Q 196: Bagaimana kita dapat mengompromikan antara sabda Nabi ﷺ "Terserah Allah untuk mengampuninya atau menghukumnya", dan antara apa yang disebutkan sebelumnya bahwa orang yang dosanya lebih berat daripada amal baiknya, akan masuk ke dalam neraka?
Q 196: How can we compromise between the saying of the Prophet "It is up to Allah to forgive or punish him", and between what is mentioned earlier that one whose sins outweigh his good deeds, will enter Hell-fire?
Tidak ada pertentangan antara keduanya. Maka, siapa yang Allah kehendaki untuk diampuni, ia akan dihisab dengan hisab yang mudah.
A--- No contradiction is there between the two. As, whom Allah wishes to forgive, he will be brought to an easy accounting.
Ibnu 'Umar (Semoga Allah meridhai mereka berdua) meriwayatkan: Seseorang berkata kepada Ibnu 'Umar: Bagaimana engkau mendengar Rasulullah ﷺ menyebutkan sesuatu tentang percakapan rahasia (najwa)? Ia menjawab: Aku mendengar beliau ﷺ bersabda:
Ibn 'Umar (May Allah be pleased with them) reported: A person said to Ibn 'Umar: How did you hear Allah's Messenger (Peace be upon him) as saying something about intimate conversation? He said: I heard him say:
Seorang mukmin akan dibawa menghadap Tuhannya, Yang Mahatinggi dan Mahamulia, pada Hari Kiamat. Lalu Dia menutupinya dengan tabir-Nya dan membuatnya mengakui dosa-dosanya. Kemudian Dia berfirman: "Apakah engkau mengenal (dosa-dosamu)?"
A believer will be brought to his Lord, Exalted and Glorious is He, on the Day of Resurrection, and he would place upon him His veil, and make him confess his faults. Then, He would say: Do you recognize (your faults)?
Ia akan menjawab: "Wahai Tuhanku, aku melakukannya." Dia (Tuhan) berfirman: "Aku telah menutupinya untukmu di kehidupan dunia, dan hari ini Aku mengampuni mereka untukmu." (HR. Bukhari dan Muslim)
He would reply: My Lord, I do. He (the Lord) would say: I concealed them for you in the worldly life, and today I forgive them for you.” (Bukhari and Muslim)
Adapun mereka yang masuk Neraka karena dosa-dosa mereka, merekalah yang akan dihisab. Rasulullah ﷺ bersabda:
But, as for those who enter Hell-fire due to their sins, those are the ones who are taken to account. Allah's Messenger (Peace be upon him) says:
"Barangsiapa yang dihisab pada Hari Kiamat, sesungguhnya ia benar-benar akan disiksa." (HR. Bukhari dan Muslim)
"He who is taken to account on the Day of Resurrection is in fact put to torment.” (Bukhari and Muslim)
Referensi: 200 FAQ Seputar Keyakinan Muslim - Syaikh Hafiz bin Ahmad Al Hakami
Reference: 200 FAQ On Muslims Belief - Shiekh Hafiz Ibn Ahmed Al Hakami