Membebani Secara Berlebihan dan Kesombongan terhadap Orang Lain
Overburdening And Arrogance Against Others
Ini termasuk berlaku sewenang-wenang terhadap orang lemah, budak laki-laki, budak perempuan, istri, dan hewan. Allah Yang Maha Kuasa memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada golongan-golongan ini. Dia berfirman, {Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri} (An-Nisa': 36)
This includes overbearing the weak, the male slave, the female slave, the wife and the beast. Allah, the Almighty ordered us to deal in kindness towards these varieties. He said, {Serve Allah and join not any partners with Him, and do good to parents, kinsfolk, orphans, those in need, neighbors who are of kin, neighbors who are strangers, the companion by your side, the way-fairer( ye meet) and what your right hands possess: for Allah loveth not the arrogant, the vainglorious} (An-Nisa': 36)
Mengenai firman Allah, {Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun}, Al-Wahidi berkata: "Ahmad bin Ibrahim Al-Mahragjani menceritakan kepada kami dari Mu'adz bin Jabal (semoga Allah ridha kepadanya), yang berkata: Suatu ketika aku berboncengan di belakang Nabi ﷺ di atas seekor keledai. Nabi ﷺ bersabda, 'Wahai Mu'adz!' Aku menjawab, 'Labbaik, wahai Rasulullah, aku siap melayanimu.' Beliau bersabda, 'Tahukah kamu apa hak Allah atas hamba-hamba-Nya dan apa hak hamba-hamba atas Tuhan mereka?' Aku menjawab, 'Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.' Beliau bersabda, 'Hak Allah atas hamba-hamba-Nya adalah agar mereka menyembah-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, dan hak hamba-hamba atas Tuhan mereka adalah agar Dia tidak mengazab orang yang tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.'" 1
Concerning Allah's saying, {Serve Allah, and join not any partners with Him} Al-Wahidi said "Ahmad Ibn Ibrahim Al-Mahragjani told us on the authority of Mu'adh Ibn Jabal (may Allah be please with him) who said, once I was riding behind the Prophet (pbuh) on a donkey. The Prophet said, O Mu'adh, I said, here I am! At your service O Messenger of Allah. He said, "Do you know what are the rights of Allah towards His servants and what are the rights of the servants towards their Lord? I said, "Allah and His Messenger know best. He said, "The rights of Allah towards His servants is to worship Him and ascribe not any partners unto Him and the right of servants towards their Lord is to torment not the one who does not ascribe any partner unto Him.” 1
Dari Ibnu Mas'ud (semoga Allah meridhainya), beliau berkata: "Pernah seorang Arab Badui datang kepada Nabi ﷺ dan berkata, 'Wahai Nabi Allah, berilah aku nasihat!' Maka Nabi ﷺ bersabda, 'Janganlah engkau menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, meskipun engkau dipotong-potong atau dibakar. Janganlah engkau mengakhirkan shalat dari waktunya, karena shalat adalah amanah Allah. Dan janganlah engkau meminum khamr, karena khamr adalah kunci dari segala kejahatan.'"2
On the authority of Ibn Mas'ud (may Allah be pleased with him) who said, "Once a bedouin came to the Prophet (pbuh) and said, O the Prophet of Allah, counsel me? The Prophet said, "Do not ascribe anything unto Allah, even if you are cut up into pieces or burnt and do not delay the prayer from its appointed times for it is the trust of Allah. And do not drink wine for it is the key of every evil.”2
Allah Yang Maha Kuasa berfirman, {dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua}, maksudnya seseorang hendaknya bersikap lembut dan santun kepada kedua orang tuanya. Ia tidak boleh kasar dalam menanggapi mereka. Ia hendaknya berada di hadapan mereka seperti hamba di hadapan tuannya. {Kerabat} Allah, maksudnya seseorang hendaknya menjalin hubungan yang baik dengan mereka dan berbuat baik kepada mereka. {Anak-anak yatim}, seseorang hendaknya bersikap penuh kasih sayang kepada mereka dan mengusap kepala mereka. {Orang-orang miskin}, dengan menafkahkan sebagian hartanya dan membalas dengan rasa syukur. {Tetangga yang dekat}, maksudnya mereka yang memiliki hubungan kekerabatan denganmu. Mereka memiliki hak kekerabatan, hak bertetangga, dan hak Islam. {Tetangga yang jauh} adalah mereka yang tidak memiliki hubungan kekerabatan denganmu.
