5.29 Muslim Menjadi Mangsa Empuk
5.29 Muslims Becoming Easy Prey
Nabi ﷺ juga telah memberitahukan bahwa hawa nafsu duniawi tidak hanya akan menjangkiti umatnya, tetapi juga akan menjadi penyebab kehancuran dan kebinasaan mereka. Tsauban meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda, “Bangsa-bangsa akan segera saling mengundang untuk melahap kalian, sebagaimana para tamu diundang menuju hidangan.” Lalu ada yang bertanya, “Apakah itu karena jumlah kami yang sedikit pada waktu itu?” Beliau menjawab, “Tidak, bahkan kalian pada waktu itu berjumlah banyak, tetapi kalian seperti buih yang tidak berbobot, seperti buih di atas sungai. Dan Allah akan mencabut rasa takut terhadap kalian dari hati musuh-musuh kalian, dan Allah akan menanamkan kelemahan ke dalam hati kalian.” Seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kelemahan itu?” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.”333 Sungguh menakjubkan bahwa satu abad yang lalu, Raja Leopold dari Belgia dengan sangat terkenal menyebut ambisi kolonialnya sebagai “kue Afrika yang megah ini,” yang dipotong-potong sesuka hati oleh kekuatan-kekuatan Eropa selama Konferensi Berlin tahun 1884. Seseorang dengan mudah dapat menemukan banyak kartun politik pada masa itu yang menggambarkan konferensi ini dengan istilah makanan, hampir persis seperti yang disebutkan dalam hadits di atas.
The Prophet صلى الله عليه وسلم also prophesied that carnal pursuits would not only infect his nation but would be the cause of their downfall and devastation. Thawbān reports that the Prophet صلى الله عليه وسلم said, “The nations will soon invite one another to devour you, just as diners are invited to a dish.” It was said, “Will it be because of our small number on that day?” He said, “No, rather you will be many on that day, but you will be weightless foam, like the foam on the river. And Allah will remove the fear of you from the hearts of your enemies and will cast weakness into your hearts.” Someone said, “O Messenger of Allah, what will this weakness be?” He said, “The love of this world, and the hatred of death.”333 It is incredible how one century ago, King Leopold of Belgium very famously referred to his colonial ambitions as “this magnificent African cake,” which the European powers carved at will during the Berlin Conference of 1884. A person can easily find the many political cartoons of that day conceptualizing this conference in food terms, almost exactly like the hadith above had stated.
