Q 161: Apa yang bertentangan dengan Iman (Keimanan)?
Q 161: What contradicts Iman (Faith)?
A--- Kekufuran bertentangan dengan Iman. Kekufuran memiliki cabang-cabang yang berbeda, sebagaimana Iman juga memiliki cabang-cabang. Sebelumnya kita telah mengetahui bahwa iman pada dasarnya adalah keyakinan yang tunduk, yang menuntut penyerahan diri secara utuh kepada amal-amal ketaatan. Maka, kekufuran pada dasarnya adalah sejenis penolakan dan keras kepala yang melahirkan kesombongan dan kedurhakaan. Oleh karena itu, seluruh amal ketaatan termasuk cabang-cabang iman; sedangkan seluruh amal kemaksiatan termasuk cabang-cabang kekufuran. Selain itu, perlu diketahui bahwa kekufuran terbagi menjadi dua jenis: Kekufuran Besar, yang mengeluarkan seseorang sepenuhnya dari lingkup Islam. Ini adalah kekufuran akidah yang bertentangan dengan ucapan hati dan amalnya, atau salah satunya. Dan Kekufuran Kecil, yang tidak mengeluarkan seseorang dari lingkup Islam. Ia hanya bertentangan dengan kesempurnaan iman. Inilah yang disebut kekufuran amali, yang tidak bertentangan dengan ucapan hati maupun amalnya, dan juga tidak mengharuskan atau menuntut hal itu.
A--- Disbelief contradicts Faith. Disbelief has different branches just as Faith does. We knew earlier that faith is basically a submissive belief that requires complete submission to deeds of obedience. So, disbelief is basically a kind of rejection and stubbornness that incurs arrogance and disobedience. Thereupon, all deeds of obedience are among the branches of belief; while all deeds of disobedience are among the branches of disbelief. Moreover, one should know that there are two types of disbelief: the Major Disbelief, which excludes one completely from the fold of Islam. This is the dogmatic disbelief that contradicts the utterance of the heart and its deeds or one of them. And, the Minor Disbelief, which does not exclude one from the fold of Islam. It only contradicts the perfection of belief. This is the so-called practical disbelief that contradicts neither the utterance of the heart, nor its deeds. It does not require or necessitate this as well.
Referensi: 200 FAQ tentang Keyakinan Muslim - Syekh Hafiz Ibn Ahmed Al Hakami
Reference: 200 FAQ On Muslims Belief - Shiekh Hafiz Ibn Ahmed Al Hakami