Menyeret Ujung Pakaian Karena Kesombongan
Dragging the Hem Of One's Garment Out of Conceit
Allah Yang Maha Kuasa berfirman, {Dan janganlah engkau berjalan di muka bumi dengan angkuh; sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.} (Luqman: 18)
Allah, the Almighty said, {Nor walk haughtily through the land: For Allah loveth not any arrogant boaster.} (Luqman: 18)
Nabi ﷺ bersabda, "Bagian mana pun dari jubah seorang Muslim yang berada di bawah mata kaki akan berada di Neraka."1
The Prophet (pbuh) said, "Any part of the caftan of the Muslim below the anklebones is in Hell.”1
Beliau ﷺ bersabda, "Allah tidak akan melihat orang yang menyeret pakaiannya dengan kesombongan."2
He, (pbuh) said, "Allah will not look at the one who haughtily drags his garment.”2
Nabi ﷺ bersabda, "Ada tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah, tidak akan dipandang oleh-Nya, dan tidak akan disucikan pada hari kiamat, serta bagi mereka azab yang pedih: orang yang menjulurkan kainnya melebihi mata kaki (karena sombong), orang yang mengungkit-ungkit pemberiannya, dan orang yang menjual barang dagangan dengan bersumpah bahwa ia telah membelinya dengan harga lebih mahal daripada yang sebenarnya."3
The Prophet (pbuh) said, "There are three people whom Allah will not speak to, look at, or exonerate on the day of judgment, and who will have a painful torment: he who wears the hem of his garment low (out of pride), he who reminds recipients of his charity to them, and he who sells merchandise swearing that he paid more for it than he actually did.”3
Dalam riwayat lain disebutkan, "Ketika seorang laki-laki berjalan dengan mengenakan pakaian baru, dengan langkah yang congkak, merasa bangga pada dirinya sendiri dan rambutnya tersisir rapi, Allah membuat bumi menelannya dan ia akan terus tenggelam hingga hari kiamat."4
In another narration, it is reported that, "While a man was walking along in a new set of clothes, with a swagger to his step, pleased with himself and his hair combed down, Allah caused the earth to swallow him and he will keep sinking until the last day.”4
Nabi ﷺ diriwayatkan bersabda, "Barangsiapa menjulurkan pakaiannya karena kesombongan, Allah tidak akan memandangnya pada Hari Kiamat."5
The Prophet (pbuh) is reported to have said, "He who, out of pride, drags his garment, Allah will not look at him on the Day of Judgment.”5
Nabi ﷺ juga diriwayatkan bersabda, "Menjulurkan kain sarung, baju, dan serban itu berlaku pada pakaian seseorang. Barangsiapa yang karena kesombongan menjulurkan salah satunya, maka Allah tidak akan memandangnya pada Hari Kiamat."6
The Prophet (pbuh) is also reported to have said, "D ragging applies to one's garment, shirt and turban. He who, out of pride, drags any of them, Allah will not look at him on the Day of Judgment.”6
Nabi ﷺ juga diriwayatkan bersabda, "Jubah seorang Muslim panjangnya sampai pertengahan betis, dan tidak ada dosa pada bagian antara itu dan kedua mata kaki, namun bagian mana pun yang berada di bawah kedua mata kaki itu berada di Neraka."7
The Prophet (pbuh) is also reported to have said, "The caftan of the Muslim comes down to mid calf, there being no harm in what is between this and the ankle bones, though any of it below the ankle bones is in Hell.”7
Hukum ini berlaku untuk segala jenis pakaian. Maka, kita memohon keselamatan kepada Allah. Abu Hurairah (semoga Allah meridhainya) berkata, "Ketika seorang laki-laki sedang shalat sambil menjulurkan pakaiannya hingga menyentuh tanah, Rasulullah ﷺ berkata kepadanya, 'Pergilah dan berwudhu lagi.' Ia pun pergi, berwudhu, lalu kembali. Nabi ﷺ bersabda, 'Pergilah dan berwudhu lagi.' Seseorang bertanya, 'Wahai Rasulullah, mengapa engkau memerintahkannya untuk memperbarui wudhunya?' Nabi ﷺ diam sejenak, lalu bersabda, 'Ia shalat dengan membiarkan pakaiannya menyentuh tanah, dan Allah tidak menerima shalat orang seperti itu.'" 1
This judgment applies to all kinds of clothing. So, we ask Allah for safety. Abu Hurairah (may Allah be pleased with him) said, "While a man was praying, dragging his garment on the ground, the Prophet of Allah said to him, "Go and make Wudu' (ablution) again" he went and made ablution and came. The Prophet (pbuh) said, "Go and make Wudu' again.” A man asked, 0 Messenger of Allah, why did you order him to renew his Wudu'? The Prophet (pbuh) kept silent for a while, then he said, "He was praying while letting his garment to reach the ground, and Allah does not accept the prayer of such a person.” 1
Ketika Rasulullah ﷺ bersabda, "Barangsiapa menjulurkan ujung pakaiannya ke tanah karena kesombongan, Allah tidak akan memandangnya," Abu Bakar (semoga Allah meridhainya) berkata, "Wahai Rasulullah, pakaianku sering menjulur ke tanah kecuali jika aku menahannya." Rasulullah ﷺ bersabda, "Engkau bukan termasuk orang yang melakukannya karena kesombongan."2
When the Messenger of Allah (pbuh) said that, "Whoever lets the hem of his garment drag on the ground out of pride, Allah will not look at him", Abu Bakr (may Allah be pleased with him) said, "0 Messenger of Allah my garment is always dragging on the ground unless I restrain it. The Messenger of Allah (pbuh) said, "You are not one of those who do it out of pride.”2
1 Telah disebutkan sebelumnya.
1 It is previously mentioned.
2 Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Shu'ab Al-Iman.
2 Reported by AI-Baihaqi in Shu'ab Al-Iman.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari.
3 Reported by AI-Bukhari.
Hal ini telah disebutkan sebelumnya.
4 It is previously mentioned.
Hal ini telah disebutkan sebelumnya.
5 It is previously mentioned.
6 Telah disebutkan sebelumnya.
6 It is previously mentioned.
7 Diriwayatkan oleh Abu Dawud.
7 Reported by Abu Dawud.
.
.
1 Diriwayatkan oleh Abu Dawud.
1 Reported by Abu Dawud.
Diriwayatkan oleh Abu Dawud.
2 Reported by Abu Dawud.