5. Nubuat Nabi
5. The Prophet’s Prophecies
Salah satu kesaksian terbesar dan paling meyakinkan atas kenabian Muhammad ﷺ adalah banyaknya peristiwa ketika beliau dengan tepat meramalkan kejadian-kejadian yang akan datang. Hanya seseorang yang telah diberi Allah akses ke alam gaib yang dapat, berulang kali, meramalkan masa depan dengan akurat. Bab ini akan berupaya memaparkan sebagian dari ramalan-ramalan tersebut—semuanya bersumber dari ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis yang sahih—serta bagaimana masing-masing terjadi sebagaimana yang telah beliau ﷺ sampaikan.
Some of the greatest and most convincing testimonies to the prophethood of Muhammad صلى الله عليه وسلم are the numerous occasions on which he correctly predicted future events. Only one to whom God had granted access to the realm of the unseen could have, time and again, accurately foretold the future. This chapter will seek to capture some of these predictions—all derived from Qur’anic verses and authentic hadith—and how each one of them came to pass, just as he صلى الله عليه وسلم predicted.
Al-Qāḍī ‘Iyāḍ (w. 1149) berkata, "Jenis hadis ini adalah lautan tanpa dasar dan aliran yang tak pernah berhenti. Hadis-hadis tersebut termasuk mukjizat beliau ﷺ yang tidak dapat disangkal kebenarannya, diriwayatkan kepada kita secara tawātur (mutawatir), karena banyaknya perawinya dan kesesuaian maknanya, yang semuanya menguatkan fakta bahwa beliau ﷺ mengetahui [sebagian] hal yang gaib."263
Al-Qāḍī ‘Iyāḍ (d. 1149) says, “This genre of hadith(s) are a bottomless ocean and an unending stream. They are one of his miracles which are undeniably established, transmitted to us by tawātur (abundant concurrence), due to their many narrators and the concordance of their meanings, all corroborating the fact that he صلى الله عليه وسلم was privy to [some of] the unseen.”263
Dalam bab ini, kita akan menyelami lautan ini dan menjelajahi sebagian keajaibannya.
In this chapter, we will take a dive into this ocean, exploring some of its wonders.
263 al-Qāḍī ‘Iyāḍ ibn Mūsá dan Aḥmad ibn Muḥammad Shumunnī, Al-Shifā bi- Taʻrīf Ḥuqūq al-Muṣṭafá (Amman: Dār al-Fikr, 1988), 1:335-336.
263 al-Qāḍī ‘Iyāḍ ibn Mūsá and Aḥmad ibn Muḥammad Shumunnī, Al-Shifā bi- Taʻrīf Ḥuqūq al-Muṣṭafá (Amman: Dār al-Fikr, 1988), 1:335-336.