Minum Alkohol
Drinking Alcohol
Allah Yang Maha Tinggi berfirman, {Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya (meminum) khamar, judi, (berkorban untuk) berhala, dan (mengundi nasib dengan) anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu beruntung. Sesungguhnya setan itu hanya bermaksud (hendak) menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu melalui khamar dan judi itu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan (mengerjakan) salat; maka tidakkah kamu mau berhenti (dari perbuatan itu)?}
Allah, Most High says, {O ye who believe! Intoxicants and gambling, sacrificing to stones and (divination by) arrows, is an abomination, of Satan's handiwork: Eschew such (abomination) that ye may prosper. Satan's plan is (but)
untuk menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian dengan minuman keras dan perjudian, dan untuk menghalangi kalian dari mengingat Allah dan dari shalat. Maka tidakkah kalian mau berhenti?} (Al-Ma'idah: 90-91)
to excite enmity and hatred between you, with intoxicants and gambling, and hinder you from the remembrance of Allah, and from Prayer: will ye not then abstain?} (Al-Ma'idah: 90-91)
Dengan demikian, Allah Yang Mahatinggi (SWT) mengharamkan khamar dan memperingatkan kita agar tidak mendekatinya.
Thus, Allah the Exalted forbids wine and warns us of approaching it.
Nabi ﷺ bersabda, "Jauhilah khamr, karena ia adalah induk dari segala keburukan."1
The Prophet (pbuh) said, "A void wine, it is the mother of abomination. "1
Karena itu, siapa pun yang tidak menghindarinya, maka ia telah mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, dan dengan demikian ia berhak mendapat hukuman.
Therefore, if anyone does not avoid it, he then disobeys Allah and His Messenger and thus entails punishment.
Allah Yang Maha Kuasa berfirman, {Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya serta melanggar batas-batas-Nya, niscaya Dia akan memasukkannya ke dalam api neraka, sedang dia kekal di dalamnya; dan baginya azab yang menghinakan.} (An-Nisa': 14)
Allah the Almighty says, {But those who disobey Allah and His Messenger and transgress His limits will be admitted to a fire, to abide therein: and they shall have a humiliating punishment.} (An-Nisa'i: 14)
Ibnu 'Abbas meriwayatkan, "Ketika khamr diharamkan, para sahabat (Nabi) ﷺ saling bertemu dan berkata, 'Khamr telah diharamkan dan disamakan dengan syirik.'" 2
Ibn 'Abbas related that, "When the wine was forbidden, the companions (of the Prophet) met each other and said, The wine was forbidden and became equal to polytheism (Shirk)." 2
'Abdullah Ibn 'Amr berpendapat bahwa, "Khamar adalah dosa besar yang paling buruk."
'Abdullah Ibn 'Amr held that, "Wine is the worst of the major sins.” 3
Tidak diragukan lagi, khamr adalah pangkal segala keburukan. Lebih dari itu, orang yang meminumnya telah dilaknat dalam berbagai hadits.
Undoubtedly, wine is the core of abominations. Moreover, he who drinks it was cursed in various hadiths.
Setiap yang memabukkan adalah khamar, dan setiap khamar adalah haram. Barangsiapa yang meminumnya di dunia dan mati dalam keadaan kecanduan kepadanya tanpa bertobat, maka ia tidak akan meminumnya di Akhirat.4
"Every intoxicant is wine and every wine is unlawful. Whoever it in the world and dies addictive to it without repentance, he will not drink it in the Hereafter."4
"Barangsiapa meminum khamr di dunia, maka ia akan diharamkan (minuman itu) baginya di akhirat."5
"Whoever drinks wine in this world it shall be forbidden for them in the next.”5
"Seorang pemabuk seperti penyembah berhala."6
"A drunkard is like a worshiper of an idol."6
"Orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya dan peminum khamar tidak akan masuk surga." 1
"He who shows disrespect to his parents and the drunkard will not enter Paradise.” 1
"Tiga golongan yang Allah haramkan atas mereka surga: peminum khamr, orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, dan dayyuts yang membiarkan keburukan terjadi di keluarganya."2
"Three people, Allah will deprive them of Paradise; the drunkard, the one who shows disrespect to his parents and the pimp who admits what his family do of abomination”.2
Selain itu, Allah tidak menerima amal kebaikan seorang pemabuk. Jabir bin 'Abdullah meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Ada tiga golongan yang shalatnya tidak diterima Allah, dan amal kebaikan mereka tidak naik ke langit: budak yang melarikan diri hingga ia kembali kepada tuannya dan menyerahkan dirinya kepada mereka, wanita yang menyakiti suaminya hingga suaminya ridha kepadanya, dan pemabuk hingga ia sadar kembali." 3
Further, Allah does not accept the good deeds of a drunkard. Jabir Ibn ' Abdullah relates that the Prophet (pbuh) said, "There are Three people from whom Allah does not accept their Prayer nor do their good deeds rise up to heaven: the fleeing slave until he returns to his masters and surrends to them, the woman who annoys her husband until he is pleased with her, and the drunkard until he becomes conscious” 3
Kata Arab *khamr* adalah sesuatu yang memabukkan akal, dalam bentuk apa pun: cair, padat, bisa dimakan, ataupun berupa minuman.