Allah, the Almighty said, {and do good to parents} this means that the person should deal gently and be kind to his parents. He should not be harsh in his response to them. He should be before them as the slave before his master. {Kinsfolk} Allah means that theperson should have good relations with them and be kind towards them. {Orphans} the person should be merciful towards them and rub their heads. Those in need, By spending some of his money and returning gratitude. Neighbors who are of kin, means those with whom you have a kinship. They have the right of kinship, the right of a neighborhood and the right of Islam. Neighbors who are "strangers" are those with whom you have no kinship.
Dari ‘Aisyah (semoga Allah meridhainya), ia berkata: "Nabi ﷺ bersabda, 'Jibril terus-menerus berpesan kepadaku tentang tetangga, sampai aku mengira bahwa ia akan menjadikannya mendapat bagian warisan.'" 1
On the authority of ' Aishah (may Allah be pleased with her) "The Prophet (pbuh) said, "Gabriel continued to counsel me concerning the neighbor until I thought that he would designate to him a share of inheritance.” 1
Dari Anas bin Malik (semoga Allah meridhainya), "Rasulullah ﷺ
On the authority of Anas Ibn Malik (may Allah be pleased with him), "The Messenger of Allah (pbuh)
Dia (Nabi) bersabda: "Pada Hari Kiamat, seorang tetangga akan bergelantungan pada tetangganya seraya berkata, 'Ya Tuhanku, Engkau telah memberikan banyak nikmat kepada saudaraku, sedangkan Engkau tidak memberikan apa pun kepadaku. Aku menghabiskan malamku dalam kelaparan, sementara dia sangat kenyang. Tanyakanlah kepadanya mengapa dia begitu kikir dan menghalangi aku dari nikmat yang Engkau berikan kepadanya.'" 2
said, "On the Day of Judgment, the neighbor will hang himself to his neighbor saying, "0 Lord, you granted my brother many blessings and deprived me any. I spent my night suffering the hunger while he was very satisfied. Ask him why he was very stingy and prevented me any of the blessings You granted to him.” 2
Mengenai firman Allah, {dan teman sejawat} (QS. An-Nisa: 36), Ibnu 'Abbas dan Mujahid berkata, ia adalah orang yang menemani kalian dalam perjalanan. Ia memiliki hak tetangga dan hak persahabatan. (Ibnu Sabil adalah orang yang lemah, dan kalian harus menuntunnya kepada apa yang ia inginkan.) Ibnu 'Abbas berkata, seseorang hendaknya menerima musafir dengan jamuan dan memberinya makan hingga ia pergi. {Dan hamba sahaya yang kalian miliki} adalah budak, baik laki-laki maupun perempuan. Orang tersebut hendaknya memberi nafkah kepadanya dan memaafkan kesalahannya. Mengenai firman Allah, {Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri}, Ibnu 'Abbas berkata, "Yang dimaksud dengan sombong adalah orang yang membesarkan dirinya sendiri (sangat congkak) yang tidak menunaikan hak-hak Allah. Yang dimaksud dengan membanggakan diri adalah orang yang meninggikan dirinya atas manusia dengan nikmat yang Allah berikan kepadanya."
Concerning Allah's saying, {The companion be our side} Ibn `Abbas and Mujahidsaid, he is the one who accompanies you in travel, he has the right of the neighbor and the right of companionship. (The wayfarer is the weak and you should guide him to what he wants. Ibn `Abbas said a person should receive the wayfarer with hospitality and should feed him until he goes away." What your right hands possess, they are the slaves, whether male or female. The person should provide for him and should forgive him his mistakes. Concerning Allah's saying, {for Allah loveth not the arrogant, the vainglorious}, Ibn 'Abbas said, "What is meant by arrogant is the one who exalted in himself (very proud) who does not observe Allah's rights. By the vainglorious, Allah means the one who exalts himself over people by the blessings which Allah has granted him.
