5.18 Asmā’ Mengirim Pulang Seorang Tiran
5.18 Asmā’ Sends A Tyrant Home
Karena menentang kezaliman al-Ḥajjāj ibn Yūsuf, ‘Abdullāh ibn al-Zubayr disalib di depan Baitullah di Mekkah, dan jasadnya dibuang ke pemakaman orang-orang Yahudi.
For confronting the tyranny of al-Ḥajjāj ibn Yūsuf, ‘Abdullāh ibn al-Zubayr was crucified in front of the Sacred House in Mecca, and his body was thrown into the graveyard of the Jews.
Kemudian al-Ḥajjāj pergi ke rumah ibunya, ‘Asmā’ binti Abī Bakr, saudara ipar Nabi ﷺ. Ia berkata kepadanya, “Bagaimana pendapatmu tentang apa yang baru saja kulakukan terhadap musuh Allah?” yang dimaksud adalah putranya, ‘Abdullāh ibn al-Zubayr. Meskipun al-Ḥajjāj berusaha menanamkan ketakutan di hatinya, agar seorang perempuan dengan kedudukannya tidak menginspirasi lebih banyak pemberontakan, perempuan ini diteguhkan oleh sebuah nubuat yang ia dengar langsung dari lisan Nabi ﷺ. Jawabannya adalah, “Menurutku engkau telah menghancurkan kehidupan duniawinya dengan menghancurkan akhiratmu sendiri… Rasulullah ﷺ benar-benar telah memberitahu kami bahwa akan muncul dari Thaqīf seorang pendusta dan seorang pembunuh. Pendusta itu telah kami saksikan, dan adapun pembunuh itu, aku tidak ragu bahwa engkaulah orangnya.” Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, al-Ḥajjāj bangkit dan keluar dengan rasa malu.305 Para ahli hadis sepakat bahwa pendusta dari Thaqīf itu adalah al-Mukhtār ibn Abī ‘Ubayd, yang mengaku sebagai nabi.
Then al-Ḥajjāj marched to his mother’s house, ‘Asmā’ bint Abī Bakr , the Prophet’s صلى الله عليه وسلم sister-in-law. He said to her, “What do you think of what I have just done to the enemy of Allah?” referring to her son, ‘Abdullāh ibn al-Zubayr. Though al-Ḥajjāj was trying to strike fear in her heart, lest a person of her position inspire more rebellion, this was a woman strengthened by a prophecy she had heard directly from the Prophet’s صلى الله عليه وسلم lips. Her response was, “I think you have destroyed his worldly life by destroying your own afterlife… The Messenger of Allah صلى الله عليه وسلم has certainly told us that emerging from Thaqīf would be a liar and a murderer. The liar we have seen, and as far as the murderer is concerned, I have no doubt that you are him.” Without saying a single word, al-Ḥajjāj rose and exited in disgrace.305 Hadith commentators agree that the liar from Thaqīf was al-Mukhtār ibn Abī ‘Ubayd, who claimed prophethood.
305 Muslim, Ṣaḥīḥ Muslim, 4:1971 #2545.
305 Muslim, Ṣaḥīḥ Muslim, 4:1971 #2545.