5.27 Peningkatan Kebrutalan dan Pembunuhan
5.27 An Increase In Brutality And Killing
Ketika keserakahan membuat orang memandang harta orang lain boleh dilanggar, memandang nyawa mereka dengan cara yang sama hanyalah langkah berikutnya. Maka Nabi ﷺ bersabda, "Waspadalah terhadap kezaliman, karena kezaliman akan menjadi kegelapan-kegelapan pada Hari Kiamat. Dan waspadalah terhadap keserakahan, karena keserakahan itulah yang membinasakan orang-orang sebelum kalian; ia mendorong mereka untuk saling menumpahkan darah dan saling melanggar kehormatan." 324 Abad yang lalu telah menyaksikan kekejaman dalam peperangan modern, siklus genosida, kepolisian yang represif, dan kekerasan tanpa alasan yang meluas, yang tidak tertandingi di mana pun dalam sejarah manusia dan semuanya dapat ditelusuri kepada kepentingan pribadi yang egois. Hanya Allah yang mengetahui apakah ini merupakan perwujudan nubuat tersebut, ataukah hanya pendahulu bagi zaman kekerasan tanpa alasan yang lebih buruk lagi, yang juga telah diberitakan oleh Nabi ﷺ.
When greed causes people to see other people’s wealth as violable, seeing their lives that way is simply the next step. Thus, the Prophet صلى الله عليه وسلم said, “Beware of oppression, for oppression will result in darknesses on the Day of Judgment. And beware of greed, for greed is what destroyed those before you; it drove them to spill each other’s blood and violate each other’s sanctity.” 324 The past century has seen atrocities in modern warfare, cycles of genocide, abusive policing, and senseless violence at large, that are incomparable anywhere in human history and all traceable to selfish interests. Only Allah knows whether this is that prophecy manifesting, or simply a precursor to eras of even worse senseless violence which the Prophet صلى الله عليه وسلم also foretold.
Abū Hurayrah meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, dunia ini tidak akan berakhir hingga datang suatu masa ketika si pembunuh tidak tahu mengapa ia membunuh, dan yang dibunuh pun tidak tahu mengapa ia dibunuh." Ditanyakan, "Bagaimana hal itu bisa terjadi?" Beliau menjawab, "Kekacauan."325 Dalam hadis lain, "Hari Kiamat tidak akan terjadi hingga ilmu dicabut, gempa bumi semakin sering terjadi, waktu terasa semakin sempit, fitnah bermunculan, dan kerusakan semakin merajalela, yaitu pembunuhan, pembunuhan yang banyak."326 Adapun berkurangnya ilmu, seseorang dapat merenungkan apa yang diketahui oleh rata-rata "orang beriman" tentang agamanya, dan kekacauan apa yang sering harus dihadapi orang di internet ketika mencari fakta-fakta dasar, akibat algoritma personalisasi yang meneguhkan setiap bias kita, menyembunyikan kebenaran yang tidak diinginkan, dan menjadikan kita sasaran kampanye pemasaran yang tertarget. Adapun menyempitnya waktu, maraknya hiburan dan budaya konsumerisme dewasa ini membuat "waktu terbang" di antara gawai dan perangkat yang dirancang untuk mengalihkan perhatian.
Abū Hurayrah narrates that the Messenger of Allah صلى الله عليه وسلم said, “By the One in whose hand is my soul, this world will not end until a day comes when the killer has no idea why he killed, nor the killed why he was killed.” It was said, “How will that be?” He said, “Chaos.”325 In another hadith, “The Hour will not commence until knowledge is removed, earthquakes become frequent, time narrows, turmoil surfaces, and anarchy increases—namely killing, lots of killing.”326 As for knowledge becoming scarce, one can ask themselves what the average “believer” knows about their religion, and what mayhem people often have to navigate on the internet when searching for basic facts, due to personalized algorithms which confirm each of our biases, bury unwelcome truths, and subject us to targeted marketing campaigns. As for the narrowing of time, today’s ubiquity of entertainment and consumerism has “time flying” between the gadgets and devices that are engineered to distract.
Adapun pembantaian, sekali lagi, abad kedua puluh adalah yang paling berdarah dalam sejarah manusia, bahkan tanpa mimpi buruk yang baru-baru ini terjadi dan masih berlangsung di Amerika Latin, Afrika neokolonial, Balkan, Timur Tengah, dan Tiongkok; Perang Dunia I saja merenggut nyawa 65 juta orang dan Perang Dunia II merenggut 72 juta orang lainnya.
As for the carnage, again, the twentieth century has been the bloodiest in human history even without the recent and ongoing nightmares in Latin America, neocolonial Africa, the Balkans, Middle East, and China; World War I alone claimed the lives of 65 million people and World War II another 72 million.
Shahih Muslim, 4:1996 #2578.
324 Muslim, Ṣaḥīḥ Muslim, 4:1996 #2578.
325 Muslim, Ṣaḥīḥ Muslim, 4:2231 #2908.
325 Muslim, Ṣaḥīḥ Muslim, 4:2231 #2908.
326 al-Bukhārī, Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, 2:33 #1036; Muslim, Ṣaḥīḥ Muslim, 4:2057 #157.
326 al-Bukhārī, Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, 2:33 #1036; Muslim, Ṣaḥīḥ Muslim, 4:2057 #157.