5.12 Pertikaian yang Tak Terelakkan
5.12 Inevitable Infighting
Sa‘d bin Abī Waqqāṣ meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah mengunjungi masjid Banū Mu‘āwiyah. “Beliau ﷺ masuk, melaksanakan shalat dua rakaat, yang kami shalati bersama beliau ﷺ, kemudian beliau ﷺ berdoa kepada Tuhannya dalam waktu yang lama. Setelah itu, beliau ﷺ menghadap kepada kami dan bersabda, ‘Aku telah memohon kepada Tuhanku tiga perkara; Dia mengabulkan dua dan menolak satu. Aku memohon kepada Tuhanku agar tidak membinasakan umatku dengan kelaparan yang merata, dan Dia mengabulkannya, dan aku memohon kepada-Nya agar tidak membinasakan umatku dengan tenggelam, dan Dia mengabulkannya. Dan aku memohon kepada-Nya agar Dia tidak menjadikan permusuhan mereka terjadi antara sesama mereka, tetapi Dia menolak permohonan itu dariku.’”293 Dalam riwayat lain, “Sesungguhnya Allah telah menghimpunkan bumi untukku hingga aku melihat timur dan baratnya, dan kekuasaan umatku akan mencapai apa yang telah dihimpunkan untukku darinya. Aku telah diberi dua harta simpanan; yang merah dan yang putih (emas dan perak). Aku memohon kepada Tuhanku agar Dia tidak membinasakan umatku dengan kelaparan yang merata, dan agar Dia tidak menjadikan atas mereka musuh dari luar yang memusnahkan mereka. Tuhanku berfirman, ‘Wahai Muhammad, apabila Aku telah menetapkan suatu perkara, ia tidak dapat ditolak. Aku telah memberikan kepadamu untuk umatmu bahwa Aku tidak akan membinasakan mereka dengan kelaparan yang merata, dan Aku tidak akan menjadikan atas mereka musuh dari luar yang memusnahkan mereka, meskipun orang-orang dari segala penjuru bumi berkumpul melawan mereka. Namun, mereka pada akhirnya akan saling membunuh dan saling memperbudak.’ Apabila pedang telah dihunus di kalangan umatku, ia tidak akan dicabut dari mereka sampai Hari Kiamat.’”