Dari Abu Hurairah (semoga Allah meridainya), ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda, "Ketika seorang laki-laki dari kalangan orang-orang sebelum kalian berjalan dengan memakai pakaiannya secara sombong dan membanggakan diri, ia ditelan oleh bumi dan ia akan terus terbenam di dalamnya hingga Hari Kiamat." Usamah berkata: Aku mendengar Ibnu 'Umar berkata, "Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Barangsiapa menjulurkan pakaiannya karena kesombongan, Allah tidak akan memandangnya pada Hari Kiamat.'" 3
On the authority of Abu Hurairah (may Allah be pleased with him) who said, "the Messenger of Allah (pbuh) said, "While a man, from those who preceded you, wearing a garment was walking arrogantly and in a vainglorious way, he was swallowed by the earth and he will be driven in it until the Day of Judgment." Usamah said I heard Ibn 'Umar saying, “I heard the Messenger of Allah (pbuh) saying, "Whoever drags his clothes out of conceit, Allah will not look at him on the Day of Judgment.” 3
Dalam penyakit yang membawa kepada wafatnya ini, Rasulullah ﷺ senantiasa menasihati manusia dengan shalat dan dengan apa yang dimiliki tangan kanan mereka, seraya bersabda, "Allah, Allah, perhatikanlah shalat dan apa yang dimiliki tangan kanan kalian." 4
In this death disease, the Messenger of Allah (pbuh) used to advise people with prayer and with what their right hands possess saying, “Allah, Allah, be heedful of prayer and what your right hands possess.” 4
Dalam riwayat lain, dilaporkan bahwa, "Memperlakukan dengan baik apa yang dimiliki seseorang adalah pertanda baik, dan memperlakukannya dengan buruk adalah pertanda buruk." 5
In another narration, it is reported that, "Good treatment of what the person owns is a good omen and ill-treatment is a bad omen.” 5
Rasulullah ﷺ bersabda, "Orang yang memperlakukan apa yang dimilikinya dengan cara yang buruk tidak akan masuk Surga." 6
The Messenger of Allah (pbuh) said, "The one who treat what he owns in an evil way will never enter Paradise.” 6
Ibnu Mas'ud (radhiyallahu 'anhu) berkata, "Suatu ketika aku memukul budakku dengan cambuk, lalu aku mendengar suara dari belakangku berkata, 'Wahai Abu Mas'ud, ketahuilah bahwa Allah lebih mampu atas dirimu daripada atas budak ini.' Ibnu Mas'ud berkata, 'Aku tidak akan pernah lagi memukul budak mana pun.'" Dalam riwayat lain disebutkan bahwa cambuk itu jatuh dari tanganku karena rasa takut kepada Rasulullah ﷺ. Dalam riwayat yang lain, aku berkata, "Dia merdeka karena Allah," lalu orang itu berkata, "Jika kamu tidak melakukannya, niscaya api akan membakarmu."
Ibn Mas'ud (may Allah be pleased with him) said, "Once I was beating my slave with a whip and I heard a voice from behind me saying, "0 Abu Mas'ud, know that Allah is more able than you on this slave" Ibn Mas'ud said, " I will never beat any slave again 'f In another narration, (the whip fell down from my hand because of the fear of the Messenger of Allah (pbuh) in another, "I said, he is free for the sake of Allah, the man said, if you did not do it, the fire would scorch you.” 1
Imam Muslim juga meriwayatkan dari hadits Ibnu 'Umar (semoga Allah meridhainya), yang berkata: "Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa memukul budaknya karena sesuatu yang tidak dilakukannya, atau menamparnya, maka penebusannya adalah memerdekakannya.""
Imam Muslim also reported that from the hadith of Ibn 'Umar (may Allah be pleased with him) who said, "The Messenger of Allah (pbuh) said, "Whoever beats his slave for something which he did not do, or slaps him, its expiation is to free him.” 2
Hakim bin Hizam (semoga Allah ridha kepadanya) berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, "Allah akan mengazab orang-orang yang menyiksa manusia di kehidupan dunia ini." 3
Hakim fun Hizam (may Allah be pleased with him) said that, "The Messenger of Allah (pbuh) said, "Allah will torture those who torture people in this worldly life” 3
Dalam riwayat lain juga dilaporkan, "Barang siapa memukul seseorang dengan cambuk secara zalim, maka ia akan dibalas (qisas) atasnya pada Hari Kiamat." 4
In another narration, it is also reported, "Whoever unjustly beats anyone with a whip, it will be retaliated on him on the Day of Judgment.” 4
Rasulullah ﷺ pernah ditanya, "Berapa kali kita harus memaafkan hamba?" Beliau menjawab, "Tujuh puluh kali dalam sehari." 5
The Messenger of Allah (pbuh) was asked, "How many times should we forgive the servant? He replied, "Seventy times a day.” 5
Suatu ketika Nabi ﷺ sedang memegang siwak di tangannya, lalu beliau memanggil pelayannya, namun pelayan itu terlambat beberapa menit. Nabi ﷺ bersabda, "Seandainya tidak ada qisas, niscaya aku akan memukulmu dengan siwak ini." 6
Once the Prophet (pbuh) was holding a Siwak (tooth-stick) in his hands and he called his servant, but he was late for some minutes. The Prophet said, "If there was no retaliation, I would beat you with this Siwak.” 6
Abu Hurairah (semoga Allah meridhainya) memiliki seorang budak perempuan berkulit hitam. Suatu ketika ia mengangkat cambuk ke arahnya, lalu berkata, "Seandainya tidak ada qisas, niscaya aku akan memukulmu sampai engkau pingsan. Tetapi aku akan menjualmu kepada Dia yang akan membayar harga dirimu sepenuhnya dariku." Lalu ia memerdekakannya karena Allah.
