5.24 Kemakmuran dan Hedonisme Sebelum Akhir Zaman
5.24 Prosperity And Hedonism Before The End Times
Abū Hurayrah meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Hari Kiamat tidak akan terjadi sebelum harta melimpah ruah dan berlebihan, hingga seseorang mengeluarkan zakat hartanya dan tidak menemukan seorang pun yang mau menerimanya darinya, dan hingga tanah-tanah Jazirah Arab kembali menjadi padang rumput dan sungai-sungai."317 Dengan mengakui bahwa telah ada tanda-tanda awal dari nubuat tentang kemakmuran yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, gaya hidup masyarakat di "dunia pertama" saat ini menunjukkan bahwa mereka hidup dalam kemewahan yang lebih besar daripada 99,9% sejarah manusia yang tercatat.
Abū Hurayrah reports that the Messenger of Allah صلى الله عليه وسلم said, “The Hour will not commence before wealth becomes abundant and overflowing, to the point that a man brings out the charity due on his wealth and cannot find anyone to accept it from him, and to the point that Arabia’s lands will revert back to being meadows and rivers.”317 While acknowledging earlier manifestations of this prophecy about unprecedented affluence, current lifestyles in today’s “first world” illustrate that they live in greater luxury than 99.9% of recorded human history.
Bahkan mereka yang kesulitan secara finansial pun menikmati kursi malas di rumah yang lebih nyaman daripada singgasana raja-raja zaman dahulu, serta pengatur suhu ruangan yang terpasang di dinding, dan akses ke moda transportasi yang telah mengubah perjalanan berbulan-bulan yang menyiksa menjadi beberapa jam yang menyenangkan. Mungkin yang lebih menarik lagi adalah ketika Nabi ﷺ menyebutkan transformasi pertanian di Jazirah Arab dalam konteks yang sama dengan melimpahnya harta. Empat belas abad yang lalu, metode irigasi yang luas, yang baru-baru ini ditemukan melalui teknologi modern, tidaklah terbayangkan. Kita adalah generasi pertama yang diberi keistimewaan untuk menyaksikan fenomena geologis ini.
Even those financially struggling enjoy recliners at home that are cozier than any ancient king’s royal throne, and climate controls on their walls, and access to modes of transport that have turned an excruciating month-long journey into a few entertaining hours. Perhaps even more intriguing is the Prophet صلى الله عليه وسلم mentioning the agricultural transformation of Arabia in the same context as the surplus of wealth. Fourteen centuries ago, the extensive irrigation methods recently invented through modern technology were inconceivable. We are the very first generations privileged to witness this geological phenomenon.
318 Selain itu, mukjizat yang berkaitan di sini adalah pengetahuan Nabi ﷺ bahwa Jazirah Arab pernah memiliki padang rumput dan sungai-sungai.
318 Furthermore, a related miracle here is the Prophet’s صلى الله عليه وسلم awareness that Arabia once contained meadows and rivers.
Lumpur membatu di "Rub' al-Khali" (Empty Quarter) Arab dipenuhi gigi kuda nil, tulang kerbau, dan cangkang kerang yang telah menjadi fosil ribuan tahun silam.319
The petrified mud of Arabia’s “Empty Quarter” is replete with hippopotamus teeth, buffalo bones, and clam shells fossilized thousands of years ago.319
"NASA Sees Fields of Green Spring up in Saudi Arabia," Nasa.gov. Diakses 2 Februari 2021.
318 “NASA Sees Fields of Green Spring up in Saudi Arabia,” Nasa.gov. Accessed February 2nd, 2021.
319 Arthur Clark dan Michael Grimsdale, “Lakes of the Rub’ al-Khali,” Saudi Aramco World 40, no. 3 (Mei/Juni 1989).
319 Arthur Clark and Michael Grimsdale, “Lakes of the Rub’ al-Khali,” Saudi Aramco World 40, no. 3 (May/June 1989).