Berbohong
Telling Lies
Allah Yang Mahatinggi berfirman, {Kemudian marilah kita bermubahalah, dan kita nyatakan laknat Allah atas orang-orang yang berdusta!} (Ali 'Imran: 61)
Allah Most High states, {Then let us earnestly pray and invoke the curse of Allah on those who lie!} (Al-'Imran: 61)
{Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang berlebih-lebihan lagi pendusta!} (Ghafir: 28)
{Allah guides not one who transgresses and lies!} (Ghafir: 28)
{Terkutuklah orang-orang yang berdusta.} (Adz-Dzariyat: 10)
{Cursed be the conjecturers (the liars).} (Al-Dhariyat: 10)
Dari Ibnu Mas'ud (semoga Allah meridhainya), "Rasulullah ﷺ"
On the authority of Ibn Mas'ud (may Allah be pleased with him), "the Messenger of Allah (pbuh)
Beliau ﷺ bersabda, "Hendaklah kalian berpegang teguh pada kejujuran, karena kejujuran sungguh mengantarkan kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan ke Surga. Seseorang yang senantiasa jujur akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang benar-benar jujur."
said, "Adhere firmly to truthfulness for truthfulness surely leads to righteousness and righteousness leads to Paradise, and a man is recorded with Allah as a sincere one as long as he is truthful.
Namun, dusta menuntun kepada kefasikan, dan kefasikan menuntun kepada Neraka. Seseorang akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta selama ia terus berdusta.1
However, lying leads to immorality and immorality leads to the Hell-Fire, and a man is recorded with Allah as a liar as long as he lies.”1
Beliau ﷺ juga bersabda, "Tanda-tanda orang munafik ada tiga, meskipun ia shalat, berpuasa, dan mengaku sebagai seorang Muslim: apabila berbicara ia berdusta; apabila berjanji ia mengingkarinya; dan apabila diberi amanah ia berkhianat." 2
He (pbuh) also said, "Three are the signs of the hypocrite, even if he prays, fasts, and pretends to be a Muslim: When he talks, he lies; when he makes a promise he breaks it; and when he is given a trust, he betrays it” 2
Dalam riwayat lain, diriwayatkan dari 'Abdullah bin 'Umar bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Empat sifat yang jika terdapat pada seseorang menjadikannya seorang munafik. Siapa pun yang memiliki salah satunya, maka ia memiliki salah satu sifat munafik hingga ia meninggalkannya: Apabila berbicara, ia berdusta; apabila membuat perjanjian, ia mengingkarinya; apabila berjanji, ia memungkirinya; dan apabila berselisih, ia mencaci lawannya."
In another narration it is reported on the authority of ' Abdullah Ibn 'Vmar that the Prophet (pbuh) said, "Four traits if found together in a person make him a hypocrite. Whoever has one of these, possesses one of the hypocritical characteristics until he renounces it: When he speaks, he lies; when he draws a contract, he breaches it, When he makes a promise, he breaks it; and he abuses his opponents in time of dispute.” 3
Al-Bukhari meriwayatkan dalam kitab Sahih-nya dari Samurah bin Jundub (semoga Allah meridhainya):
AI-Bukhari reported in his Sahih the following hadith on the authority of Samarah Ibn Jundub (may Allah be pleased with him):
Rasulullah ﷺ biasa bertanya, "Adakah di antara kalian yang bermimpi?" Maka orang-orang yang Allah kehendaki untuk diceritakan mimpinya akan menceritakannya kepada beliau. Suatu pagi Nabi ﷺ bersabda, "Tadi malam dua orang datang kepadaku dalam mimpi, membangunkanku, dan berkata kepadaku, 'Berangkatlah!' Aku pun berangkat bersama mereka... Lalu kami sampai kepada seorang laki-laki yang berbaring telentang, dan laki-laki lain berdiri di atas kepalanya dengan kait besi. Tiba-tiba ia memasukkan kait itu ke salah satu sisi mulut laki-laki tersebut dan merobek sisi wajahnya hingga ke tengkuk, begitu pula merobek hidungnya dari depan ke belakang dan matanya dari depan ke belakang. Kemudian ia berpindah ke sisi wajah yang lain dan melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. Belum selesai ia melakukannya di sisi itu, sisi yang tadi telah kembali seperti semula. Lalu ia kembali mengulangi perbuatannya yang tadi. Aku berkata kepada dua sahabatku, 'Subhanallah! Siapakah dua orang ini?'... Mereka berkata, 'Orang ini adalah lambang orang yang keluar dari rumahnya di pagi hari lalu mengucapkan dusta yang tersebar ke seluruh penjuru dunia.'" Rasulullah ﷺ juga bersabda, "Seorang mukmin mungkin memiliki berbagai kekurangan secara tabiat, kecuali khianat dan dusta."