Abu Hurairah (may Allah be pleased with him) had a black slave girl and he raised a whip on her but he said, "If there was no retaliation, I would beat you until you fell unconscious but I will sell you to the One Who will pay your price in full from me and he freed her for the sake of Allah.
Suatu ketika, seorang wanita datang kepada Nabi ﷺ dan berkata, "Wahai Rasulullah, aku berkata kepada budak perempuanku, 'Wahai pezina!'" Beliau bersabda, "Apakah dia benar-benar seperti yang kamu katakan?" Wanita itu menjawab, "Tidak." Beliau bersabda, "Dia akan menuntut keadilan darimu pada Hari Kiamat." Setelah itu, wanita tersebut kembali kepada budak perempuannya, memberinya cambuk, dan berkata kepadanya, "Pukullah aku." Budak perempuan itu menolak melakukannya. Maka wanita itu membebaskannya, lalu kembali kepada Nabi ﷺ dan menceritakan hal itu kepada beliau. Beliau bersabda, "Semoga apa yang kamu lakukan menjadi penebus atas tuduhanmu terhadapnya dengan perkataan semacam itu."
Once, a woman came to the Prophet (pbuh) and said, "0 Messenger of Allah, I said to my slave girl, '0 adulteress! He said, 'Is she truly as you say?' She said, 'No' He said, 'She would seek justice from you on the Day of Judgment.’ Thereupon, she returned to her slave girl and gave her a whip and said to her 'beat me.' The salve girl refused to do so. She freed her and returned to the Prophet (pbuh) and told him about that. He said, 'May what you did be an expiation for your accusing her of such a thing.” 7
Dalam kitab Shahih (Bukhari dan Muslim), Rasulullah ﷺ bersabda, "Barangsiapa menuduh budaknya berbuat zina padahal ia tidak melakukannya, maka ia akan dicambuk pada Hari Kiamat sebagai balasan, kecuali jika budak itu memang sebagaimana yang ia tuduhkan."
In the two Sahihs, the Messenger of Allah (pbuh) said, "Whoever charged his slave with an accusation while he is innocent from it, he will be flogged on the Day of Judgment as retaliation unless he was as he said.” 8
Dalam riwayat lain, "Budak hendaknya diberi makan dan pakaian, dan tidak dibebani dengan sesuatu yang di luar kemampuannya."
In another narration, "The slave should be fed and clothed and should not be burdened with something beyond his capacity.” 1
Dalam sakit yang membawa kematiannya, Rasulullah ﷺ biasa menasihati para Sahabatnya dengan berkata, "Peliharalah shalat dan (perlakukanlah dengan baik) budak-budak yang dimiliki tangan kanan kalian. Berilah mereka makan dari apa yang kalian makan dan berilah mereka pakaian dari apa yang kalian pakai. Janganlah membebani mereka dengan sesuatu yang di luar kemampuan mereka. Jika kalian membebani mereka, maka bantulah mereka untuk menyelesaikannya. Janganlah menyiksa makhluk-makhluk Allah, karena Allah telah menjadikan kalian sebagai pemilik mereka." 2
In his death-disease, the Messenger of Allah (pbuh) used to advise his Companions saying, "Be heedful of prayer and of those whom your right hands possess. Feed them from what you feed yourselves and clothe them from what you clothe yourselves. Do not burden them with something beyond their capacity. In case you burden them, you should help them to fulfill it. Do not torment the creatures of Allah, for Allah made you the owners.” 2
Suatu ketika, sekelompok orang masuk menemui Salman Al-Parisi (semoga Allah meridhainya) saat ia menjabat sebagai gubernur Al-Mada'in, dan mereka mendapatinya sedang merendam adonan untuk keluarganya. Mereka berkata kepadanya, "Mengapa engkau tidak menyerahkan pekerjaan ini kepada budak perempuan?" Ia (semoga Allah meridhainya) menjawab, "Kami telah menyuruhnya melakukan beberapa urusan, dan kami tidak suka membebaninya dengan pekerjaan lain." Seorang Muslim generasi awal berkata, "Janganlah engkau memukul budak karena setiap kesalahannya, tetapi hitunglah kesalahan-kesalahannya itu baginya. Dan jika ia durhaka kepada Allah, pukullah ia karena perbuatan itu dan ingatkanlah ia akan kesalahan-kesalahannya."