The Arabic word Khamr is what befogs the mind in whatever form: soft, solid, edible or beverage.
Abu Sa'id Al-Khudri meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Allah tidak menerima shalat dari orang yang minum khamr selama masih ada sesuatu dari khamr itu di dalam tubuhnya." 4
Abu Sa'id Al-Khudari related that the Prophet (pbuh) said, "Allah does not accept the Prayers from him who drinks wine so long as there is still something of it in his body” 4
"Barangsiapa meminum khamr, Allah tidak menerima amalnya. Siapa yang mabuk karena meminumnya, shalatnya tidak diterima selama empat puluh pagi (hari). Jika ia bertobat namun kembali meminumnya, maka Allah akan memberinya minum dari tembaga cair neraka."5
"Whoever drinks wine Allah never accepts what he does: Whoever is intoxicated by drinking it will not have his Prayers accepted for forty morning (days). If he repents but drinks again, Allah will make him drink from the molten brass of the Hell-fire.”5
"Barangsiapa meminum khamar tanpa mabuk, Allah tidak menerimanya selama empat puluh malam. Jika ia mati dalam masa tersebut, ia mati sebagai penyembah berhala."6
"Whoever drinks wine without being intoxicated, Allah rejects him for forty nights. If he dies during this period, he dies as an idol worshiper.”6
'Abdullah Ibn Awfa berkata, "Barangsiapa mati dalam keadaan pemabuk, ia akan mati sebagai penyembah Al-Lat dan Al-'Uzza (dua berhala)." Ditanyakan, "Apakah menurutmu pemabuk itu orang yang minum terus-menerus?" Ia menjawab, "Tetapi ia minum setiap kali menemukannya, bahkan setelah bertahun-tahun."7
'Abdullah Ibn Awfa said, "Whoever dies a drunkard will die as the worshiper of AI-Lat and AI-'Uzza (two idols). It is said, Do you think that the drunkard is the one who drinks it constantly? He answered, "But he drinks it whenever he finds it even after years.”7
Barangsiapa meminum khamr, ia tidak dianggap sebagai orang beriman pada saat meminumnya. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Pencuri tidak beriman pada saat ia mencuri. Pezina tidak beriman pada saat ia berzina, dan peminum khamr juga tidak beriman pada saat ia meminumnya selama ia masih memiliki kesempatan untuk bertobat." 8
Whoever drinks wine is not considered a believer at the time of drinking. Abu Hurayrah related that the Prophet (pbuh) said, "A thief is not a believer at the time of committing a theft. A fornicator is not a believer at the time of committing fornication, and a drunkard also is not a believer at the time of drinking as long as they have the opportunity to repent” 8
"Barangsiapa berzina atau meminum khamr, maka Allah mencabut iman darinya sebagaimana seseorang menanggalkan baju dari kepalanya." "Aroma surga tercium dari jarak lima ratus tahun, tetapi tidak tercium oleh orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, orang yang mengungkit-ungkit sedekahnya kepada mereka, peminum khamr, dan penyembah berhala." 1
"Whoever fornicates or drinks wine, Allah takes his faith from him as a man takes a shirt off over his head.” "The scent of Paradise is smelt five hundred years away but is not sensed by whomever shows disrespect to his parents, he who reminds of his charity to them, a drunkard or an idol worshiper.” 1
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Musa Al-Ash'ari bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Peminum khamr, orang yang percaya pada sihir, atau orang yang memutus silaturahmi tidak akan masuk surga. Barangsiapa mati dalam keadaan masih minum khamr, Allah akan memberinya minum dari sungai Ghuta, yaitu air yang mengalir dari kemaluan para pelacur. Bau kemaluan mereka menyakiti seluruh penghuni Neraka."2
