kehidupan manusia.