Once, a group of people entered upon Salman AI-Parisi (may Allah be pleased with him) while he was the governor of AI-Mada'in and they found him soaking a paste for his family. They said to him, would you not leave the slave girl to do this? He (may Allah be pleased with him) said, "We sent her for some concerns (affairs) and we hated to burden her with another thing." An early Muslim said, "Do not beat the slave for every fault, but count them for him. And in case he disobeyed Allah, beat him for this and remind him with his faults.
Memisahkan budak, baik laki-laki maupun perempuan, dari anak-anaknya atau saudara-saudaranya adalah perlakuan buruk yang keji. Nabi ﷺ diriwayatkan bersabda, "Barang siapa memisahkan seorang budak dengan anak-anaknya, Allah akan memisahkan dia dengan orang-orang yang dicintainya pada Hari Kiamat." 3
It is heinous maltreatment to the slave, both male and female to separate him from his children or his brothers. The Prophet (pbuh) isreported to have said, "Whoever separates a slave and his/her children, Allah will separate him and his beloved ones on the Day of Judgment.” 3
Ali bin Abi Thalib (semoga Allah memuliakan wajahnya) berkata, "Rasulullah ﷺ memberiku dua budak yang bersaudara. Aku menjual salah satunya, lalu Rasulullah ﷺ bersabda, "Kembalikanlah ia," dan beliau mengulanginya." 4
Ali Ibn Abi Talib (may Allah honor his face) said, "The Messenger of Allah (pbuh) granted me two slave brothers. I sold one of them and thereupon the Messenger of Allah (peace and blessings be upon him) said, "Bring him back again and repeated it.” 4
Termasuk perlakuan buruk yang keji terhadap budak, baik laki-laki maupun perempuan, dan terhadap hewan, adalah membiarkan mereka hingga marah. Rasulullah ﷺ diriwayatkan bersabda, "Cukuplah seseorang berdosa jika ia menahan makanan dari orang-orang yang menjadi tanggungannya." 5
It is also a heinous maltreatment to both the slave, male and female and to beasts to leave them until they get angry. The Messenger of Allah (pbuh) is reported to have said, "It is a sufficient sin for a person to prevent those whom he owns his food.” 5
Termasuk perlakuan zalim terhadap hewan ternak jika ia diperlakukan dengan kasar, dikurung, dihalangi dari makanannya, atau dibebani dengan sesuatu yang melampaui kemampuannya. Tentang hal ini Allah berfirman, {Tidak ada seekor binatang pun yang ada di bumi, dan tidak (pula) burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan (mereka itu) adalah umat-umat seperti kamu}
It is mistreatment to a beast if it is: treated in a harsh manner, imprisoned, deprived of its food, or to burden it with that which is beyond its capacity. Concerning this Allah says, {There is not an animal (that lives) on the earth, nor a being that flies on its wings, but (forms part of)
{communities like you} (Al-An'am: 38)
communities like you} (AI-An'am: 38)
Diriwayatkan, "Umat-umat ini akan dikumpulkan pada Hari Kiamat, sementara manusia juga akan dikumpulkan pada Hari Kiamat. Ketika manusia sedang berdiri, akan ada pengadilan di antara binatang-binatang, sampai-sampai domba yang tidak bertanduk akan membalas (kezaliman) kepada domba yang bertanduk, dan semut yang satu kepada semut yang lain. Kemudian dikatakan kepada mereka, 'Jadilah kalian debu.' Pada saat itu orang kafir akan berkata, 'Celakalah aku! Sekiranya aku dahulu menjadi debu!'" 6 Ini menjadi bukti bahwa akan ada pengadilan antara binatang dan manusia, sampai-sampai jika seseorang secara zalim memukul seekor binatang, atau membuatnya kehausan, menghalanginya dari makanan, atau membebaninya dengan sesuatu yang melampaui kemampuannya, maka binatang itu akan membalasnya pada Hari Kiamat dengan cara yang setimpal. Untuk mendukung hal ini, terdapat dalil berikut dari dua kitab Sahih: Abu Hurairah (semoga Allah meridhainya) berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, 'Seorang wanita disiksa karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati. Ia masuk neraka karenanya, sebab ia tidak memberinya makan dan tidak memberinya minum, ketika ia mengurungnya dan tidak membiarkannya mencari makan dari binatang-binatang kecil di bumi.'" 1
