5.23 Kebakaran Hutan yang Mengerikan
5.23 A Horrific Wildfire
Abū Hurayrah meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ bersabda, "Kiamat tidak akan terjadi hingga api muncul dari negeri Ḥijāz (Arab bagian tengah) yang menyinari leher-leher unta di Bosra (Suriah)."316 Sebagaimana dikonfirmasi oleh para ulama seperti Ibn Ḥajar, Ibn Kathīr, dan al-Nawawī, api besar ini meletus di kota Madinah pada hari Jumat, 5 Jumādah Thāni 654 H, dan berlangsung selama satu bulan penuh. Sejarawan besar, Abū Shāmah, menyaksikannya secara langsung dan mendokumentasikan banyak detailnya, termasuk terlihatnya api itu dari jarak ratusan mil, dan bagaimana penduduk Madinah berlindung di Masjid Nabi ﷺ serta secara bersama-sama bertobat dari kemaksiatan yang mereka lakukan. Catatan sejarah tampaknya menunjukkan bahwa peristiwa ini merupakan letusan gunung berapi, dan ladang lava di sekitar Madinah masih dapat diamati hingga hari ini.
Abū Hurayrah narrates that the Prophet Muhammad صلى الله عليه وسلم said, “The Hour will not take place until a fire emerges from the lands of Ḥijāz (central Arabia) that illuminates the necks of camels in Bosra (Syria).”316 As scholars such as Ibn Ḥajar, Ibn Kathīr, and al-Nawawī all confirm, this enormous fire erupted in the city of Madinah on Friday, 5th of Jumādah Thāni, 654H, and lasted for an entire month. The great historian, Abū Shāmah, experienced it firsthand and documented much of its details, including its visibility from hundreds of miles away, and how the Madinans sought refuge in the Prophet’s Mosque and collectively repented from the vices they had been engaging in. Historical records seem to indicate that this was a volcanic eruption, and the lava fields around Madinah remain observable today.
Abū Hurayrah meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ bersabda, "Kiamat tidak akan terjadi hingga api muncul dari negeri Ḥijāz (Arab bagian tengah) yang menyinari leher-leher unta di Bosra (Suriah)."316 Sebagaimana dikonfirmasi oleh para ulama seperti Ibn Ḥajar, Ibn Kathīr, dan al-Nawawī, api besar ini meletus di kota Madinah pada hari Jumat, 5 Jumādah Thāni 654 H, dan berlangsung selama satu bulan penuh. Sejarawan besar, Abū Shāmah, menyaksikannya secara langsung dan mendokumentasikan banyak detailnya, termasuk terlihatnya api itu dari jarak ratusan mil, dan bagaimana penduduk Madinah berlindung di Masjid Nabi ﷺ serta secara bersama-sama bertobat dari kemaksiatan yang mereka lakukan. Catatan sejarah tampaknya menunjukkan bahwa peristiwa ini merupakan letusan gunung berapi, dan ladang lava di sekitar Madinah masih dapat diamati hingga hari ini.
Abū Hurayrah narrates that the Prophet Muhammad صلى الله عليه وسلم said, “The Hour will not take place until a fire emerges from the lands of Ḥijāz (central Arabia) that illuminates the necks of camels in Bosra (Syria).”316 As scholars such as Ibn Ḥajar, Ibn Kathīr, and al-Nawawī all confirm, this enormous fire erupted in the city of Madinah on Friday, 5th of Jumādah Thāni, 654H, and lasted for an entire month. The great historian, Abū Shāmah, experienced it firsthand and documented much of its details, including its visibility from hundreds of miles away, and how the Madinans sought refuge in the Prophet’s Mosque and collectively repented from the vices they had been engaging in. Historical records seem to indicate that this was a volcanic eruption, and the lava fields around Madinah remain observable today.