Menuduh Wanita Berzina
Accusing A Woman Of Adultery
Allah Yang Maha Tinggi berfirman, {Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik, yang lengah lagi beriman, mereka kena laknat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar. Pada hari ketika lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang telah mereka kerjakan.} (QS. An-Nur: 23-24)
Allah Most High says, {Those who slander chaste secured, and believing women are cursed in this life and in the hereafter: for them is a grievous chastisement. On the day when their tongues, their hands, and their feet will bear witness against them as to their as to their actions.} (24: 23-24)
Dia juga berfirman, {Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berzina) dan mereka tidak mengajukan empat orang saksi, maka deralah mereka delapan puluh kali dan janganlah kamu terima kesaksian mereka selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik.} (24: 4)
He also says, {And those who launch a charge against chaste women and produce not four witnesses (to support their allegations) -flog them with eighty stripes: and reject their evidence ever after: for such men are wicked transgressors.} (24: 4)
Allah Yang Maha Kuasa dalam ayat-ayat ini menjelaskan dengan jelas bahwa siapa pun yang secara zalim menuduh seorang wanita merdeka yang terjaga kehormatannya berbuat zina, ia terlaknat di dunia dan di akhirat, dan ia berhak mendapatkan azab yang pedih.
Allah the Almighty in these verses makes it clear that whosoever unjustly accuses as chaste free woman of committing adultery is cursed both in this world and in the hereafter, and deserves grave chastisement.
Selain itu, ia dicambuk delapan puluh kali dan kesaksiannya tidak diterima meskipun ia adil.
In addition, he is flogged with eighty lashes and his witness is not accepted even though he is just.
Dalam Sahih Bukhari dan Muslim, Nabi ﷺ bersabda, "Jauhilah tujuh dosa besar…" Dan di antaranya beliau menyebutkan menuduh wanita beriman yang baik-baik, yang lalai namun tidak bersalah, dengan zina. Contoh tuduhan semacam itu adalah jika seseorang berkata kepada seorang wanita Muslimah yang merdeka dan terjaga kehormatannya: "Engkau adalah seorang pezina," atau "seorang pelacur," atau "seorang wanita nakal," atau berkata kepada suaminya, "Engkau adalah suami pelacur," atau menyebut anaknya sebagai "anak pelacur." Aturan yang sama berlaku jika seseorang memfitnah seorang laki-laki telah berzina, atau seorang anak laki-laki yang merdeka dengan liwath. Penuduh yang zalim dalam semua kasus di atas harus dihukum delapan puluh kali cambukan, kecuali ia mendatangkan empat orang saksi yang mendukung tuduhannya. Jika tidak, ia harus dicambuk delapan puluh kali atas permintaan orang yang dituduh.
In the Sahih Bukhari and Muslim -the Prophet says, “Avoid seven heinous sins…..” And among which he mentioned charging believing women, unmindful though innocent, with adultery" An example of such an accusation is if someone says to a Muslim chaste free woman:" You are an adulteress." or "a harlot", or "a whore" or to say to her husband, “you are the prostitute's husband" or to call her child as " the whore's child" The same rule is applied if someone slanders a man of committing adultery, or a free boy with pederasty. The unjust accuser in all the above cases must suffer eighty stripes unless he brings a testimony of four men who support his allegation. Otherwise, he must be flogged with eighty lashes upon the request of the offended person.
Nabi ﷺ juga melarang seseorang menuduh budak laki-lakinya atau budak perempuannya berzina tanpa alasan yang benar.
The Prophet, too, forbade a man to wrongfully accuse his bondman or his slave girl of committing adultery.
Orang yang menuduh budak perempuannya berzina, akan dikenai hukuman qadzf (fitnah tuduhan zina) pada Hari Kiamat, kecuali jika tuduhannya ternyata benar. Banyak orang yang bodoh terjerumus dalam pelanggaran semacam ini, yang mendatangkan azab di dunia maupun di akhirat.
A person who accuses his maid servant with adultery, will be subjected to the punishment of slandering on the Day of Judgement unless he happens to be true" A lot of ignorant people are indulged in such offenses which procure the chastisement in this world and in the hereafter.
Seseorang yang mengucapkan sesuatu tanpa menyadarinya, baik benar maupun salah, dapat menjerumuskannya ke dalam neraka sejauh jarak antara timur dan barat.
When a person says something unknowingly right or wrong, it may lead him to fall down in hell as far away as the distance between the east and west.
Mu'az b. Jabal bertanya, "Wahai Rasulullah! Apakah kami akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kami ucapkan?" Nabi ﷺ menjawab, "Celakalah engkau, wahai Mu'az! Tidaklah manusia dijungkirkan wajahnya ke dalam neraka, melainkan karena hasil lisan mereka" yaitu perkataan mereka. "Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata yang baik, atau jika tidak, hendaklah ia diam."1
Mu'az b. Jabal asked, "0 Messenger of Allah! Will we be called to account for what we say?" The Prophet answered “May you be lost to your mother! The people will be thrown with their face." down, into the hell only on account of the product of the tongues "i.e. their talking: " He who believes in Allah and the Day of Resurrection should speak well. Otherwise, he should keep silent.”1
Allah berfirman, {Tidaklah seseorang itu mengucapkan suatu ucapan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.} (50:18)
Allah says, {Not a word does he utter but there is a vigilant Guardian.} (50:18)
'Uqbah bin 'Amir pernah bertanya kepada Nabi ﷺ, "Apakah keselamatan itu, wahai Rasulullah?" Nabi ﷺ bersabda, "Jagalah lisanmu, tetaplah di rumahmu, dan menangislah (merasa menyesal) atas dosa-dosamu. Dan orang yang paling jauh dari Allah adalah orang yang hatinya keras." 2
'Uqbah Ibn ' Amir once asked the Prophet (pbuh), "What is the salvation, Allah's Apostle?" The Prophet said, "Control your tongue, keep inside your house, and weep (be sorry) for your sins. And the person farthest from Allah will be the one whose heart is hard” 2
Sesungguhnya Allah membenci orang yang keji dan kotor (berbicara kotor)
"Verily Allah dislikes the indecent obscene person " 3
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.
1 Reported by AI-Bukhari and Muslim.
Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi.
2 Reported by At-Tirmidhi.
Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi.
3 Reported by At-Tirmidhi.