Enam Berurutan
5.5 Six In Sequence
Dalam Perang Tabuk, Nabi ﷺ berkata kepada ‘Awf ibn Mālik, “Hitunglah enam tanda sebelum Hari Kiamat: kematianku, penaklukan Yerusalem, dua wabah mematikan yang akan menewaskan kalian [dalam jumlah besar] seperti wabah pada domba [yang membinasakannya], kemudian harta akan melimpah sedemikian rupa sehingga seseorang diberi seratus dinar namun tetap tidak puas, kemudian akan datang fitnah yang tidak akan membiarkan satu pun rumah orang Arab kecuali memasukinya, kemudian akan ada gencatan senjata antara kalian (kaum Muslimin) dengan Banū al-Aṣfar (Bizantium) yang kemudian mereka khianati, lalu mereka akan menyerang kalian di bawah delapan puluh bendera, dan di bawah setiap bendera terdapat dua belas ribu prajurit.”280 Yerusalem ditaklukkan lima tahun setelah wafat Nabi ﷺ, yaitu pada tahun 15 H, disusul wabah ‘Amwās pada tahun 18 H yang merenggut nyawa banyak sahabat. Kelimpahan harta yang belum pernah terjadi sebelumnya dialami pada masa kekhalifahan ‘Utsmān pada tahun 23 H, sebagai hasil dari penaklukan di setiap front. Adapun fitnah yang tidak akan membiarkan satu pun rumah orang Arab, hal itu terjadi setelah pembunuhan ‘Utsmān pada tahun 37 H, karena menimbulkan banyak perselisihan dan kekacauan. Adapun gencatan senjata dan malapetaka dari Bizantium, para ulama tradisional tampaknya sepakat bahwa ini merupakan nubuat tentang akhir zaman.
During the Battle of Tabūk, the Prophet صلى الله عليه وسلم said to ‘Awf ibn Mālik , “Count six signs before the Hour; my death, the conquest of Jerusalem, two mortal plagues that will take you [in great numbers] as the plague of sheep [depletes them], then wealth will be in such surplus that a man will be given a hundred gold coins and still be unsatisfied, then there will be a tribulation that will not leave an Arab home without entering it, then there will be a truce between you (the Muslims) and Banū al-Aṣfar (the Byzantines) which they will betray, and march against you under eighty flags, and under each flag will be twelve thousand soldiers.”280 Jerusalem was conquered five years after his death صلى الله عليه وسلم, in the year 15H, followed by the plague of ‘Amwās in 18H which took the lives of many Companions. An unprecedented surplus of wealth was experienced during the caliphate of ‘Uthmān , 23H, as a result of conquests on every front. As for the tribulation that would spare no Arab home, this took place following the assassination of ‘Uthmān, 37H, for it resulted in much dissent and disorder. As for the truce and scourge of the Byzantines, traditional scholars seem to agree that this is a prophecy about the end-times.
280 al-Bukhārī, Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, 4:101 #3176.
280 al-Bukhārī, Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, 4:101 #3176.