Mendengarkan Percakapan Pribadi Orang Lain
Listening to People's Private Conversations
Allah Yang Maha Tinggi berfirman, {Dan janganlah kalian saling memata-matai.} (Al-Hujurat: 12)
Allah Most High says, {And spy not on each other.} (Al-Hujurat: 12)
Makna perintah ini adalah bahwa seorang Muslim hendaknya menjauhi upaya mencari-cari aib saudaranya yang telah Allah tutupi.
The meaning of this command is that a Muslim should avoid searching about his brother's faults that Allah has concealed.
Suatu ketika seorang laki-laki berkata kepada Ibnu Mas'ud (semoga Allah meridhainya), "Orang ini, Al-Walid bin 'Uqbah, tampaknya mabuk karena terlihat bekas anggur di jenggotnya." Ibnu Mas'ud menjawab, "Kita diperintahkan untuk menghindari mata-mata, tetapi apabila sesuatu telah jelas bagi kita, maka kita menghukumi berdasarkan hal itu." Rasulullah ﷺ bersabda, "Barang siapa mendengarkan pembicaraan orang-orang yang tidak suka jika ia mendengarkannya, maka pada Hari Kiamat kelak timah cair akan dituangkan ke dalam telinganya."1
Once a man said to Ibn Mas'ud (may Allah be pleased with him), "This man, Al-Walid Ibn 'Uqbah, seems to be drunk for the traces of wine appears on his beard." Ibn Mas'ud replied, "We are commanded to avoid spying but when something ascertained to us we judge accordingly.” The Messenger of Allah (pbuh) declared, "Whoever listens to people who are averse to his listening shall have molten lead poured into his ears on the Day of Judgment.”1
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari.
1 Reported by AI-Bukhari.