Sodomi
Sodomy
Allah Yang Maha Tinggi menceritakan dalam Kitab-Nya kisah kaum Luth di beberapa tempat. Allah Yang Maha Kuasa berfirman, {Ketika perintah Kami datang, Kami jungkirbalikkan negeri-negeri itu dan Kami hujani mereka dengan batu-batu dari tanah yang dibakar, yang bertumpuk-tumpuk, yang diberi tanda oleh Tuhanmu; dan (azab) itu tidaklah jauh dari orang-orang yang zalim!} (Hud: 82-83)
Allah, Most High recounts in His Book the story of Lut's people in several positions. Allah, the Almighty says, {When Our decree issued, We turned (the cities) upside down, and rained down on them brimstones hard as baked clay, spread, layer on layer, marked from thy Lord; nor are they ever far from those who do wrong!"} (Hud: 82-83)
Tempat tinggal ini tidak jauh dari orang-orang yang berbuat zalim di antara umat kita, jika mereka melakukan dosa yang sama.
This abode is not far from those who do wrong amongst our nation if they committed the same sin.
Oleh karena itu, Nabi ﷺ bersabda, "Yang paling aku khawatirkan atas umatku adalah mereka mengikuti perbuatan kaum Luth."1
Therefore, the Prophet (pbuh) said, "What I fear most is that my nation may follow the crime of Lut's people.”1
Nabi ﷺ juga bersabda, "Semoga Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth."2
The Prophet also said, "May Allah curse him who does what Lut's people did.”2
Dia mengatakannya dua kali.
He said it twice.
Diriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Barangsiapa yang kedapatan melakukan perbuatan kaum Luth, bunuhlah pelaku dan yang dilakukan terhadapnya." 3
It was related that the Prophet (pbuh) said, "Whoever is caught doing the crime of Lut's people, you should kill the one who sodomizes and the one who lets it be done to him.” 3
Ibnu 'Abbas (semoga Allah meridhainya) berkata, "Carilah bangunan tertinggi di kota, lalu jatuhkanlah mereka dari sana, dan rajamlah mereka seperti tempat tinggal kaum Luth." Terdapat kesepakatan ulama bahwa sodomi termasuk dosa besar yang diharamkan oleh Allah, {Mengapa kamu mendatangi jenis laki-laki di antara manusia, dan meninggalkan isteri-isteri yang dijadikan Tuhan untuk kamu sebagai pasangan? Bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas} (QS. Asy-Syu'ara: 165-166)
Ibn 'Abbas (may Allah be pleased with hi) said, "Look for the highest building in the town, and then throw them down and stone them like the abode of Lut's people." There is a scholarly consensus that sodomy is among the major sins forbidden by Allah, {Of all creatures in the world, will ye approach males, and leave those whom Allah has created for you to be your mates? Nay, ye are a people transgressing (all limits!} A-Shu`ara: 165-166)
Allah Yang Maha Tinggi berfirman, {Dan Lut, Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu, dan Kami selamatkan dia dari negeri yang penduduknya melakukan perbuatan-perbuatan keji. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik.} (Al-Anbiya': 74)
Allah, Most High, says, {And Lut, too, We gave Judgment and Knowledge, and We saved him from the town which practiced abominations: truly they were a people given to evil, a rebellious people.} (Al-Anbya': 74)
Kota tempat kaum itu tinggal bernama Sodom. Mereka biasa melakukan perbuatan keji yang disebutkan oleh Allah dalam Kitab-Nya. Mereka biasa melakukan sodomi; buang angin dengan suara keras di majelis mereka, dan banyak praktik tercela lainnya.
The town where those people lived was called Sodom. They used to practice the abominations mentioned by Allah in His Book. They used to commit sodomy; make sounded wind in their assembly and many other offensive practices.
Dia ﷺ bersabda, "Lesbianisme adalah zina di antara mereka." Nabi ﷺ bersabda, "Empat golongan orang mendatangkan murka Allah pada waktu malam dan siang." Maka ditanyakan, "Siapakah mereka, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki, orang yang berzina dengan binatang, dan orang yang melakukan liwath (homoseksual)."1
He (pbuh) said, "Lesbianism is adultery between them." The Prophet (pbuh) said, "Four people entail Allah's wrath in night and day. " It was asked, "Who are they, Messenger of Allah?" He answered, "Effeminate men and masculine women, the adulterer of animals and sodomizers.”1
Diriwayatkan bahwa ketika dua orang laki-laki mulai melakukan liwath (homoseksual/sodomi), Arsy Allah bergetar karena takut akan murka Allah.
It is narrated that when two men start to commit sodomy, Allah's Throne vibrates fearing Allah's wrath.
