5.10 Lengan Terpanjang
5.10 The Longest Arm
Dari ‘Āisyah juga diriwayatkan bahwa ketika Nabi Muhammad ﷺ ditanya, “Di antara istri-istrimu, siapakah yang akan lebih dahulu berkumpul kembali denganmu [di akhirat]?” beliau ﷺ menjawab, “Yang paling cepat menyusulku di antara kalian adalah yang paling panjang tangannya di antara kalian.” Karena sabda itu, ‘Āisyah melaporkan bahwa para istri beliau biasa menduga-duga, bahkan mengukur tangan mereka pada dinding, siapa di antara mereka yang tangannya paling panjang. Sawdah binti Zam‘ah adalah yang paling tinggi di antara mereka, tetapi ketika Zaynab binti Jahsy wafat lebih dahulu, mereka menyadari bahwa “paling panjang tangannya” maksudnya adalah paling banyak bersedekah. ‘Āisyah berkata, “Zaynab adalah yang paling panjang tangannya di antara kami, karena ia bekerja dengan tangannya sendiri dan menyedekahkan hasil usahanya.”289
‘Āishah also narrates that when the Prophet Muhammad صلى الله عليه وسلم was presented with the question, “Which of your wives will be reunited with you first [in the hereafter]?” he صلى الله عليه وسلم responded, “The fastest of you in catching up with me will be the one with the longest arm among you.” Due to that statement, ‘Āishah reports that his wives used to speculate, and even measure against the wall, which wife had the longest arm. Sawadah bint Zam‘ah was the tallest of them, but when Zaynab bint Jaḥsh died first, they realized “longest arm” meant most charitable. ‘Āishah says, “Zaynab had the longest arm among us, because she used to work with her hands and donate from her earnings.”289
289 al-Bukhārī, Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, 2:110 #1420; Muslim, Ṣaḥīḥ Muslim, 4:1907 #2452.
289 al-Bukhārī, Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, 2:110 #1420; Muslim, Ṣaḥīḥ Muslim, 4:1907 #2452.