Imam Ahmad reported on the authority of Abu Musa Al-Ash'ari that the Prophet said, "A drunkard, a believer in sorcery or he who severs his family ties will not enter Paradise. Whoever dies while drinking wine, Allah will make him drink from the river of Ghuta which is the water flowing from the genitals of the wenches. The odor of their genitals hurt all the people of the Hell-Fire.” 2
"Allah mengutusku sebagai rahmat dan petunjuk bagi seluruh alam. Aku diutus untuk menghapuskan alat-alat musik, seruling, dan urusan-urusan masa jahiliyah sebelum Islam serta berhala. Tuhanku Yang Mahakuasa bersumpah dengan keagungan-Nya bahwa jika salah seorang hamba-Ku meminum seteguk khamar, Aku akan membuatnya meminum yang serupa dengannya di dalam Neraka. Namun barangsiapa meninggalkannya karena takut kepada-Ku, Aku akan memberinya minum dari sungai-sungai di dalam surga dengan minuman terbaik."ﷺ 3
"Allah sent me as a mercy and guidance to the worlds. I was sent to do away with musical instruments, flutes, and the affairs of the pre-Islamic period of ignorance and idols. My Lord the Almighty swore by His Majesty that if one of my servants drinks a dosage of wine, I would make him drink the like of it in the Hell- Fire. But whoever gave up it out of fear from Me, I would give him drink from the yards of the shrine with the best fellow of drinking.” 3
Adapun mereka yang terkena laknat karena meminum khamr, Abu Dawud meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Allah melaknat khamr, orang yang meminumnya, orang yang menuangkannya, orang yang membelinya, orang yang memerasnya untuk orang lain, orang yang memerasnya untuk dirinya sendiri, orang yang membawanya, dan orang yang menerima pengirimannya." 4
As for those who are cursed because of drinking wine, Abu Dawud reported that the Prophet (pbuh) said, "Allah has cursed wine, and whoever drinks it, pours it, buys it, presses it for another, presses it for himself, carries it or accept its delivery.” 4
Ahmad meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Jibril datang kepadaku dan berkata, 'Wahai Muhammad, Allah telah melaknat khamar, dan siapa pun yang memerasnya untuk orang lain, berarti ia memerasnya untuk dirinya sendiri, meminumnya, membawanya, menerima pengirimannya, menjualnya, membelinya, menuangkannya untuk orang lain, atau menuangkannya untuk dirinya sendiri.'" Haram hukumnya menjenguk peminum khamar ketika ia sakit, begitu pula mengucapkan salam kepadanya.
Ahmad reported on the authority of Ibn 'Abbas that the Prophet (pbuh) said, "Gabriel came to me and said, "0 Muhammad, Allah has cursed wine, and whoever presses it for another, presses it for himself, drinks it, carries it, accepts its delivery, sells it buys it, pours it for another or pours it for himself.5” It is unlawful to visit a drunkard when he is ill so is greeting him.
Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash (semoga Allah meridhainya) berkata, "Janganlah engkau menjenguk peminum khamr ketika ia sedang sakit."6
`Abdullah Ibn 'Amr Ibn AI-As (may Allah be pleased with him) said, "Do not visit the drunkard when being ill."6
Al-Bukhari dan Ibnu 'Umar berkata, "Janganlah kalian mengucapkan salam kepada peminum khamar." Nabi ﷺ bersabda, "Janganlah kalian duduk bersama peminum khamar, menjenguk orang sakit di antara mereka, atau menghadiri jenazah mereka. Pada Hari Kiamat, peminum khamar akan dibangkitkan dengan wajah hitam, lidahnya terjulur ke dadanya, dan air liurnya mengalir."
AI-Bukhari and Ibn 'Umar said, "Do not greet the drunkard." The Prophet said, "Do not sit with the drunkard, visit their sick or attend their funerals. On the Day of Judgement the drunkard will be brought with a black face, and his tongue dangling on his chest, flowing with saliva.
