Memata-matai Kaum Muslimin dan Membongkar Kelemahan Mereka
Spying on the Muslims and Revealing their Weaknesses
Termasuk dalam pembahasan ini adalah hadits tentang Hatib bin Abi Balta'ah (1) (yang mengirimkan surat rahasia berisi rencana militer kaum Muslimin kepada kerabatnya di Mekkah dengan harapan mereka tidak akan celaka), 'Umar (semoga Allah ridha kepadanya) hendak membunuhnya karena perbuatannya itu, namun Nabi ﷺ melarang 'Umar melakukannya, karena Hatib telah ikut berperang di Badar (dan dengan menerima alasan Hatib, tidak tersisa celah bagi seorang Muslim pun untuk mencelanya).3
Included in this subject is the hadith of Hatib Ibn Abi Balta’ah (1) (who sent a secret letter telling of the Muslims military plans to his relatives in Mecca in hopes that they would not get hurt), 'Umar (Allah be well pleased with him) wanted to kill him for what he had done, but the Prophet (pbuh) forbade 'Umar to, as Hatib had fought at Badr (and by accepting Hatib's excuse, left nothing for any Muslim to criticize.3
Jika mata-mata menjalankan tugasnya dengan merusak Islam dan kaum Muslimin, atau membunuh para tawanan, memperbudak, atau merampas harta kaum Muslimin, atau hal-hal semacam itu, maka ia termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi, merusak tanaman dan keturunan, dan ia layak dihukum mati serta berhak mendapatkan siksa (Neraka), semoga Allah melindungi kita darinya. Siapa pun yang menjadi mata-mata pasti mengetahui bahwa jika menyebarkan berita bohong (namimah) itu termasuk dosa besar, maka membawa informasi bagi mata-mata jauh lebih keji dan lebih buruk lagi. Semoga Allah melindungi kita darinya, karena Dia Maha Penyantun.