Q 23: Apa dalil tekstual bahwa penerimaan (terhadap Risalah Islam) merupakan syarat keimanan kepada Allah dari Al-Qur'an yang mulia dan Sunnah Nabi?
Q 23: What is the textual proof that acceptance (of the Message of Islam) is a precondition of faith in Allah from the Glorious Qur'an and the Prophetic Sunnah?
A--- Mengenai orang-orang yang tidak menerimanya, Allah Yang Mahakuasa berfirman: {(Dikatakan kepada para malaikat): "Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman-teman mereka (dari setan) dan apa yang dahulu mereka sembah selain Allah, lalu tunjukkanlah mereka ke jalan menuju neraka yang menyala-nyala, dan tahanlah mereka, sesungguhnya mereka akan ditanya. Mengapa kalian tidak saling menolong (sebagaimana dahulu di dunia)? Bahkan pada hari itu mereka menyerah. Lalu sebagian mereka menghadap sebagian yang lain saling bertanya. Mereka berkata: Dahulu kalian selalu datang kepada kami dari arah kanan. Mereka menjawab: Bahkan kalian sendiri bukanlah orang-orang beriman. Dan kami tidak punya kekuasaan atas kalian. Bahkan kalian adalah kaum yang melampaui batas. Maka pastilah berlaku atas kami ucapan Tuhan kami, sesungguhnya kami pasti akan merasakan (azab itu). Maka kami menyesatkan kalian karena kami sendiri dahulu adalah orang-orang yang sesat. Maka sesungguhnya pada hari itu mereka bersama-sama mendapat azab. Demikianlah Kami memperlakukan orang-orang yang berbuat dosa. Sesungguhnya apabila dikatakan kepada mereka: La ilaha illallah (tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah), mereka menyombongkan diri. Dan mereka berkata: "Apakah kami harus meninggalkan sesembahan kami karena seorang penyair gila?}. (As-Saffat, 22-36)
A--- Regarding those who did not accept it, Allah the Almighty says: {(It will be said to the angels): "Assemble those who did wrong, together with their companions (from the devils) and what they used to worship, instead of Allah, and lead them on to the way of flaming Fire (Hell),. but stop them, verily they are to be questioned. What is the matter with you? Why do you not help one another (as you used to do in the world)? Nay, but that Day they shall surrender. And they will turn to one another and question one another. They will say: It was you who used to come to us from the right side7. They will reply: Nay, you yourselves were not believers. And we had no authority over you. Nay! But you were Taghun (transgressing) people. So now the Word of our Lord has been justified against us, that we shall certainly (have to) taste (the torment). So we led you astray because we were ourselves astray. Then verily, that Day, they will (all) share in the torment. Certainly, that is how We deal with AI-Mujrimun8. Truly, when it was said to them: La ilaha illallah "(none has the right to be worshipped but Allah?" They puffed themselves up with pride (i.e. denied it). And (they) said: "Are we going to abandon our alihah (gods) for the sake of a mad poet?}. (As-Saffat, 22-36)
Nabi Muhammad ﷺ bersabda: "Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang dengannya Allah, Yang Maha Tinggi dan Maha Agung, mengutus aku adalah seperti hujan lebat yang turun ke bumi. Ada tanah yang baik yang menyerap air hujan (dengan penuh semangat), lalu tumbuhlah di sana rerumputan dan tanaman hijau dengan subur. Ada pula tanah yang keras dan tandus, yang menahan air sehingga manusia dapat memanfaatkannya; mereka minum darinya dan memberi minum hewan-hewan ternak mereka. Dan ada pula tanah lain yang tandus, yang tidak menahan air dan tidak pula menumbuhkan rerumputan. Itulah perumpamaan orang yang memahami agama Allah dan mengambil manfaat dari apa yang dengannya Allah mengutus aku, yaitu orang yang mempelajari ilmu agama lalu mengajarkannya kepada orang lain. Dan (jenis yang lain) adalah orang yang tidak memedulikan (ilmu wahyu) itu, sehingga ia tidak menerima petunjuk Allah yang dengannya aku diutus."
Prophet Muhammad (Peace be upon him) says: "The similitude of that guidance and knowledge with which Allah, the Exalted and Glorious, has sent me is that of rain falling upon the earth. There is a good piece of land which receives the rainfall (eagerly) and as a result of it there is grown in it herbage and grass abundantly. Then there is a land hard and barren which retains water and the people derive benefit from it and they drink it and make the animals drink. Then there is another land which is barren. Neither water is retained in it, nor is the grass grown in it. And that is the similitude of the first one who develops the understanding of the religion of Allah and it becomes a source of benefit to him with which Allah sent me. (The second one is that) who acquires the knowledge of religion and imparts it to others. (Then the other type is) one who does not pay attention to (the revealed knowledge) and thus does not accept guidance of Allah with which I have been sent”.
(Bukhari dan Muslim)
(Bukhari and Muslim)
(7) yakni dari arah kanan salah seorang dari kami dan hiasilah bagi kami setiap keburukan, perintahkanlah kepada kami kemusyrikan, dan halangilah kami dari kebenaran, yakni Tauhid Islam, dan dari setiap amal kebaikan. (Penerjemah)
(7 ) i.e. from the right side of one of us and beautify for us every evil, enjoin on us polytheism, and stop us from the truth i.e. Islamic Monotheism and from every good deed. (Translator)
(8) yaitu orang-orang musyrik, pendosa, orang-orang kafir, para penjahat, dan orang-orang yang durhaka kepada Allah. (Penerjemah)
(8) i.e. Polytheists, sinners, disbelievers, criminals, and the disobedient to Allah. (Translator)
Referensi: 200 FAQ tentang Keyakinan Muslim - Syekh Hafiz Ibn Ahmed Al Hakami
Reference: 200 FAQ On Muslims Belief - Shiekh Hafiz Ibn Ahmed Al Hakami