Q 71: Apa makna sabda Rasulullah ﷺ mengenai Asmaul Husna milik Allah yang berbunyi: "Barangsiapa mengetahuinya, ia akan masuk Surga"?
Q 71: What is the meaning of the saying of Allah's Messenger (Peace be upon him) regarding the Most Beautiful Names of Allah that reads: "Whoever knows them will be admitted into Paradise?"
Pernyataan ini telah ditafsirkan secara berbeda-beda. Sebagian ulama menafsirkannya sebagai menghafalkan Nama-nama Allah yang Maha Indah di dalam hati, memohon (berdoa) kepada Allah Yang Maha Kuasa dengan nama-nama tersebut, dan mengagungkan-Nya dengan nama-nama tersebut.
A--- This statement has been differently interpreted. Some have interpreted it as to commit the Most Beautiful Names to one's heart, to invoke Allah the Almighty thereof, and to glorify Him thereof.
Yang lain berpendapat bahwa Nama-nama tersebut dapat dibagi menjadi berbagai jenis. Sebagian di antaranya dapat dijadikan teladan, seperti Yang Maha Penyayang dan Yang Maha Pemurah. Manusia dapat melatih dirinya untuk mencapai tingkat tertentu dari makna Nama-nama Ilahi tersebut. Sebagian Nama Allah yang Paling Indah lainnya sepenuhnya terikat pada kekuasaan-Nya yang Maha Agung. Allah mengkhususkan Nama-nama itu hanya bagi diri-Nya, seperti Yang Maha Raja, Yang Maha Agung, dan Yang Maha Sombong. Terhadap jenis ini, manusia hanya dapat berserah diri dan menyatakan ketundukan total dan sempurna kepada Allah. Sebagian dari Nama-nama Allah yang Paling Indah menunjukkan janji, seperti Yang Maha Pengampun, Yang Maha Mensyukuri, Yang Maha Penyantun, Yang Maha Penyayang, Yang Maha Penyabar, dan Yang Maha Lembut. Manusia hendaknya menempatkan dirinya di pintu harapan dan keinginan. Sebagian dari Nama-nama yang Paling Indah menunjukkan ancaman, seperti Yang Maha Perkasa, Yang Memiliki Hari Pembalasan, Yang Maha Keras siksa-Nya, dan Yang Maha Cepat perhitungan-Nya. Manusia hendaknya menempatkan dirinya di pintu rasa takut dan kepasrahan.
Others deemed that they can be divided into various types. Some of which can be held as exemplary, such as, the Most Merciful and the Ever Generous. Man can practice himself to achieve some degree of the connotation of such Divine Names. Some others of Allah's Most Beautiful Names are in toto His Almighty-bounded. Allah makes them particular to Himself, such as, the Sublime Potentate, the Ever Magnificent, and the Supremely Proud. Regarding this type, man can only submit himself and declare his complete and perfect subjection to Allah. Some of the Most Beautiful Names of Allah denote promise, such as, the Ever Forgiver, the Ever Thankful, the Ever Clement, the Ever Compassionate, the AllForbearing, and the Ever Kindly. Man should stand himself at the gate of desire and wish. Some of the Most Beautiful Names denote intimidation, such as, Exalted in Might, Lord of Retribution, Strict in Punishment, and Quick in Account. Man should stand himself at the gate of fear and submission.
Pihak ketiga menafsirkan Nama-Nama Allah yang Paling Indah sebagai berikut: seorang hamba menyaksikan Nama-Nama tersebut dan mengenalnya dengan akal dan hati, serta beribadah kepada-Nya sepenuhnya melalui Nama-Nama itu. Sebagai contoh, siapa pun yang memahami ketinggian Allah di atas ciptaan-Nya, sementara Dia meliputi mereka dengan kekuasaan dan ilmu-Nya, hendaklah ia beribadah kepada-Nya hingga hatinya senantiasa ditopang langsung oleh-Nya. Hati hamba itu naik menuju-Nya dalam percakapan rahasia dengan penuh kepasrahan dan kerendahan diri.
A third party interpreted Allah's Most Beautiful Names as follows: the slave witnesses them and gets to know them by mind and heart as well as to worship Him fully through them. To illustrate; whoever, for example, comprehends the Highness of Allah above His Creation, while encompassing them with His Might and Knowledge, should he worship Him till his heart becomes directly sustained by Him. The slave's heart goes up to Him in private conference with full submission and humiliation.
Dia berdiri di hadapan Allah sebagai seorang hamba yang hina, berdiri di hadapan Raja Yang Maha Agung lagi Maha Mulia. Ia merasa bahwa seluruh ucapan dan perbuatannya tersingkap di hadapan-Nya, sehingga ia merasa malu untuk melakukan apa pun yang dianggap tercela di hadapan Penglihatan-Nya. Lebih dari itu, ia senantiasa menyaksikan turunnya Perintah dan Ketetapan Ilahi ke seluruh penjuru dunia, dengan berbagai urusan yang diemban: mematikan, menghidupkan, memberi kekuatan, merendahkan, meninggikan, memberi rezeki, menahan manfaat, menghilangkan penderitaan, menimpakan penderitaan, dan membolak-balikkan hari di antara makhluk, dan seterusnya.
He stands before Allah as a humiliated slave standing before the Great and Honorable King. He feels that all his speech and acts are disclosed before Him, hence, he feels shy to do anything that is deemed shameful before His Sight. Moreover, he witnesses the descending of the Divine Orders and Ordainments upon all corners of the world all the time with all kinds of affair charging: causing death, giving life, giving might, abasing, raising, providing sustenance, preventing benefits, removing agonies, inflicting agonies, and turning the days among the creatures, etc.
Allah Yang Mahaperkasa berfirman: {Dia mengatur dan mengurus segala urusan dari langit ke bumi; kemudian urusan itu naik kepada-Nya dalam satu hari, yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu (yaitu}
Almighty Allah says: {He manages and regulates (every) affair from the heavens to the earth; then it (affair) will go up to Him, in One Day, the space whereof is a thousand years of your reckoning (i.e.
hitungan waktu dunia kita sekarang)}. (As-Sajdah, 5)
reckoning of our present world's time)}. (As-Sajdah, 5)
Maka, barangsiapa yang menunaikan kewajiban-kewajiban yang menjadi tuntutan persaksian ini, sungguh ia akan mendapatkan kecukupan dan kekayaan di sisi Tuhannya. Sesungguhnya, sangat sedikit orang yang dianugerahi karunia ini oleh Allah Yang Maha Kuasa.
So, whosoever fulfills the obligations due to this witness, he really finds sufficiency and richness in his Lord. Indeed, very few people are given this blessing by Almighty Allah.
Referensi: 200 FAQ Tentang Keyakinan Kaum Muslimin - Syaikh Hafiz bin Ahmad Al Hakami
Reference: 200 FAQ On Muslims Belief - Shiekh Hafiz Ibn Ahmed Al Hakami