Wanita yang Menyerupai Laki-laki dan Sebaliknya
Women Imitating Men and Vice Versa
Rasulullah ﷺ bersabda, "Allah melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki."1
The Messenger of Allah (pbuh) declared, "Allah curses men who imitate women and women who imitate men.”1
Dalam riwayat lain, "Semoga Allah melaknat wanita yang menyerupai laki-laki." 2
In another narration, "May Allah curse the masculine woman.” 2
Artinya, wanita yang berperilaku seperti laki-laki. Beliau ﷺ juga bersabda, "Semoga Allah melaknat laki-laki yang berperilaku seperti wanita dan wanita yang berperilaku seperti laki-laki." 3
It means that the woman who behaves like men. He (pbuh) also said, "May Allah curse the effeminate man and the masculine woman.” 3
Dari Abu Hurairah (semoga Allah meridainya), ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Allah melaknat wanita yang memakai pakaian laki-laki dan laki-laki yang memakai pakaian wanita."4
On the authority of Abu Hurairah (may Allah be pleased with him) who said that the Messenger of Allah (pbuh) said, "Allah curses a woman who wears a men's clothing and a man who wears a woman's dress.”4
Ketika seorang wanita memakai pakaian laki-laki, ia akan mendapat laknat Allah atasnya dan atas suaminya selama suaminya tidak menegurnya atau berusaha mendidik akhlaknya. Suami, dalam Islam, bertanggung jawab untuk mendidik dan mengajari istrinya sebagaimana diperintahkan oleh Al-Qur'an yang mulia, {Hai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu} (Al-Tahrim: 6)
When woman wears a man's clothing, she will incur Allah's curse upon herself and her husband as long as he does not rebuke her or try to discipline her character. The husband, in Islam, is responsible about disciplining and teaching his wife as the Glorious Qur'an commands, {O ye who believe! Save yourselves and your families from a fire whose fuel is men and stones.] (AI- Tahrim: 6)
Rasulullah ﷺ menegaskan fakta ini dengan bersabda, "Setiap kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas orang-orang yang dipimpinnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka pada Hari Kiamat."5
The Messenger of Allah (pbuh) stressed this fact saying, "Each of you is a guardian and responsible about his subjects: The man is a guardian over his household and will be asked about them on the Day of Judgment.”5
Beliau ﷺ juga bersabda, "Laki-laki akan binasa karena mereka menaati perempuan (dalam hal kesia-siaan)."6
He (pbuh) said further, "Men would be perished because they obeyed women (in vanity).”6
Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidak akan mencium baunya dua golongan dari penghuni neraka yang belum pernah aku lihat: (pertama) orang-orang yang membawa cemeti seperti ekor sapi, yang mereka gunakan untuk memukul orang-orang (yaitu penguasa-penguasa zalim yang memusuhi rakyatnya sendiri), dan (kedua) wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, yang menggoda dan tergoda, kepala mereka disanggul seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak pula mencium baunya, padahal baunya dapat tercium dari jarak yang sangat jauh."
Abu Hurairah narrated that the Messenger of Allah (pbuh) said, "!t will not be a witness for two types of people who are destined for the Hell-fire: People with whips like the tails of cows, who beat the people (i.e., tyrannical rulers who are the enemies of their own people), and women who although clothed, are yet naked, seducing and being seduced, their hair styled like the tilted humps of camels. These will not enter the Garden nor its fragrance even reach them, although its fragrance reaches a very great distance.” 7
Hadits tersebut menggambarkan wanita-wanita ini sebagai orang yang berpakaian namun telanjang, yakni meskipun mereka dikenakan pakaian oleh nikmat-nikmat Allah, mereka tetap telanjang karena kufur nikmat. Sebagian ulama lain berpendapat bahwa Rasulullah ﷺ menggambarkan wanita-wanita seperti itu sebagai berpakaian namun telanjang, karena mereka memakai pakaian yang tidak menutupi tubuh dan tipis sehingga memperlihatkan apa yang ada di baliknya.