It is reported that, "These communities will be brought on the Day of Judgment while the people will be brought on the Day of Judgment. While the people are standing, there will be judgment amongst the animals to such an extent that the bald-headed sheep will retaliate from the horny and the atom from another.. Then it will be said to them, 'Be dust.’ At this moment the disbeliever will say, "Woe unto me! Would that I were (mere) dust! “ 6 This is evidence that there will be Judgment between the animals and the human being to such an extent that if a person unjustly beat an animal, or made it thirsty, prevented it food, or burdened it with that which is beyond its capacity, it will retaliate against him on the Day of Judgment in an equal way. To support this, we have the following evidence from the two Sahihs: Abu Hurairah (may Allah be pleased with him) said, "The Messenger of Allah (pbuh) said, "A woman was tortured for a cat she imprisoned until it died. She went to Hell because of it, having neither fed it nor watered it, for she confined it and would not let it go to forage on the small creatures of the earth.” 1
Dalam Sahih Al-Bukhari diriwayatkan bahwa, "Rasulullah ﷺ melihat (dalam mimpinya) seorang wanita yang digantung di Neraka dan seekor kucing yang mencakar wajah serta dadanya dan menyiksanya sebagaimana dia menyiksa kucing itu di dunia dengan mengurungnya dan tidak memberinya makanan."
In Sahih Al-Bukhari, it is reported that, "The Messenger of Allah (pbuh) saw (in his dream) a woman hanged in the Hell and a cat scratching her face and breast and torturing her as she tortured it in worldly life by imprisoning it and preventing it the food.” 2
Ini berlaku untuk semua jenis hewan. Demikian pula, orang yang membebani hewan dengan sesuatu di luar kemampuannya, mereka akan membalasnya pada Hari Kiamat. Dalam Sahih Al Bukhari diriwayatkan bahwa, "Rasulullah ﷺ bersabda, 'Dahulu ada seorang laki-laki yang sedang menggiring seekor sapi, ia menaikinya dan memukulinya. Maka sapi itu berkata, "Kami tidak diciptakan untuk ini, melainkan untuk membajak."' 3
This is applied to all kinds of animals. By the same token, the one who burdens the animals with that which beyond their capacity, they will retaliate against him on the Day of Judgment. In Sahih Al Bukhari, it is reported that, "The Messenger of Allah (pbuh) said, "Once there was a man driving a cow, he mounted it and beat it. Consequently, it said, "We have not been created for this, but for ploughing.” 3
Ini adalah seekor sapi, dan Allah membuatnya berbicara untuk membela diri dari penindasan atau dari penggunaan yang bertentangan dengan tujuan penciptaannya. Oleh karena itu, siapa pun yang secara zalim membebani seekor hewan dengan sesuatu yang melampaui kemampuannya, hewan itu akan membalas darinya pada Hari Kiamat dengan cara yang setimpal.
This is a cow and Allah caused it to speak to defend itself against oppression or to be used for something contrary to that for which it was created. Therefore, whoever unjustly burdens an animal with something beyond its ability, it will retaliate from him on the Day of Judgment in an equal way.
Abu Sulaiman Ad-Darani berkata, "Suatu ketika aku menunggangi seekor keledai dan aku memukulnya dua atau tiga kali. Akibatnya, keledai itu mengangkat kepalanya dan berkata, 'Wahai Abu Sulaiman, akan ada pembalasan pada Hari Kiamat. Maka, remehkanlah atau lakukanlah lebih banyak, sesukamu!' Abu Sulaiman berkata, 'Aku tidak akan pernah memukul apa pun lagi.'"
Abu Sulaiman AI-Darani said, "Once I mounted a donkey and I beat it twice or thrice. Consequently it raised its head and said, "O Abu Sulaiman, there will be a retaliation on the Day of Judgment. So, belittle or do it more, as you like! Abu Sulaiman said, I will never beat anything again.
