Tidak Membayar Zakat
Not Paying Zakat
Allah Yang Maha Tinggi berfirman, {Dan janganlah sekali-kali orang-orang yang kikir dengan karunia yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya, mengira bahwa kekikiran itu baik bagi mereka. Bahkan kekikiran itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan di leher mereka pada hari kiamat. Dan milik Allah-lah segala warisan langit dan bumi. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.} (Ali 'Imran: 180)
Allah, the Most High, says, {And let not those who covetously withhold of the gifts which Allah hath given them of His Grace, think that it is good for them: Nay, it will be the worse for them: Soon it will be tied to their necks like a twisted caller, on the Day of Judgment. To Allah belongs the heritage of the heavens and the earth. And Allah is Well-Acquainted with all that ye do.} (AI-Imran: 180)
Al-Qur'an juga menyatakan, {Dan celakalah bagi orang-orang musyrik, yaitu orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka kafir terhadap akhirat. Sesungguhnya bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka memperoleh pahala yang tidak ada putus-putusnya.} (Fussilat: 6-7)
The Qur'an also states, {And woe to those who pay not Zakat and who even deny the Hereafter. For those who believe and work deeds of righteousness is a reward that will never fail.} (Fussilat: 6-7)
Allah Yang Maha Kuasa berfirman, {Dan orang-orang yang menimbun emas dan perak serta tidak menginfakkannya di jalan Allah, beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih. Pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam neraka Jahanam, lalu dibakar dengannya dahi, lambung, dan punggung mereka. (Lalu dikatakan kepada mereka), "Inilah harta yang dahulu kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah (akibat) dari apa yang dahulu kamu simpan itu."} (At-Taubah: 34-35)
Allah, the Almighty, says, {And there are those who hoard gold and silver and spend it not in the way of Allah: announce unto them a most grievous chastisement. On the Day when it will be heated in the Fire of Hell, and with it will be branded their foreheads, their flanks, and their backs. This is the (treasure) which ye hoarded for yourselves: taste ye, then, the (treasures) ye hoarded.} (At- Tawbah: 34-35)
Nabi ﷺ bersabda, "Orang kaya yang memiliki emas dan perak, tetapi tidak menunaikan zakat yang wajib atasnya (hendaknya ia tahu bahwa) emas dan peraknya akan dilelehkan pada Hari Kiamat dan dibentuk menjadi lempengan-lempengan yang kemudian dipanaskan di api Neraka, lalu lambung, dahi, dan punggungnya akan diseterika dengannya. Ketika lempengan-lempengan itu telah dingin, ia akan dipanaskan kembali di tungku Neraka, dan penyeterikaan itu akan terus berlangsung sepanjang hari yang lamanya sama dengan lima puluh ribu tahun, sampai perkara semua manusia telah diputuskan pada saat itu, dan mereka akan diperlihatkan jalannya, baik ke Neraka maupun ke Surga."1
The Prophet (pbuh) said, "A wealthy person who has got gold and silver, but does not pay the Zakat due on the same, (should know that) his gold and silver will be melted on the Day of Judgment and Converted into slabs which will then be heated in the fire of Hell, and then has sides, his forehead, and his back will be branded therewith. When these slabs will get cold, they will be heated up once more in the furnace of the Hell, the branding will be continued throughout the day, the duration of which will be equal to fifty thousand years, and the cases of all the people will have been decided by this time and they will be shown their way either to the Hell or to Paradise.”1
Diriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Ada tiga golongan yang akan masuk Neraka: penguasa yang zalim, orang kaya yang tidak menunaikan hak Allah dari hartanya, dan orang miskin yang sombong."2
It was related that the Messenger of Allah (pbuh) said, "There are three people who will enter the Fire: An oppressive leader, a wealthy person who does not pay Allah's right from his wealth and a proud poor.”2
Ibnu 'Abbas (semoga Allah meridhainya) berkata, "Barangsiapa memiliki harta yang cukup untuk menunaikan haji atau membayar zakat, namun ia tidak melakukannya, maka ia akan meminta kepada Allah untuk dikembalikan (ke dunia) ketika ia hendak meninggal." Seseorang berkata, "Wahai Ibnu 'Abbas, takutlah kepada Allah. Tidak ada yang meminta untuk dikembalikan kecuali orang-orang kafir." Kemudian Ibnu 'Abbas membacakan firman Allah, {Dan belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang dari kamu, lalu ia berkata, "Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh."} (Al-Munafiqun: 10)
Ibn ' Abbas, (may Allah be pleased with him), said, "Whoever has enough property to make pilgrimage or to pay Zakat but he does not will ask Allah to return (to this world) when dying." Someone said, "Ibn 'Abbas, fear Allah, No one asks for return but the unbelievers." Then Ibn ' Abbas read Allah's saying, {And spend something (in charity) out of the substance which We have bestowed on you, before death should come to any of you and he should say, ' O my Lord! Why didst thou not give me respite for a little while I should then have given (largely) in charity, and I should have been one of the doers of good.} (Al-Munafiqun: 10)
Tidak ada zakat atas perhiasan (emas atau perak) yang digunakan untuk keperluan yang diperbolehkan, tetapi jika disiapkan untuk keperluan disewakan atau sebagai barang yang dimiliki secara tetap, maka zakat wajib dikeluarkan. Zakat juga wajib atas barang dagangan.