Barangsiapa melihatnya dan mengetahui bahwa ia seorang pemabuk, niscaya ia akan merasa jijik kepadanya.7
Whoever sees him knowing that he is a drunkard will disgust him.”7
Seorang ulama berkata, mereka dilarang untuk dikunjungi dan diberi salam, karena para peminum khamar itu terkutuk dan durhaka. Allah dan Rasul-Nya ﷺ telah melaknat mereka sebagaimana disebutkan sebelumnya. Allah melaknat khamar dan orang yang meminumnya. Jika mereka membelinya dan memerasnya, mereka akan terkena laknat dua kali, dan jika mereka menuangkannya untuk orang lain, mereka akan terkena laknat tiga kali. Oleh karena itu, dilarang mengunjungi atau memberi salam kepada mereka kecuali jika mereka bertobat kepada Allah. Barangsiapa bertobat kepada Allah, maka Dia akan menerima tobatnya.
A scholar said, they are forbidden to be visited and be greeted because the drunkards are cursed and rebellious. Allah and His Messenger cursed them as mentioned before. Allah cursed wine and he who drinks it. If they buy and press it they will be cursed twice and if they pour it for another they will be cursed three times. Therefore, it is for bidden to visit or greet them unless they repent to Allah. Whoever repents to Allah. He will accept his repentance.
Khamar haram digunakan sebagai obat. Ummu Salamah (semoga Allah meridhainya) meriwayatkan, "Suatu ketika, salah seorang putrinya sakit, lalu aku membuat khamar dalam sebuah wadah untuknya. Kemudian, Nabi ﷺ masuk ketika khamar itu sedang mendidih. Beliau bertanya, 'Apa ini, Ummu Salamah?' Ia menjawab, 'Ini hanyalah obat untuk putriku.' Maka Nabi ﷺ bersabda, 'Sesungguhnya Allah tidak menjadikan kesembuhan bagimu pada apa yang telah Dia haramkan atasmu.'"1
Wine is forbidden as a medicine. Umm Salamah (may Allah be pleased with her) related, "Once, one of my daughters was ill, so I made wine in a container for her. Then, the Prophet entered while it was boiling. He asked, "What is this, Umm Salamah?" She replied, "It is just a medicine for my daughter." The Prophet, then, said, "Allah has not made a cure for you in what He has prohibited to you."1
Hadis-hadis beragam yang diriwayatkan tentang khamar:
Miscellaneous hadiths narrated about wine:
Abu Musa (semoga Allah meridhainya) meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Sebuah tong berisi khamar dibawa kepada Nabi ﷺ, lalu beliau bersabda, 'Tumpahkanlah ke dinding, itu adalah minuman orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan Hari Akhir.'"2
Abu Musa (may Allah be pleased with him) related that the Prophet (pbuh) said, "A cask of wine was brought to the Prophet (pbuh) who said, Throw it against the wall, it is the drink of those who do not believe in Allah and the Last Day.”2
"Barangsiapa menghafal satu ayat (Ayah) dari Kitab Allah, lalu ia menuangkan arak (khamr) padanya, maka setiap huruf dari ayat ini akan menyeret dirinya dari dahinya dan membuatnya berdiri di hadapan Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi. Kemudian, ayat itu akan berdebat dengannya; dan barangsiapa yang didebat oleh Al-Qur'an akan diperlakukan sebagai lawan. Celakalah orang yang didebat oleh Al-Qur'an pada Hari Kiamat." 3
"Whoever memorizes a verse (Ayah) from Allah's Book and pours wine on it every letter of this Ayah will drag him from his forehead, make him stand before Allah Most Blessed and Exalted. Then, it argues with him, and whoever is argued with by the Qur'an will be treated as an opponent. Woe to whomever is argued by the Qur'an on the Day of Judgement.” 3
"Jika sekelompok orang berkumpul untuk meminum yang memabukkan di dunia ini, Allah akan mengumpulkan mereka bersama-sama di Neraka. Mereka akan saling berpaling dan menyalahkan satu sama lain dengan berkata, 'Wahai fulan, semoga Allah tidak memberkahimu. Engkaulah yang membawaku ke sini.'" 4
"If a group of people gather together to have an intoxicant in this world, Allah will gather them together in the Hell-Fire. They will turn to and blame one another by saying, 0 such and such may Allah not bless you. You brought me here." 4
"Barangsiapa meminum khamar di dunia ini, Allah akan memberinya minum dari racun Asawid. Satu teguk dari racun ini akan membuat daging wajahnya rontok di dalam gelas sebelum ia meminumnya. Setelah meminumnya, dagingnya dan kulitnya akan rontok, dan itu akan mendatangkan rasa sakit bagi penghuni Neraka. Ketahuilah, siapa pun yang meminumnya, memerasnya untuk orang lain, memerasnya untuk dirinya sendiri, membawanya, menerima pengirimannya, atau memakan harganya, semuanya sama-sama menanggung dosanya. Allah tidak menerima Shalat, Puasa, atau Haji mereka hingga mereka bertobat. Tetapi jika mereka mati sebelum bertobat, Allah akan memberi mereka minum nanah Neraka sebanyak setiap dosis yang mereka minum di dunia ini."
