Q 191: Apa arti "Taubat Nasuha"?
Q 191: What does "Sincere Repentance" mean?
A--- Istilah "Taubat Nasuha" mengandung tiga hal:
A--- The term "Sincere Repentance" implies the existence of three things:
Meninggalkan dosa yang telah dilakukan, menyesalinya, dan bertekad kuat untuk tidak kembali kepadanya selama-lamanya. Jika ia telah menzalimi orang lain, hendaklah ia memohon maaf kepadanya sebelum datangnya Hari Kiamat, ketika setiap orang pasti akan dibalas. Terlebih lagi, ini adalah jenis kezaliman yang tidak akan dibiarkan oleh Allah Yang Maha Kuasa begitu saja tanpa perhitungan, sekecil apa pun. Diriwayatkan dari Abu Hurairah (semoga Allah meridhainya): Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa pernah menzalimi orang lain dalam hal kehormatannya atau dalam hal lainnya, hendaklah ia meminta maaf kepadanya sebelum datang Hari Kiamat, ketika tidak ada lagi dinar dan dirham (untuk menebus kesalahan). Jika ia memiliki amal kebaikan, maka amal kebaikannya akan diambil sesuai kadar kezaliman yang telah ia lakukan. Dan jika ia tidak memiliki amal kebaikan, maka dosa-dosa orang yang dizaliminya akan dipikulkan kepadanya." (Sahih Bukhari)
Giving up the sinful deed committed, regretting it, and showing firm will not to return to it for ever. If there is an oppression against anyone else, one should beg him for forgiveness before the coming of the Day of Resurrection when everyone will inevitably be retaliated. Moreover, this is the sort of oppression Allah the Almighty will not let an atom of it go without reckoning. Narrated Abu Hurairah (May Allah be pleased with him): Allah's Messenger (Peace be upon him) says: "Whoever has oppressed another person concerning his reputation or anything else, he should beg him to forgive him before the Day of Resurrection when there will be no money (to compensate for wrong deeds), but if he has good deeds, those good deeds ,will be taken from him according to his oppression which he has done, and if he has no good deeds, the sins of the oppressed person will be loaded on him. " (Sahih Bukhari)
Referensi: 200 FAQ tentang Keyakinan Muslim - Syekh Hafiz Ibn Ahmed Al Hakami
Reference: 200 FAQ On Muslims Belief - Shiekh Hafiz Ibn Ahmed Al Hakami