The hadith depicts these women with clothed and naked ones meaning that although they are clothed by Allah's gifts, they are naked because of their ingratitude. Other scholars hold that the Messenger of Allah (pbuh) described such women as being clothed, yet naked, since they wear clothes which fail to cover the body and which are transparent, revealing what is underneath.
Wanita-wanita seperti itu juga digambarkan sebagai penggoda dan yang mudah tergoda, yakni mereka berperilaku dan berjalan dengan cara yang menggoda dan memikat secara seksual. Mereka mendurhakai Allah dan menyeru orang lain untuk melakukan hal yang sama.
Such women are further described as seducing and being seduced, meaning that they behave and walk in seductive and sensuous manner. They disobey Allah and call others to do so.
Rasulullah ﷺ menyerupakan gaya rambut mereka dengan punuk, yaitu jenis unta khusus yang memiliki punuk sangat besar, karena mereka menata rambut mereka seperti sarang lebah dari bagian tengah kepala mereka.
The Messenger (pbuh) likened their hairstyle to the humps, special breed of camel which has very large humps, because they put up their hair in a beehive shape from the middle of their heads.
Nafi' berkata, "Suatu ketika Ibnu 'Umar dan 'Abdullah bin 'Amr sedang duduk bersama Az-Zubair bin 'Abdul-Muththalib, ketika seorang perempuan yang menggiring kawanan domba dan memikul panah datang kepada mereka. 'Abdullah bin 'Umar bertanya, "Apakah engkau laki-laki atau perempuan?" Perempuan itu menjawab, "Perempuan." Maka 'Abdullah berkata kepada para sahabatnya, "Sesungguhnya Allah melaknat perempuan yang menyerupai laki-laki dan laki-laki yang menyerupai perempuan."1
Nafi' said, " Once Ibn `Umar and 'Abdullah Ibn `Arnr were sitting with Al-Zubair Ibn `Abdul-Muttalib when a woman driving a flock of sheep and shouldering an arrow came to them. 'Abdullah Ibn `Umar asked, "Are you man or woman?" She said, "A woman." Thereupon 'Abdullah said to his companions, "Surely, Allah curse the women who imitate men and men who imitate women.”1
Dengan demikian, memamerkan daya tarik perempuan adalah penyebab datangnya laknat Allah. Pamer ini dapat berbentuk berbagai hal, seperti memperlihatkan perhiasan seperti emas dan mutiara dari balik penutup kepala, mengenakan pakaian yang menampakkan lekuk tubuh dan menggoda, menggunakan parfum yang harum, dan lain sebagainya. Sayangnya, sebagian besar perempuan saat ini sudah terbiasa dengan mode-mode yang tidak bermoral ini.
Thus, the display of women's attractions is a cause for incurring Allah's curse. This display may take various forms like exposing the ornament such as gold and pearls from under the head-covering, wearing revealing and sexy clothes, using of fragrant perfumes, etc. unfortunately, most of women today are accustomed to these immoral fashions.
Demikian pula, Rasulullah ﷺ bersabda, "Aku melihat ke dalam Neraka, dan aku melihat mayoritas penghuninya adalah wanita." Beliau ﷺ juga menjelaskan, "Aku tidak meninggalkan fitnah yang lebih membahayakan bagi laki-laki selain fitnah wanita."2
By the same token, the Messenger of Allah (pbuh) stated, "I looked at Hell-fire and saw the majority of its inhabitants are Women. "He (pbuh) disclosed further, "I left no harmful trial to men than women.”2
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari.
1 Reported by AI-Bukhari.
Diriwayatkan oleh Abu Dawud.
2 Reported by Abu Dawud.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari.
3 Reported by A1-Bukhari.
4 Diriwayatkan oleh Abu Dawud.
4 Reported by Abu Dawud.
5 Diriwayatkan oleh Al-Bukhari.
5 Reported by AI-Bukhari.
6 Diriwayatkan oleh Ahmad.
6 Reported by Ahmad.
Diriwayatkan oleh Muslim.
7 Reported by Muslim.
.
.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari.
1 Reported by AI-Bukhari.
Diriwayatkan oleh Muslim.
2 Reported by Muslim.