There is no Zakat on (gold or silver) jewelry that is for permissible use, but if it is prepared for uses of renting or as an article which is pennanent acquisition then Zakat is obligatory. Zakat is also obligatory for trade.
Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Barangsiapa yang dikaruniai kekayaan oleh Allah lalu ia tidak menunaikan zakat hartanya, maka hartanya itu akan menjelma baginya menjadi seekor ular jantan botak yang berbisa, dengan dua bintik hitam di atas kedua matanya. Ular itu akan melilit lehernya, menggigit kedua pipinya, dan berkata, 'Akulah hartamu, akulah simpananmu.'" Kemudian beliau membacakan ayat berikut, {Dan janganlah sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka bahwa kikir itu baik bagi mereka. Sebenarnya kikir itu buruk bagi mereka. Harta yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan di leher mereka kelak di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan} (Ali 'Imran: 180).1
Abu Hurairah, may Allah be pleased with him, related that the Prophet (pbuh) said, "Whoever is made wealthy by Allah and does not pay the Zakat of his wealth will be made like a baldheaded poisonous male snake with two black spots over its eyes. The snake will encircle his neck and bite his cheeks and say, "I am your treasure " Then he recited the following verse, {And definitely let not the ones who are miserly with what Allah has given them,' no indeed, it is an evil (thing) for them. They shall have annulated (about their necks) whatever they were miserly with, on the Day of Resurrection and to Allah is the inheritance of the heavens and the earth,' and Allah is Ever Cognizant of whatsoever you do} (AI-Imran: 180)1
Dalam tafsirnya atas firman Allah {Pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dahi, lambung, dan punggung mereka disetrika dengan emas dan perak itu. Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang akibat dari apa yang kamu simpan itu} (At-Taubah: 35)
In his commentary on Allah's saying {On the Day when it will be heated in the fire of Hell, and with it will be branded their foreheads, their flanks, and their backs, -This is the (treasures) which ye hoarded for yourselves: taste ye, then the (treasures) ye hoarded} (Al- Tawbah: 35)
Ibnu Mas'ud berkata, "Dirham dan Dinar tidak akan diletakkan di atas kulitnya secara bersama-sama, melainkan secara terpisah, dan akan menutupi seluruh tubuhnya." Diriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Lima (perbuatan) mengakibatkan lima (hukuman)." Mereka bertanya, "Apa maksudnya?" Beliau menjawab, "Setiap kali suatu kaum melanggar perjanjian, Allah akan membuat musuh mereka menyerang mereka. Jika mereka memutuskan hukum dengan selain hukum Allah, mereka akan ditimpa kemiskinan. Jika perzinaan merajalela di tengah mereka, kematian akan semakin banyak. Jika mereka mengurangi takaran dan timbangan, mereka akan dihalangi dari hasil pertanian dan mengalami tahun-tahun paceklik. Jika mereka tidak menunaikan zakat, maka tidak akan turun hujan."2
Ibn Mas'ud said, “Dirham and Dinar will not be put in his skin collectively but separately and will cover him totally.” It was related that the Messenger of Allah (pbuh) said, "Five (actions) entail five (punishments)" They asked, "What does it mean?" He said, "Whenever some people break a covenant, Allah will entice their enemy to attack them. If they rule in other than Allah's law, they will be plagued with poverty. If indecency (adultery) prevails them, there will be more deaths. If they give short scales or weights they will be deprived of tillage and will suffer the barren years, if they do not pay Zakat, there will be no rain.” 2
Muhammad Ibn Yusuf Al-Feriabi berkata, "Suatu ketika aku keluar bersama sekelompok sahabatku untuk mengunjungi Abu Sann'an, semoga Allah merahmatinya. Ketika kami masuk ke rumahnya dan duduk sebentar, ia berkata, 'Mari kita mengunjungi seorang tetangga yang saudaranya baru saja meninggal untuk menghiburnya.' Kemudian kami semua pergi menemui laki-laki itu, tetapi kami mendapatinya meratap dan tidak sabar atas kematian saudaranya. Maka kami berusaha menghiburnya, namun sia-sia. Kami menasihatinya bahwa kematian adalah akhir yang tak terhindarkan. Lalu ia berkata, 'Aku tahu. Aku hanya menangisi tempat tinggal saudaraku setelah kematiannya dan siksa yang sedang ia alami.' Kami bertanya, 'Apakah Allah telah memberimu kemampuan untuk mengetahui yang gaib?' Ia menjawab, 'Tentu tidak, tetapi ketika aku menguburkannya dan orang-orang pergi, aku duduk di dekat kuburnya. Sementara itu, aku mendengar suara yang menyedihkan. Aku mendengar seseorang menangis. Oh, mereka meninggalkannya sendirian menanggung siksa.' Aku sedang salat dan berpuasa. Lalu aku menangis, dan karena iba aku mulai menggali kuburnya untuk melihatnya. Kuburnya penuh dengan api, dan aku melihat lingkaran api di lehernya. Karena iba, aku mengulurkan tanganku untuk melepaskannya dari lingkaran api itu. Belum sempat aku mengulurkan tangan, jari-jariku terbakar.' Lalu laki-laki itu memperlihatkan tangannya yang terbakar kepada kami. Ia melanjutkan, 'Aku menimbun kembali tanah di atasnya dan pergi. Maka bagaimana mungkin aku bisa sabar setelah aku melihat keadaannya.' Kami kemudian bertanya, 'Apa yang dilakukan saudaramu di dunia ini?' Ia menjawab."
