Q 220: Siapakah yang memiliki kewajiban untuk memerintahkan kebaikan dan melarang kemungkaran? Apa saja tingkatannya?
Q 220: Whose is the duty of enjoining the good and forbidding the evil? What are its ranks?
A--- Allah Yang Maha Kuasa berfirman: {Hendaklah ada di antara kalian segolongan orang yang menyeru kepada segala kebaikan (Islam), memerintahkan Al-Ma'ruf (yaitu
A--- Allah the Almighty says: {Let there arise out of you a group of people inviting to all that is good (Islam), enjoining Al-Ma'ruf (i.e.
Tauhid Islam dan semua yang Islam perintahkan) dan mencegah Al-Munkar (syirik dan kekafiran serta semua yang Islam larang). Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung}. (Ali 'Imran, 104)
Islamic Monotheism and all that Islam orders one to do) and forbidding Al-Munkar (polytheism and disbelief and all that Islam has forbidden). And it is they who are the successful}. (Al 'Imran, 104)
Abu Sa'id Al-Khudri (semoga Allah meridhainya) meriwayatkan, aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya; jika tidak mampu, maka dengan lisannya; dan jika tidak mampu, maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemah iman." (Sahih Muslim)
Abu Sa'id Al-Khudri (May Allah be pleased with him) narrated, I heard the Messenger of Allah (Peace be upon him) as saying: "He who amongst you sees something abominable should modify it with the help of his hand; and if he has not strength enough to do it, then he should do it with his tongue, and if he has not strength enough to do it, (even) then he should (abhor it) from his heart, and that is the least of faith. " (Sahih Muslim)
Ada banyak sekali dalil dan bukti yang berkaitan dengan masalah ini, yang semuanya menunjukkan wajibnya amar ma'ruf nahi munkar bagi siapa pun yang melihatnya. Jika seseorang melaksanakannya, maka sisa umat akan selamat dari murka Allah. Semakin mampu dan berilmu seseorang, semakin wajib baginya untuk melaksanakannya sendiri. Sesungguhnya tidak ada yang selamat ketika azab turun menimpa orang-orang yang durhaka, kecuali mereka yang melarang orang-orang tersebut dari melakukan kemungkaran.
There are countless proofs and evidences pertaining to this issue, all of which implies the necessity of enjoining the good and forbidding the evil on whosoever sees it. If anyone carries this out, the rest of the Ummah will be saved from Allah's Wrath. The more one is able (to do it) and knowledgeable, the more it is necessary for him to do it himself. Verily, none was saved upon the descending of torment on the heads of the disobedient but those who forbade them from committing the evil.
Referensi: 200 FAQ tentang Keyakinan Muslim - Syekh Hafiz Ibn Ahmed Al Hakami
Reference: 200 FAQ On Muslims Belief - Shiekh Hafiz Ibn Ahmed Al Hakami