5.22 Munculnya Tekstualisme Selektif
5.22 The Emergence of Selective Textualism
Miqdām ibn Ma‘d Karib meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Sesungguhnya aku telah diberi Al-Qur'an dan yang serupa dengannya bersamanya. Tetapi akan datang suatu masa ketika seseorang bersandar di atas dipannya dengan perut kenyang, lalu ia berkata, 'Hendaklah kalian hanya berpegang pada Al-Qur'an ini. Apa yang kalian dapati di dalamnya dihalalkan, maka halalkanlah, dan apa yang kalian dapati di dalamnya diharamkan, maka haramkanlah.' Padahal, sesungguhnya apa yang diharamkan oleh Rasulullah ﷺ itu sama seperti apa yang diharamkan oleh Allah."315 Hingga hari ini, terus muncul berbagai kelompok yang berusaha meruntuhkan legitimasi Sunnah (tradisi kenabian) agar terhindar dari penafsiran-penafsiran pasti yang diberikannya terhadap Al-Qur'an.
Miqdām ibn Ma‘d Karib reports that the Prophet صلى الله عليه وسلم said, “Indeed, I have been given the Qur’an and something similar to it along with it. But soon there will be a time when a man will be reclining on his couch with a full stomach, and he will say, ‘You should only adhere to this Qur’an. What you find it deeming permissible, consider it permissible, and what you find it deeming forbidden, consider it forbidden.’ But indeed, whatever the Messenger of Allah forbids is like what Allah forbids.”315 To this day, there continue to arise different groups of people who attempt to delegitimize the Sunnah (prophetic tradition) in order to avoid the definitive interpretations it provides of the Qur’an.
315 al-Tirmidhī, Sunan al-Tirmidhī, 4:335 #2664.
315 al-Tirmidhī, Sunan al-Tirmidhī, 4:335 #2664.