Muhammad Ibn Yusuf Al-Feriabi said, II Once I went out accompanied with a group of my friends to visit Abu Sann'an, may Allah have mercy on him. When we entered his house and sat down for a while, he said, “Let us visit a neighbor whose brother has recently died to console him.” Then, we all went to the man but we found him wailing and impatient for the death of his brother. Accordingly, we tried to console him but of no avail. We admonished him that death is an inevitable end. Then, he said, I know. I just weep for my brother’s death abode and the torture he is in. We asked, “Did Allah enable you to know the Unseen?” He said,” Of course not, but when I buried him and people went away I sat down by his grave. Meanwhile, I heard a sound of distress. I heard someone crying.” Oh, they left me alone to suffer the torture. I was praying, and fasting. Then, I wept and out of pity I began to snatch the grave to see him. The grave was full of fire and I noticed a circle of fire around his neck. Out of pity I extended my arm to extricate him from such circle of fire. No sooner did I extend my hand than my fingers were burnt. Then, the man showed us his burnt hand. He went on saying, I hoarded the earth over him again and went away. Thus, how can I keep patient after I have seen how he is. We, then, asked, "What did your brother do in this world?" He replied.
"Dia tidak membayar Zakat." Kami berkata, "Ini sesuai dengan firman Allah, {Dan janganlah sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya mengira bahwa kikir itu baik bagi mereka. Bahkan kikir itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan di leher mereka kelak di hari kiamat.} (Ali 'Imran: 180)
“He did not pay Zakat." We said, "This is in accordance with Allah's saying, {And not those who covetously withhold of the gifts which Allah hath given them of His Grace, think that it is good for them: Nay, it will be the worse for them: Soon it will be tied to their neck like a twisted collar on the day of Judgment.} (Al-Imran: 180)
Saudaramu, oleh karena itu, disiksa lebih dahulu di dalam kuburnya hingga Hari Kiamat.
Your brother, therefore, is being tortured in advance in his grave until the Day of Judgment.
Setelah itu, kami pergi menemui Abu Dzar, sahabat Nabi ﷺ, dan menceritakan kisah orang ini kepadanya. Kami juga berkata, "Ketika seorang Yahudi atau Nasrani meninggal, kami tidak melihat mereka menderita seperti itu." Ia berkata, "Mereka pasti berada di neraka. Allah hanya memperlihatkan kepada kalian tempat tinggal kaum Muslim agar kalian mengambil pelajaran. Allah Yang Mahatinggi berfirman, {Sesungguhnya telah datang bukti-bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu; barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri, dan barangsiapa buta (tidak melihat), maka (mudaratnya) kembali kepadanya. Dan aku bukanlah penjagamu.} (Al-An'am: 104)"
Afterwards, we went ahead to Abu Dharr., the Prophet's companion, and told him this man's story. We also said, "When a Jew or a Christian dies, we do not notice them suffering like that," He said; "They are undoubtedly in the Hell-fire. Allah just shows you the abode of the Muslims to learn the lesson. Allah, the Most High, says, {Now have come to you, from your Lord proofs (to open your eyes): If any will see, it will be for (the good of) his own soul: If any will be blind it will be to his own (harm) I am not (here to watch over your doing.)} (AI-An' am: 104)
1 Diriwayatkan oleh Muslim, Ahmad dan An-Nasa'i 2 Bagian dari sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Al-Hakim, Ibnu Hibban dan Ahmad.
1 Reported by Muslim, Ahmad and An-Nisa'i 2 Part of a hadith reported by AI-Hakim, Ibn Hibban and Ahmad.
.
.
1 Diriwayatkan oleh Bukhari.
1 Reported by Bukhari.
2 Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ahmad.
2 Reported by Abu Dawud and Ahmad.