Q 67: Apa yang dikatakan para ulama salaf terkait masalah [Istiwa’] Bersemayam (di atas 'Arsy)?
Q 67: What did the earlier godly scholars say pertaining to the issue of [Istiwa’] Rising Over (the Throne)?
A--- Para ulama salaf yang saleh sepakat atas ucapan berikut: "Istiwa’ (bersemayam) itu diketahui, kaif (bagaimananya) berada di luar jangkauan akal kita, beriman kepadanya adalah kewajiban, menanyakannya adalah bid'ah, pengetahuan kita tentang hal itu berasal dari Allah, Rasul wajib menyampaikan apa yang diperintahkan kepadanya, dan yang dapat kita lakukan hanyalah berserah diri (kepada Allah)." {Kami beriman kepadanya; semuanya (ayat-ayat yang jelas dan yang samar) berasal dari Tuhan kami} (Ali 'Imran, 7) adalah jawaban yang biasa mereka berikan ketika menjumpai ayat dan hadits yang berkaitan dengan Nama-nama dan Sifat-sifat Allah.
A--- The earlier godly scholars unanimously agreed upon the following saying: "The [Istiwa’] Rising Over is known, the [Kaif] how lies beyond our mental capabilities, believing therein is a duty, inquiring about it is a heresy, our knowledge of it comes from Allah, the Messenger must convey what he was ordered to, and all we can do is to submit (our will to Allah)." {We believe in it; the whole of it (clear and unclear verses) are from our Lord} (Al 'Imran, 7) is their usual response when encountering verses and Hadiths pertaining to Allah's Names and Attributes.
Allah berfirman: {Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (yaitu kami tunduk kepada Allah)}. (Ali 'Imran, 52)
Allah says: {We believe in Allah, and bear witness that we are Muslims (i.e. we submit to Allah)}. (Al' Imran, 52)
Referensi: 200 FAQ tentang Keyakinan Muslim - Syekh Hafiz bin Ahmad Al Hakami
Reference: 200 FAQ On Muslims Belief - Shiekh Hafiz Ibn Ahmed Al Hakami