Suatu ketika Abdullah bin 'Umar melewati sekelompok anak laki-laki dari Quraisy yang menjadikan seekor burung sebagai sasaran dan memanahnya. Mereka melesatkan setiap anak panah yang meleset untuk pemilik burung itu. Begitu melihat Ibnu 'Umar, mereka lari. Ibnu 'Umar berkata, "Siapa yang melakukan itu? Semoga Allah melaknat orang yang melakukan itu!"
Once' Abdullah Ibn 'Umar passed by a group of boys from Quraish who used a bird as a target and shot at him. They made every false shoot for its owner. Upon seeing Ibn 'Umar, they run away. Ibn 'Umar said, who did that? May Allah curse the one who did that?
Rasulullah ﷺ melaknat orang yang menjadikan sesuatu yang bernyawa sebagai sasaran.
"The Messenger of Allah (pbuh) cursed the one who takes anything possessing life as a target.” 4
Dalam riwayat lain, "Rasulullah ﷺ melarang hewan dikurung untuk dibunuh." 5
In another narration, "The Messenger of Allah (pbuh) forbade that animals be imprisoned for killing.” 5
Bahkan dengan hewan-hewan yang oleh Syariat diizinkan untuk dibunuh, seperti kalajengking, ular, tikus, dan anjing galak, "Kita diperintahkan untuk segera mencabut nyawa mereka dan tidak boleh menyiksa mereka. Rasulullah ﷺ bersabda, 'Jika membunuh harus dilakukan, maka lakukanlah dengan cara yang terbaik, dan jika kalian menyembelih, lakukanlah dengan cara yang terbaik dengan terlebih dahulu mengasah pisau dan menenangkan hewan tersebut.'" 1
Even with what the Shari'ah allowed us to kill from animals, such as scorpions, snakes, mice and vicious dogs, "We are ordered to take their lives at once and should not torture them. The Messenger of Allah (pbuh) said, "If killing is to be done, do it in the best manner, and when you slaughter, do it in the best manner by first sharpening the knife and putting the animal at ease.” 1
Demikian pula, hewan-hewan tidak boleh dibakar dengan api. Dalam sebuah hadits yang shahih, Rasulullah ﷺ diriwayatkan bersabda, "Dahulu aku pernah memerintahkan kalian untuk membakar si fulan dan si fulan dengan api. Karena tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Allah, maka jika kalian menemukan mereka, bunuhlah mereka (dan jangan membakarnya)." 2
Likewise, the animals should not be burned by fire. In an authenticated hadith, the Messenger of Allah, (pbuh) is reported to have said, "Previously I ordered you to burn so and so with fire. Since there is no one who could torture with fire except Allah, if you found them, kill them (and do not burn them).” 2
Ibnu Mas'ud berkata, "Suatu ketika kami keluar bersama Rasulullah ﷺ dalam sebuah perjalanan. Beliau sedang sibuk memenuhi sebagian kebutuhannya. Kami melihat seekor burung pipit bersama dua anaknya. Kami mengambil anak-anaknya, lalu burung itu mulai berteriak."
Ibn Mas'ud said, "Once we went out with the Messenger of Allah (pbuh) on a journey. He was engaged in fulfilling some of his needs. We saw a sparrow with its two children. We took its children and thereupon, it started to shout.
Nabi ﷺ datang dan bersabda, "Siapa yang membuat burung pipit ini bersedih karena anak-anaknya? Kembalikanlah anak-anaknya kepadanya." Demikian pula, Rasulullah ﷺ bertanya kepada kami tentang sarang semut yang telah kami bakar. Beliau bersabda, "Siapa yang membakar sarang semut ini?" Kami menjawab, "Kami." Nabi ﷺ bersabda, "Tidak seorang pun boleh menyiksa sesuatu dengan api kecuali Tuhannya."
