3.4 Merevolusi Hak Asasi Manusia
3.4 Revolutionizing Human Rights
Setelah memperbaiki hubungan mereka dengan Pencipta mereka, memperbaiki hubungan antarmanusia adalah langkah yang wajar berikutnya. Pencapaian Nabi terakhir ﷺ ini bukan sekadar menganjurkan kebajikan seperti kelembutan, empati, dan kerendahan hati dalam pergaulan antarmanusia, tetapi juga mencakup pembentukan sistem yang praktis agar nilai-nilai abstrak tersebut benar-benar terwujud dalam kehidupan nyata. Beliau ﷺ bergaul dengan semua orang, meskipun berbeda-beda, dan menghapus prasangka mereka. Beliau ﷺ terkenal bersabda dalam Khutbah Wada'nya: "Wahai manusia, Tuhan kalian itu satu dan bapak kalian, Adam, itu satu."
After rectifying their relationship with their Maker, mending people’s relationships with one another was the natural next step. This accomplishment of the Final Prophet صلى الله عليه وسلم was not merely one of advocating for virtues such as kindness, empathy, and humility in people’s interpersonal exchanges, but one that also involved establishing a pragmatic system to ensure that these abstract concepts would unfold on the ground. He صلى الله عليه وسلم fraternized with all people, despite their differences, and purged their prejudices. He صلى الله عليه وسلم famously said in his Farewell Sermon, O people, your Lord is One and your father Adam is one.