"Whoever drinks wine in this world, Allah will make him drink from the poison of Asawid. One sip of this poison will make the flesh of his face fall in the goblet before he drinks it. Having drunk it, his flesh and skin will fall off, and it will bring pain to the people of the Hell-Fire. Behold, whoever drinks it, presses it for another, presses it for himself; carries it, accepts its delivery or eats its price are alike in entailing its sin. Allah does not accept their Prayer, Fasting or Pilgrimage until they repent. But if they die before doing repentance, Allah will make them drink pus of the Hell-Fire for every dosage they drank in this world.
"Waspadalah, setiap yang memabukkan adalah khamar, dan setiap khamar itu haram."
Beware, every intoxicant is wine, and every win is unlawful.” 5
Sabda Nabi ﷺ "Setiap yang memabukkan adalah khamr" juga mencakup hashish (ganja), sebagaimana akan ditunjukkan kemudian.
The Prophet's statement "Every intoxicant is wine" included also hashish (marijuana) as will be shown later.
"Diriwayatkan bahwa: "Ketika para pemabuk dibawa ke jembatan di atas Neraka (Shirath), mereka akan diculik oleh para malaikat azab ke sungai Khabal. Di sana mereka akan meminum, untuk setiap gelas khamar yang pernah mereka minum, seteguk dari sungai Khabal. Teguk itu begitu panas sehingga jika dituangkan ke langit, langit akan terbakar."
It is narrated that "When the drunkards are brought to the bridge on the Fire (Sirat) they will be kidnapped by the angels of punishment to the river of Khabal. There they will drink for every glass of wine they have drunk a sip from the river of Khabal. Such a sip is so hot that if poured on to heaven, it will be burnt."
Beberapa ucapan kaum Muslim generasi awal tentang khamr:
Some of the sayings of the early Muslims about wine:
Ibnu Mas'ud (semoga Allah meridhainya) berkata, "Setiap kali seorang peminum khamar meninggal, hendaklah ia dikuburkan dalam keadaan disalib. Kemudian gali kuburnya untuk memastikan apakah ia menghadap kiblat atau tidak. Jika tidak, hendaklah ia disalib." Diriwayatkan bahwa suatu ketika Al-Fudail bin Iyad menjenguk salah seorang muridnya yang sedang sekarat. Ia mulai menuntun sang murid untuk mengucapkan syahadat, "Tiada tuhan selain Allah, Muhammad ﷺ adalah utusan Allah." Namun sang murid tidak mampu mengikuti ucapannya. Ketika Al-Fudail mengulanginya lagi, sang murid berkata, "Aku tidak pernah bisa mengucapkannya. Aku berlepas diri darinya." Lalu Al-Fudail pergi sambil menangis. Setelah itu, ia bermimpi melihat sang murid diseret menuju Neraka. Ia pun bertanya kepadanya, "Wahai murid malang, mengapa engkau berpaling kepada kebodohan?" Ia menjawab, "Wahai guru, ketika aku sakit, aku pergi menemui seorang tabib yang menyarankan agar aku meminum segelas anggur setiap tahun. Jika tidak, engkau akan tetap sakit. Karena itu, aku meminumnya setiap tahun sebagai pengobatan." Jika itulah tempat tinggal orang yang meminumnya untuk berobat, bagaimana dengan yang lainnya?