"The Messenger of Allah (pbuh) used to ask, "Did anyone of you see a dream?" So those whom Allah wished to tell would narrate dreams to him. One morning the Prophet (pbuh) said, "Last night two persons came to me in a dream and woke me up and said to me, 'Proceed!' I set out with them... And we came to a man laying flat on his back and another man standing over his head with an iron hook, and behold, he would put the hook in one side of man's mouth and tear off that side of his face to the back of the neck and similarly tear his nose from front to back and his eyes from front to back. Then he turned to the other side of the man's face and did just as he had done with the other side. He hardly completed this side when the other side returned to its normal state. Then he returned to repeat what he had done before. I said to my two companions, 'Glory be to Allah! Who are these two persons?'... They said, 'This man is the symbol of the person who goes out of his house in the morning and tells so many lies that it spreads all over the world. '" Allah's Messenger (pbuh) also said, "The believer may be naturally disposed to any shortcoming except treachery and lying.” 1
Hadits lain menyebutkan, "Waspadalah terhadap prasangka, karena prasangka adalah ucapan yang paling dusta."2
Other hadith states, "Beware of suspicion for suspicion is the most untruthful of speech.”2
Ada tiga golongan manusia yang Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada Hari Kiamat, tidak akan memandang mereka, dan tidak akan menyucikan mereka (dari dosa), dan bagi mereka ada azab yang pedih: orang tua yang berzina, penguasa pendusta, dan orang miskin yang sombong.3
"There are Three types of people with whom Allah would neither speak to on the Day of Judgment, nor would He look towards them, nor would He purify them (from sins) and there would be a tormenting chastisement for them: The aged adulterer, the lying ruler and the destitute who is full of pride.”3
Celakalah orang yang berbicara dusta untuk membuat orang tertawa. Celakalah dia, celakalah dia.4
"Woe to the one who tells lies to make people laugh. Woe to him, woe to him.”4
Sumpah palsu lebih keji daripada dusta biasa. Allah berfirman tentang sifat orang-orang munafik:
False oaths are more heinous than the normal lying. Allah says about the character of the hypocrites:
{Dan mereka bersumpah atas kedustaan, padahal mereka mengetahui.} (Al-Mujadilah: 14)
{And they swear to falsehood knowingly.} (AI-Mujadilah: 14)
Selanjutnya, Rasulullah ﷺ bersabda, "Ada tiga golongan yang Allah tidak akan berbicara kepada mereka, tidak akan melihat mereka, dan tidak akan membersihkan (dosa) mereka pada Hari Kiamat, serta bagi mereka azab yang pedih: orang yang menahan kelebihan air yang ia miliki dari seorang musafir di padang pasir, orang yang menjual barang dagangan setelah Asar dengan bersumpah atas nama Allah bahwa ia telah membelinya dengan harga lebih mahal daripada yang sebenarnya, dan seorang laki-laki yang memberikan baiat kepada seorang penguasa hanya demi kepentingan dunia; jika ia diberi sebagian dari dunia, ia setia, dan jika tidak diberi, ia tidak menepatinya."
Furthermore, the Messenger of Allah (pbuh) said, "There are three people whom Allah will not speak to, look at, or exonerate on the Day of Judgment, and who will have a painful torment: he who withholds what he has of excessive water from a traveler in the desert, he who sells merchandise after Asr (Late Afternoon) swearing by Allah that he paid more for it than he actually did, and a man gives the pledge to a governor only for the sake of this world,' he will only be loyal if he gets something of this worldly life.” 5
Rasulullah ﷺ bersabda, "Sungguh suatu pengkhianatan besar jika engkau berbohong kepada saudaramu, sedangkan dia membenarkan ucapanmu." 6
The Messenger of Allah (pbuh) said, "!t is a grievous treachery to tell your brother lies when he believes what you say.” 6
Sebuah hadits menyebutkan, "Barangsiapa yang mengaku telah melihat mimpi padahal ia berdusta, maka pada Hari Kiamat ia akan diperintahkan untuk mengikat dua helai rambut, yang mustahil dilakukan."7
A Hadith states, "Whoever claimed to have seen a vision while he is lying, on the Day of Judgment he will be commanded to tide two hairs which is impossible.”7
Rasulullah ﷺ bersabda, "Dosa yang paling besar di sisi Allah adalah kesaksian palsu."1
The Messenger of Allah (pbuh) said, "The worst sin in the sight of Allah is the false witness.”1
Ibnu Mas'ud (semoga Allah meridhainya) berkata, "Seorang hamba terus-menerus berdusta hingga sebuah titik hitam tercap di atas hatinya, sehingga hatinya seluruhnya tercap dengan warna hitam. Di sisi Allah, hamba seperti itu akan dicatat sebagai seorang pendusta."2
Ibn Mas'ud (may Allah be pleased with him) said, "A servant insists on lying until a black dot be stamped over his heart and so his heart would be stamped as a whole with black color. With Allah such servant would be recorded as a liar.”2
Oleh karena itu, seorang Muslim diwajibkan hanya mengucapkan kata-kata yang baik agar terhindar dari kesalahan. Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah (semoga Allah meridhainya), bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam." Hadits yang disepakati keshahihannya ini secara jelas menunjukkan bahwa seseorang tidak boleh berbicara kecuali dengan apa yang menurutnya baik.
