Sihir
Sorcery
Sihir adalah dosa besar karena penyihir pasti kafir, dan setan yang terkutuk tidak punya tujuan lain dalam mengajarkan sihir kepada seseorang selain agar dengan itu ia menyekutukan Allah.
Sorcery is a major sin because the sorcerer must necessarily disbelieve and the accursed Devil has no other motive for teaching a person witchcraft than that he might thereby ascribe associates to Allah.
Allah yang Maha Kuasa berfirman, {Sulaiman tidak kafir, tetapi setan-setanlah yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babilonia, yaitu Harut dan Marut. Padahal keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang pun sebelum mengatakan, "Sesungguhnya kami hanyalah cobaan bagi kamu, maka janganlah kamu kafir." Maka mereka mempelajari dari keduanya apa yang dapat memisahkan antara seseorang dengan istrinya. Mereka tidak dapat mencelakakan seorang pun dengan sihir itu kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang mencelakakan mereka dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Dan sungguh, mereka telah mengetahui bahwa barang siapa membeli sihir itu, niscaya tidak akan mendapat bagian (kebahagiaan) di akhirat.} (QS. Al-Baqarah: 102)
Allah, the Almighty, says, {Solomon did not disbelieve but Satan disbelieved, teaching men magic, and such things as came down at Babylon to the angels Harut and Marut. But neither of these taught anyone (such things) without saying, 'We are only for trial,' so do not blaspheme.' They learned from them the means to sow discord between man and wife. But they could not harm anyone except by Allah's permission. And they learned what harmed them, not what profited them. And they knew that the buyers of (magic) would have no share in the happiness of the Hereafter.} (AI- Baqarah: 102)
Dengan demikian, Anda mungkin menemukan sebagian orang yang sesat yang mendalami ilmu sihir dan menganggap bahwa hal itu hanya haram. Padahal, mereka tidak menganggap apa yang mereka lakukan sebagai kekufuran, padahal memang itulah kekufuran! Mereka mulai mempelajari berbagai jenis sihir: sihir murni, menambah atau mengurangi rasa cinta antara seorang pria dan seorang wanita, membuat seorang pria menjadi penting, dan sejenisnya.
Thus, you might find some people who are astray delving in learning sorcery and thinking that it is just unlawful. Actually, they do not consider what they do as disbelief, but it is! They embark on learning all kinds of sorcery: Pure sorcery, increasing or decreasing the love between a man and a woman, making a man important and the like.
Semua praktik ini dilakukan dengan menggunakan kata-kata yang tidak diketahui maknanya, yang sebagian besarnya mengarah kepada kekufuran.
All of these practices are done by means of some unknown words, most of which lead to unbelief.
Hukuman bagi tukang sihir adalah dibunuh. Hal ini karena ia adalah seorang kafir. Nabi ﷺ bersabda, "Jauhilah tujuh dosa besar yang membinasakan."1
The penalty for a sorcerer is to be killed. This is because he is an unbeliever. The Prophet (pbuh) said, "Avoid the seven heinous sins.”1
Dan beliau menyebutkan sihir.
And he mentioned sorcery.
"Hukuman bagi penyihir adalah pedang."2
"The penalty for a sorcerer is the sword.”2
Bijalah Ibn Abah meriwayatkan, bahwa 'Umar (semoga Allah meridhainya) datang kepada kami satu tahun sebelum wafatnya dan berkata, "Bunuhlah setiap tukang sihir (laki-laki maupun perempuan)."3
Bijalah Ibn Abah related, 'Umar (may Allah be pleased with him) came to us one year before his death and said, "Kill every sorcerer (male or female).”3
Wahb Ibn Munabbih berkata, "Aku membaca dalam sebuah kitab: 'Allah Yang Maha Tinggi berfirman, 'Tidak ada tuhan selain Aku. Bukan termasuk golongan-Ku orang yang melakukan sihir, atau meminta orang lain untuk melakukannya bersamanya. Orang yang meramal atau yang diramalkan, orang yang mencari pertanda buruk atau yang dicarikan pertanda buruk.'" 4
Wahb Ibn Munabbih said, "I read in a book: 'Allah the Almighty says, 'There is no god but Me. He is not of Me who practices sorcery, or asks someone to practice with him. The one who foretells or the foretold, the one who seeks an omen or for whom an omen is sought.” 4
`Ali bin Abi Thalib (semoga Allah meridhainya) berkata, "Seorang peramal adalah tukang sihir, dan tukang sihir adalah kafir." Abu Musa Al-Asy'ari, semoga Allah meridhainya, meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Peminum khamar, orang yang memutus tali silaturahmi, dan orang yang membenarkan sihir tidak akan masuk surga."1
`Ali Ibn Abi Talib (may Allah be pleased with him) said, A for tuneteller is a sorcerer, a sorcerer is a disbeliever." Abu Musa AI-Ashari, may Allah be pleased with him, related that the Prophet (pbuh) said, "The drunkard, the one who severs the ties of kinship, and whoever believes in sorcery will not enter Paradise.”1
Ibnu Mas'ud (semoga Allah meridhainya) meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Jampi-jampi, jimat-jimat, dan mantra-mantra adalah syirik (kemusyrikan)."2
Ibn Mas'ud (may Allah be pleased with him) related that the Prophet (pbuh) said, "Incantations, amulets and spells are Shirk (polytheism).”2
Hal-hal ini dianggap sebagai syirik karena orang yang bodoh mengira bahwa benda-benda tersebut dapat memengaruhi apa yang telah ditetapkan oleh Allah. Namun, Al-Khattabi berkata, "Jampi-jampi atau kata-kata penyembuh diperbolehkan jika terdiri dari Al-Qur'an atau Asmaul Husna Allah." Nabi ﷺ biasa membacakan jampi kepada Al-Hasan dan Al-Husain dengan mengucapkan, "Aku memohonkan perlindungan untukmu dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan, binatang berbisa, dan pandangan yang dengki."³
These are treated as Shirk because the ignorant believes that these things can affect what has been predetermined by Allah. However, AIKhattabi said, "Incantations or healing words are permitted if they consist of the Qur'an or the Most Beautiful Names of Allah." The Prophet (pbuh) used to recite (incantate) AI-Hasan and AlHusain by saying, "I seek refuge for you in Allah's Perfect Words from every Devil, beast or envious .” 3
Diriwayatkan sebelumnya.
1 Reported before.
Diriwayatkan oleh Tirmidzi.
2 Reported by Tirmidhi.
3 Diriwayatkan oleh Abu Dawud.
3 Reported by Abu Dawud.
4 Diriwayatkan oleh Al-Haitsami dalam "Majma' Az-Zawa'id" dari Al-Bazzar.
4 Reported by AI- Haythami in "Majma' Az-Zawa'id to Al-Bazzar.
1 Diriwayatkan oleh Ahmad.
1 Reported by Ahmad.
2 Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibn Majah, dan Ahmad.
2 Reported by Abu Dawud, Ibn Majah and Ahmad.
Diriwayatkan oleh Bukhari.
3 Reported by Bukhari.