Menyekutukan Allah Yang Maha Tinggi (Syirik)
Ascribing Associates To Allah, the Most High (Shirk)
Dosa besar yang paling buruk adalah syirik. Syirik ada dua macam:
The worst major sin is Shirk. It is of two kinds:
a) Meyakini bahwa Allah memiliki tandingan, padahal Dialah yang telah menciptakanmu, serta menyembah selain-Nya, baik berupa batu, pohon, matahari, bulan, nabi, syekh, bintang, malaikat, maupun yang lainnya. Inilah syirik terbesar yang disebutkan oleh Allah Yang Mahatinggi, Yang Mahaperkasa, Dia berfirman, {Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik (mempersekutukan-Nya dengan sesuatu), dan Dia mengampuni dosa selain dari itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh dia telah tersesat sejauh-jauhnya.} (An-Nisa: 116)
a) To hold that Allah has an equal, whereas He has created you, and to worship another with Him, whether it be a stone, tree, sun, moon, prophet, sheikh, star, angel or other. This is the greatest shirk mentioned by Allah, the Most High, the Almighty, says, {Allah forgiveth not (the sin of) joining other gods with Him; but He forgiveth whom He pleaseth other sins than this; one who joins other gods with Allah hath strayed far, far away (from the right).} (An-Nisa:l16)
{Sesungguhnya syirik adalah kezaliman yang besar.} (Luqman: 13)
{False worship is indeed the highest wrong-doing.} (Luqman:13)
{Barangsiapa mempersekutukan Allah dengan sesuatu, maka pasti Allah mengharamkan baginya surga, dan tempat tinggalnya adalah neraka.} (Al-Ma'idah: 72)
{Whoever joins other gods with Allah; Allah will forbid him the Garden, and the Fire will be his abode.} (Al-Ma'idah:72)
Ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan hal ini sangat banyak. Adalah suatu kepastian mutlak bahwa siapa pun yang menyekutukan Allah dan meninggal dalam keadaan demikian termasuk penghuni Neraka, sebagaimana siapa pun yang beriman kepada Allah dan meninggal sebagai seorang mukmin termasuk penghuni Surga, meskipun ia harus lebih dahulu disiksa.
The Qur'anic verses concerning this are very numerous. It is being absolutely certain that whoever ascribes associates to Allah and dies in such a state is one of Hell's inhabitants, just as whoever believes in Allah and dies as a believer is one of the inhabitants of Paradise, even if be should be punished first.
Nabi ﷺ bersabda, "Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang dosa-dosa besar yang paling berat? Menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua, memberikan pernyataan palsu, dan bersaksi atas kebenaran sesuatu yang batil." Beliau terus mengulanginya hingga kami berkata dalam hati (karena kasihan kepada beliau akibat beratnya mengulang perkataan itu), "Seandainya beliau diam."1
The Prophet (pbuh) said, "Shall I tell you of the worst major sins? Worshipping others with Allah, showing disrespect to parents, giving a false statement, and testifying to the truth of a falsehood. " And he kept repeating it until we were telling ourselves (out of sympathy for him because of the strain of repeating it), "If only he would be silent.”1
"Jauhilah tujuh dosa besar yang membinasakan."2
"Avoid the seven heinous sins.”2
dan beliau menyebutkan tentang menyekutukan Allah.
and he mentioned ascribing associates to Allah.
"Bunuhlah siapa pun yang mengganti agamanya (Islam)." 3
"Kill whoever converted his religion (Islam).” 3
Riya'
Ostentation
Allah Yang Maha Tinggi berfirman, {Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.} (Al-Kahf: 110)
Allah, the Most High, says, {Whoever expects to meet his Lord, let him work righteous, and, in the worship of his Lord, admit no one as partner.} (AL-Kahf:llO)
yaitu, tidak pamer dalam amal-amal kebaikan. "Waspadalah terhadap syirik kecil." Mereka bertanya, "Apa itu syirik kecil?" Beliau bersabda, "Pamer dalam amal-amal kebaikan."ﷺ
i.e., does not show off in good works "Beware of the lesser shirk." They asked, "What is the lesser shirk?" He said, "Showing off in good works.
Allah Yang Maha Kuasa berfirman ketika membalas manusia atas amal perbuatan mereka: "Pergilah kepada mereka yang dahulu kamu pamerkan (amal perbuatanmu) di dunia, lalu lihatlah apakah mereka dapat membalasmu." 1
Allah, the Almighty will say when recompensing the mankind for their deeds: Go to those whom you showed off to in the world to see how they could recompense you. .” 1
Nabi ﷺ bersabda, "Barang siapa menyekutukan sesuatu dengan-Ku, maka Aku tidak ikut campur dengannya. Barang siapa menyekutukan seseorang dengan-Ku dengan cara apa pun, maka Aku menolaknya beserta perbuatan menyekutukannya."2
The Prophet (pbuh) said, "If anybody associates something with Me, I am not affected. If anyone associates somebody with Me, in any way, I reject him and his act of associating.”2
Nabi ﷺ bersabda, "Barangsiapa melakukan suatu amal baik untuk pamer, maka Allah Yang Maha Tinggi akan menyingkap aibnya, dan barangsiapa yang niatnya dalam melakukan suatu amal baik adalah untuk diperlihatkan, maka Allah Yang Maha Tinggi akan memperlakukannya sebagai orang munafik."3
The Prophet (pbuh) said, "A person who does some good work in order to boast will have his faults exposed by Allah Most High and a person whose motive in doing some good deed is to show it, Allah the Most High will treat him as a hypocrite.”3
Nabi ﷺ bersabda, "Mungkin ada orang yang berpuasa namun dari puasanya tidak mendapatkan apa-apa selain lapar dan haus." Seorang yang bijak berkata, "Sama seperti orang yang pamer dalam amal baik, ia seperti orang yang mengisi kantongnya dengan kerikil lalu pergi ke pasar untuk membeli makanan. Jika ia membukanya di hadapan penjual, ia akan dilempari dengan kerikil itu di wajahnya. Ia tidak memperoleh apa-apa selain pertanyaan orang tentang apa yang mengisi kantongnya, tidak lebih dari itu. Demikian pula, orang yang pamer dalam amal baik tidak akan memperoleh nilai apa pun selain ucapan orang bahwa ia telah berbuat baik, dan ia tidak akan diberi pahala di Akhirat." Allah Yang Maha Kuasa berfirman, {Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.} ()
1 Diriwayatkan oleh Ahmad.
1 Reported by Ahmad.
2 Diriwayatkan oleh Muslim. Ini adalah Hadis Qudsi.
2 Reported by Muslim. It's a Qudsi Hadith.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari.
3 Reported by A1-Bukhari.
4 Disebutkan oleh Al-Suyuti dalam "Al-La'ali Al-Masnu'ah" bahwa Ibnu Hibban berkata bahwa hadis itu palsu dan tidak memiliki sanad (rujukan).
4 Mentioned by A1-Siuti in "AI Laiali AI-Masnu'ah" who related that Ibn Hibban said that it is false and has no reference.
Diriwayatkan oleh Az-Zubaidi dalam Ithaf
1 Reported by AI-Zubaidi in lthaf