The Muslim, therefore, is required to utter only the good words to be safe from error. Al-Bukhari reported on the authority of Abu Huriarah (may Allah be pleased with him) that the Messenger of Allah (pbuh) said, "Whoever believes in Allah and in the Last Day should utter only good word or he should keep silent." This agreed upon hadith indicates clearly that a person should not speak except with what seems to him as good.
Abu Musa (semoga Allah meridainya) berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah, 'Wahai Rasulullah! Siapakah di antara kaum Muslimin yang paling baik?' Beliau ﷺ menjawab, "Orang yang dari lisan dan tangannya kaum Muslimin merasa aman."3
Abu Musa (may Allah be pleased with him) said that, "I asked the Messenger of Allah, '0 Messenger of Allah! Who amongst Muslims is the most charitable?' He (pbuh) responded, "The one who from his tongue and hands Muslims are safe.”3
Diriwayatkan dalam Shahihain, "Seorang hamba dapat mengucapkan suatu kata tanpa menyadari akibatnya, dan karena kata itu ia dapat terjerumus ke dalam Neraka sejauh jarak antara timur dan barat." Bilal bin Al-Harits Al-Muzani berkata: Rasulullah ﷺ bersabda, "Seseorang dapat mengucapkan suatu kata yang mendatangkan keridhaan Allah tanpa menyadari akibatnya, dan karena kata itu Allah menetapkan keridhaan-Nya bagi orang tersebut hingga ia bertemu dengan-Nya. Sebaliknya, seseorang dapat mengucapkan suatu kata yang mendatangkan murka Allah tanpa menyadari akibatnya, dan karena kata itu Allah menetapkan kemurkaan-Nya bagi orang tersebut hingga ia bertemu dengan-Nya." Pernah seorang yang saleh ditanya tentang jumlah aib manusia. Ia menjawab, "Aib manusia tak terhitung banyaknya, tetapi aku mengetahui delapan ribu aib. Namun, manusia dapat menutupi banyaknya aib tersebut dengan diam, kecuali ucapan yang baik."
It is reported in the two Sahihs that, "A servant may utter a word while he is unaware of its consequences, by it he would be thrown in Hell for a distance more far than the distance between the east and west.” Bilal Ibn Al-Harith Al-Muzani said the Messenger of Allah (peace be upon him) declared, "A man may speak a word out of Allah's Pleasure while he is unaware of its fruits, by which Allah decree pleasure for that man until he meets Him. On the other hand, a man may speak a word out of Allah's wrath while he is unaware of its consequences, by which Allah decree for him displeasure until he meets Him. " Once a righteous man was questioned about the number of Man's faults. Thereupon, he answered, "Man's faults are innumerable but I know 8000 faults. However, man can conceal these numerous faults through keeping silent with the exception of good speak.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.
1 Reported by A1-Bukhari and Muslim.
Disepakati.
2 Agreed upon.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.
3 Reported by AI-Bukhari and Muslim.
.
.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari.
1 Reported by AI-Bukhari.
2 Diriwayatkan oleh Al-Bukhari.
2 Reported by AI-Bukhari.
Diriwayatkan oleh Muslim.
3 Reported by Muslim.
Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi.
4 Reported by Abu Dawud and AI- Tirmidhi.
5 Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.
5 Reported by A1-Bukhari and Muslim.
6 Diriwayatkan oleh Abu Dawud.
6 Reported by Abu Dawud.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.
7 Reported by AI-Bukhari and Muslim.
.
.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Ahmad.
1 Reported by AI-Bukhari and Ahmad.
2 Diriwayatkan oleh Malik dalam Al-Muwatta'.
2 Reported by Malik in AI-Muwata'.
3 Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.
3 Reported by A1-Bukhari and Muslim.