2.7 Kesabaran dan Tawakal Kepada Tuhan
2.7 His Perseverance And Trust In God
Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم menunjukkan keteguhan dan keistiqamahan yang luar biasa sepanjang hidupnya. Renungkanlah seorang laki-laki yang tidak pernah mengenal ayahnya, kehilangan ibunya sejak usia muda, lalu kehilangan kakeknya, kemudian kehilangan pamannya dan istrinya pada waktu yang hampir bersamaan. Renungkanlah seorang laki-laki yang hidup hingga menyaksikan lima dari enam anaknya meninggal dunia, dan yang diperlakukan sebagai pengacau dan buronan setelah puluhan tahun membangun reputasi yang tanpa cela di tengah kaumnya. Renungkanlah seorang laki-laki yang mengalami penganiayaan fisik hingga pingsan, dikucilkan dan dibiarkan kelaparan bertahun-tahun oleh kaumnya sendiri, serta menghadapi berbagai kampanye pencemaran nama baik yang tak terhitung jumlahnya. Renungkanlah seorang laki-laki yang terusir dari rumahnya, terpaksa berhijrah ke Madinah untuk mencari perlindungan, hanya untuk mendapati orang-orang munafik di sana yang menanti setiap kesempatan untuk mengkhianatinya. Renungkanlah seorang laki-laki yang menyaksikan percobaan pembunuhan terhadap dirinya terjadi berulang kali, juga pembunuhan dan pemotongan anggota tubuh terhadap kerabat dan para Sahabatnya, lalu fitnah keji terhadap istri tercintanya ‘Āisyah رضي الله عنها, putri dari sahabat setianya yang paling setia. Namun, dengan semua itu, beliau صلى الله عليه وسلم tetap bertahan dengan penuh harapan dan tetap teguh dalam akhlak yang tiada tandingannya. Nabi صلى الله عليه وسلم bangkit dari jurang kenegatifan itu, dan bukan hanya bertahan hidup, tetapi menjadi mata air rahmat dan kasih sayang bagi manusia, hewan, dan tumbuhan sekaligus.