Q 157: Bagaimana para ulama menafsirkan cabang-cabang ini?
Q 157: How did scholars interpret these branches?
Sebagian ulama hadis telah menghitungnya dan menyumbangkan banyak kitab serta memaparkan berbagai penjelasan dalam hal ini. Mereka menyempurnakan pekerjaan tersebut dan memberikan manfaat besar. Namun, mengetahui jumlahnya bukanlah syarat keimanan. Cukup bagi seseorang untuk menegaskan keimannya kepada cabang-cabang itu secara umum. Terlebih lagi, cabang-cabang tersebut tidak lain adalah apa yang disebutkan dalam Al-Qur'an yang mulia dan Sunnah Nabi ﷺ, yang harus dipegang teguh dengan mengikuti perintahnya, menjauhi larangannya, dan membenarkan beritanya (mengenai masa lalu, masa kini, dan masa depan). Akhirnya, semua yang mereka hitung memang merupakan cabang-cabang iman yang benar, tetapi untuk memastikan bahwa inilah maksud sebenarnya dari Nabi ﷺ sebagaimana dikehendaki oleh hadis ini adalah sesuatu yang tidak seorang pun dapat memastikannya.
A--- Some of the scholars of Hadith counted them and contributed many books and introduced various explanations in this respect. They perfected the job and presented (us with) great benefit. However, knowing their count is not a prerequisite of Faith. It suffices to affirm one's faith in them in general. Moreover, they are no more than what is mentioned in the Glorious Qur'an and the Prophetic Sunnah whom one should stick to their orders, avoid their prohibitions, and believe in their news (pertaining to past, present and future). Finally, all that they counted are true aspects of faith, but to be positive about that these are the real intention of the Prophet (Peace be upon him) as intended by this Hadith is something that no one can confirm.
Referensi: 200 FAQ tentang Keyakinan Muslim - Syekh Hafiz Ibn Ahmed Al Hakami
Reference: 200 FAQ On Muslims Belief - Shiekh Hafiz Ibn Ahmed Al Hakami