Q 51: Apa yang dimaksud dengan Tauhid Asma' dan Sifat Allah?
Q 51: What does the Oneness of the Names and Attributes of Allah mean?
A--- Maksudnya adalah beriman kepada hal itu: kita tidak boleh menamai atau menyifati Allah kecuali dengan apa yang telah Dia atau Rasul-Nya ﷺ namakan atau sifatkan bagi-Nya. Tidak ada seorang pun yang boleh dinamai atau disifati dengan Nama-Nama dan Sifat-Sifat Allah. Kita harus beriman kepada seluruh Sifat Allah yang Allah nyatakan dalam Kitab-Nya (al-Qur'an) atau yang disebutkan melalui Rasul-Nya Muhammad ﷺ, tanpa mengubah maknanya, tanpa mengabaikannya, tanpa memutarbalikkan maknanya, atau menyerupakannya (memberi keserupaan) dengan salah satu makhluk ciptaan. Allah Yang Maha Kuasa berfirman: {Dia (Allah) mengetahui apa yang terjadi pada mereka (makhluk-Nya) di dunia ini dan apa yang akan terjadi pada mereka (di akhirat), tetapi mereka tidak akan dapat meliputi sesuatu pun dari ilmu-Nya}. (Thaha, 110)
A--- It means to believe in that: we must not name or qualify Allah except with what He or His Messenger (Peace be upon him) has named or qualified Him. None can be named or qualified with the Names or Attributes of Allah. We must believe in all the Attributes of Allah which Allah has stated in, His Book (the Qur'an) or mentioned through His Messenger Muhammad (Peace be upon him) without 'changing their meaning or ignoring them or twisting their meanings or likening them (giving resemblance) to any of the created things. Almighty Allah says: {He (Allah) knows what happens to them (His creatures) in this world, and what will happen to them (in the Hereafter) but they will never compass anything of His Knowledge}. (Ta-Ha, 110)
Allah Yang Maha Kuasa berfirman: {Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya, dan Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Melihat}. (Asy-Syura, 11)
Allah the Almighty says: {There is nothing like Him,. and He is the All-Hearer, the All-Seer}. (As-Shura, 11)
Allah Yang Maha Agung berfirman: {Penglihatan tidak dapat mencapai-Nya, tetapi Dia mencapai segala penglihatan. Dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui}. (Al-An'am: 103)
Allah the Almighty says: {No vision can grasp Him, but He grasps all vision. He is Al-Latif (the Most Subtle and Courteous), WellAcquainted with all things}. (Al-An' am, 103)
Dari Ubai bin Ka'b (semoga Allah meridhainya), bahwa orang-orang musyrik berkata kepada Rasulullah ﷺ ketika beliau menyebutkan tuhan-tuhan mereka, "Ceritakanlah kepada kami tentang nasab tuhanmu". Maka Allah Yang Mahaperkasa dan Mahaagung menurunkan (sebagai jawaban atas mereka): {Katakanlah (wahai Muhammad ﷺ): "Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu [Allah Yang Mahamandiri, yang kepada-Nya seluruh makhluk bergantung, (Dia tidak makan dan tidak minum)]. (Al-Ikhlas, 1, 2) Ash-Shamad: adalah Dia yang {tidak beranak dan tidak pula diperanakkan}. (Al-Ikhlas, 3) (At-Tirmidzi) Sebab segala sesuatu yang diperanakkan pasti akan mati; dan tidak ada seorang pun yang mati, melainkan akan diwarisi. Allah Yang Mahaperkasa dan Mahaagung tidak mati, dan tidak akan pernah diwarisi. {Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia} (Al-Ikhlas, 4) yaitu tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya. (16)
On the authority of Ubai Ibn Ka'b (May Allah be pleased with him), the polytheists said to Allah's Messenger (Peace be upon him) when he mentioned their gods, "Tell us about the ancestors of your lord". Allah the Almighty revealed (answering them): {Say (O Muhammad (Peace be upon him)):"He is Allah, (the) One. Allah-us-Samad [Allah the Self-Sufficient Master, Whom all creatures need, (He neither eats nor drinks)]). (Al-Ikhlas, 1, 2) AsSamad: is Him Who {begets not, nor was He begotten}. (AI-Ikhlas, 3) (At- Tirmidhi) For everything that is begotten is going to die; and no one dies, 'but will be inherited. Allah the Almighty neither dies, nor will ever be inherited. {And there is none co-equal or comparable unto Him} (Al-Ikhlas, 4) i.e. there is nothing like Him (16)
(16) Tentu saja tidak ada yang serupa, setara, atau sebanding dengan-Nya, dan Dia tidak memiliki sekutu bagi-Nya. (Penerjemah)
(16) Of course none is similar or co-equal or comparable to Him, and He has none as partner with Him. (Translator)
Referensi: 200 FAQ tentang Keyakinan Muslim - Syekh Hafiz Ibn Ahmed Al Hakami
Reference: 200 FAQ On Muslims Belief - Shiekh Hafiz Ibn Ahmed Al Hakami