"Ibn Mas'ud (may Allah be pleased with him) said, "Whenever a drunkard dies let him be buried crucified. Then disinter his grave to find out whether he is directed to Qiblah or not. If not, let him be crucified." It is narrated that once Al-FudailIbn Eyad visited one of his disciples when dying. He started to instruct the deceased the testification of Faith, 'there is no god but Allah, Muhammad is the Messenger of Allah." but the disciple could not repeat after him. When Al-Fudail repeated it again the disciple said, "I could never pronounce it. I am free of it.’ Then, Al-Fudail left weeping. Afterwards, he saw in a dream the disciple while being dragged to Fire. He asked him, "0 poor disciple, why did you turn to ignorance?" He replied, "0 master, when I was ill, I went to a physician who advised me to drink a glass of wine every year. It not, you would remain sick. Therefore, I used to drink it annually for treatment." If that is the abode of those who drink it for treatment. How about the others?
Ketika seorang yang bertaubat ditanya, "Mengapa engkau bertaubat?" ia menjawab, "Dahulu aku biasa memasuki kuburan. Suatu kali, aku melihat seorang mayit yang tidak dihadapkan ke arah kiblat. Lalu aku bertanya kepada keluarganya tentang dia, dan mereka berkata, 'Dia dahulu minum khamr di dunia dan meninggal tanpa bertaubat.'"
When a penitent was asked, Why he repented he answered, 'I was used to entering graves. Once, I saw a dead person not directed to Qiblah. I, then, asked his kinsmen about him and they said, "He used to drink wine in the world and died without doing repentance.
Salah seorang laki-laki yang saleh berkata, "Setelah memakamkan salah satu anakku, aku melihatnya dalam mimpi dengan kepala yang berambut putih. Aku bertanya, 'Wahai anakku, aku telah memakamkanmu waktu engkau masih kecil, apa yang terjadi padamu?'" Anak itu menjawab, "Wahai ayah, seorang pemabuk dimakamkan di sebelahku. Lalu Neraka menerimanya hanya dengan sekali hembusan. Hembusan itu begitu dahsyat sehingga semua anak-anak menjadi beruban."
Ini merupakan bagian dari sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ad-Daraquthni, An-Nasa'i dan Al-Baihaqi.
1 It is a part of a hadith reported by Ad-Darqutni, An-Nasa'i and AI-Baihaqi.
Diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, dan hadits ini shahih.
2 Reported by AI-Hakim in AI-Mustadrak and it is an authentic hadith.
Diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam *Mustadrak*, dan hadits ini shahih.
3 Reported by AI-Hakim in 'Mustadrak' and it is an authentic hadith.
Diriwayatkan oleh Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ahmad.
4 Reported by Muslim, Abu Dawud, At- Tirmidhi and Ahmad.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, An-Nasa'i dan Al-Baihaqi.
5 Reported by Al-Bukhari, An-Nisa'i and AI-Baihaqi.
6 Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Ahmad, dan Al-Baihaqi.
6 Reported by Ibn Majah, Ahmad and Al-Baihaqi.
.
.
Dilaporkan sebelumnya.
1 Reported before.
2 Diriwayatkan oleh Ahmad, An-Nasa'i dan Al-Hakim.
2 Reported by Ahmad, An-Nasa'i and AI-Hakim.
3 Ibn Khuzaimah dan Al-Baihaqi.
3 Ibn khuzaimah and Ai-Baihaqi.
4 Diriwayatkan oleh Ibnu Hajar Al-'Asqalani dalam *Al-Matalib Al-'Aliyyah* dan diriwayatkan oleh An-Nasa'i.
4 Reported by Ibn Hajar Ai-' Asqalani in 'AI-Matalib AI-Aliyyah' and reported by An-Nasa'i.
Ini memiliki banyak rujukan; riwayat yang paling dekat dengannya diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan An-Nasa'i.
5 This has many references; the nearest narration to it is reported by Ibn Majah and An-Nasa'i.
6 Diriwayatkan oleh Ibnu Hajar Al-Haitami dalam Majma' Az-Zawa'id.
6 Reported by Ibn Hajar AI-Haithami in Majma' AI-Zawa'id.
Al-Harits menyebutkannya dalam Al-Mathalib Al-'Aliyah.