The Prophet (pbuh) came and said, "Who made this sparrow grieve for its children? Return it's (children back to it). Likewise, the Messenger of Allah (pbuh) asked us about a co long of ant's which we burnt. And he said, "Who burned this colong?' We replied, "It was us." The Prophet (pbuh) said, "No one should torture anything with fire except its Lord.” 3
Ini adalah dalil bahwa tidak diperbolehkan membunuh atau menyiksa dengan api, bahkan kutu, kutu busuk, atau sejenisnya. Juga diharamkan membunuh hewan apa pun semata-mata untuk main-main. Nabi ﷺ bersabda, "Barangsiapa membunuh burung pipit untuk main-main, burung pipit itu akan berteriak pada Hari Kiamat, 'Wahai Tuhanku! Tanyakan kepada orang ini mengapa dia membunuhku sia-sia dan tidak membunuhku untuk suatu manfaat.'" 4
This is evidence that it is not allowed to kill or torture with fire even a lice, fleas or otherwise. It is also forbidden to kill any animal merely for sport. The Prophet (pbuh) said, "If someone kills a sparrow for sport, the sparrow will cry out on the Day of Judgment, a Lord!. Ask this person why he killed me in vain and did not kill me for any useful purpose.” 4
Juga dimakruhkan berburu burung pada masa mereka mengeram telurnya, atau menyembelih hewan di hadapan induknya. Ibrahim bin Adham (semoga Allah merahmatinya) meriwayatkan, "Pernah ada seorang laki-laki yang menyembelih anak sapi di hadapan induknya. Maka Allah membuat tangannya lumpuh." Juga sangat dianjurkan untuk memerdekakan budak, baik laki-laki maupun perempuan. Abu Hurairah (semoga Allah meridhainya) berkata, "Nabi ﷺ bersabda, 'Barangsiapa memerdekakan budak perempuan yang beriman, maka Allah akan membebaskan setiap anggota tubuhnya dari api Neraka, bahkan kemaluannya akan menjadi penebus bagi kemaluan orang tersebut.'" 5
It is also detested to hunt birds during the period when they hatch their eggs or slaughtering an animal before its mother. Ibrahim Ibn Adham (may Allah bestow mercy upon him) reported, "Once a man slaughtered a calf before its mother. Thereupon Allah caused his hand to become paralyzed." It is also highly recommended to free a slave, whether male or female. Abu Hurairah (may Allah be pleased with him) said, "The Prophet (pbuh) said, "Whoever frees a believing slave girl, Allah will, with every organ of hers, free his organs from the Hell- Fire, even her private parts will be an expiation for his.” 5
Abu Umamah (semoga Allah meridainya) meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Siapa pun seorang Muslim yang memerdekakan budak laki-laki yang beriman, maka budak itu akan menjadi penyelamat baginya dari Api Neraka. Setiap anggota tubuhnya akan menjadi penebus bagi anggota tubuh orang yang memerdekakannya. Dan siapa pun seorang Muslim yang memerdekakan dua budak perempuan yang beriman, maka keduanya akan menjadi penyelamat baginya dari Api Neraka. Setiap anggota tubuh mereka akan menjadi penebus bagi anggota tubuhnya. Dan siapa pun seorang Muslimah yang memerdekakan budak perempuan yang beriman, maka ia akan menjadi penyelamat baginya dari Api Neraka. Setiap anggota tubuhnya akan menjadi penebus bagi anggota tubuhnya."[1]
Abu Umamah (may Allah be pleased with him) reported the Prophet (pbuh) saying, "Any Muslim frees a believing, male slave, he will be a salvation for him from the Hell-Fire. Every organ of his will be expiation for his organs. Any Muslim who frees two believing slave girls, they will be a salvation for him from the Hell-Fire. Every organ of theirs will be expiation for his organs. And any Muslim woman who frees a believing slave girl, she will be a salvation for her from the Hell-Fire. Every organ of hers will be an expiation for her organs.” 1
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari.
1 Reported by A1-Bukhari.
Diriwayatkan oleh Ibnu Majah.
2 Reported by Ibn Majah.
.
.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari.
1 Reported by A1-Bukhari.
2 Diriwayatkan oleh Al-Asbahani dalam At-Targhib wa At-Tarhib.
2 Reported by A1-Asbahani in At-Targhib wa At-Tarhib.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari.
3 Reported by A1-Bukhari.
4 Diriwayatkan oleh Abu Dawud.
4 Reported by Abu Dawud.
5 Diriwayatkan oleh Abu Dawud.
5 Reported by Abu Dawud.
6 Diriwayatkan oleh Ibnu Majah.
6 Reported by Ibn Majah.
.
.
Diriwayatkan oleh Muslim.
1 Reported by Muslim.
Diriwayatkan oleh Muslim.
2 Reported by Muslim.
3 Diriwayatkan oleh Muslim.
3 Reported by Muslim.
Hal ini telah disebutkan sebelumnya.
4 It is previously mentioned.
Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi.
5 Reported by At- Tirmidhi.
6 Diriwayatkan oleh Ibnu Hajar.
6 Reported by Ibn Hajar.
Diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam Al-Mustadrak.
7 Reported by AI-Hakim in AI-Mustadrak.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari.
8 Reported by AI-Bukhari.