Hampir saja langit runtuh menimpa bumi, tetapi para malaikat menahan tepi-tepinya dan membaca Surat Al-Ikhlas hingga murka Allah reda." Nabi ﷺ bersabda, "Pada Hari Kiamat nanti, akan ada tujuh golongan orang yang dikeluarkan dari Rahmat dan penyucian Allah. Allah akan memutuskan agar mereka dimasukkan ke dalam Neraka bersama orang-orang yang memasukinya: Orang yang melakukan sodomi, orang yang melakukan masturbasi, orang yang mendatangi binatang melalui duburnya, orang yang mendatangi wanita melalui duburnya, orang yang menikahi seorang wanita sekaligus anak perempuannya, orang yang berzina dengan istri tetangganya, dan orang yang mencelakakan tetangganya hingga ia melaknatnya."2
The heavens almost fall on the earth but the angels hold their outskirts and recite Surat AI-Ikhlas until Allah's wrath reposes." The Prophet (pbuh) said, "On the Day of Judgment, there will be seven people who will be excluded from Allah's Mercy and purification. Allah will sentence them to enter the Hell-Fire with those who enter it: Those who commit sodomy, the one who commits masturbation, the one who approaches an animal from its anus, the one who approaches a woman from her anus, the one who marries a woman and her daughter altogether, the adulterer of his neighbor's wife and the one who brings harm to his neighbor until he accurse him.”2
Diriwayatkan bahwa, "Akan ada sekelompok orang yang dikumpulkan pada Hari Kiamat dengan tangan hamil karena melakukan perzinaan. Mereka dahulu bermain-main dengan kemaluan mereka di dunia." Juga diriwayatkan bahwa, "Di antara perbuatan kaum Lut adalah bermain dadu, berlomba dengan terbangnya merpati, masuk ke kamar mandi dalam keadaan telanjang, dan berbuat curang dalam takaran dan timbangan. Celakalah bagi orang yang melakukan demikian."3
It was narrated that, "there will be some people who will be assembled on the Day of Judgment with pregnant hands because of committing adultery. They used to make play of their genitals in the world." It was also narrated that, "Among the practices of Lut's people is playing with dice, competing by flying pigeons, entering the bathroom naked, cheating in measures and weights. O woe to those who do so.”3
Ibnu 'Abbas (semoga Allah meridainya) berkata, "Apabila seorang pelaku liwath meninggal tanpa bertobat, ia akan berubah menjadi babi di dalam kuburnya." Nabi ﷺ bersabda, "Allah tidak memandang kepada seorang laki-laki yang melakukan liwath dengan laki-laki atau perempuan." 4
Ibn 'Abbas (may Allah be pleased with him) said, "When a sodomite dies without making repentance, he will turn into a pig in his grave." The Prophet (pbuh) said, "Allah does not look to a man who commits sodomy with a man or a woman." 4
Abu Sa'id As-Su'luk berkata, "Akan ada sebagian orang di umat ini yang akan disebut kaum liwath (sodomi). Mereka terbagi menjadi tiga golongan: sebagian yang hanya memandang, sebagian yang hanya berjabat tangan, dan yang terakhir yang melakukan perbuatan keji tersebut."5
Abu Sa'id As-Su'luk said, "There will be some people who will be called sodomites in this Ummah (nation). They are of three kinds: some who just gaze, others who just shake hands, and the last who commit the abominable act.”5
Melihat wanita atau anak remaja dengan syahwat adalah zina, sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut:
Looking at a woman or a juvenile out of sexual excitement is adultery as mentioned in the following hadith:
"Seseorang berzina dengan matanya ketika ia memandang wanita yang bukan mahramnya," zina telinga adalah mendengarkan dialog seksual, zina lidah adalah membicarakan tentang seks, zina tangan adalah meraba sesuatu yang haram, dan zina kaki adalah melangkah menuju wanita yang bukan mahramnya; hati sangat menginginkan zina, dan kemaluan membenarkan atau mengingkari perbuatan tersebut.1
"A man commits adultery with his eyes when he looks at a strange woman,' the adultery of the ears is listening to sexual dialogue, adultery of the tongue is talking about sex,' the adultery of the hand is to catch which is unlawful,' and the adultery of the feet is going towards a strange woman; the heart ardently desires adultery,' and the sexual organs confirm or contradict the act.”1
Oleh karena itu, orang-orang saleh menekankan pentingnya menjauhi anak-anak remaja. Al-Hasan bin Zakwan berkata, "Janganlah engkau biasa duduk bersama anak-anak orang kaya, karena mereka rupawan seperti para gadis perawan. Mereka bisa jadi lebih menggoda daripada perempuan."2
Therefore, the righteous men stress the necessity of keeping away from juveniles. AI-Hasan Ibn Zakwan said, "Do not be accustomed to sit with the wealthy men's kids since they are good looking like the virgin ladies. They might be more fascinating than women.”2
Salah seorang ulama terdahulu juga berkata, "Aku tidak khawatir terhadap binatang buas yang menyerang seorang pemuda yang taat.
One of the earlier scholars also said, "I do not fear a beast of prey when attacking a devout young man.
"Saya hanya khawatir terhadap anak remaja ketika duduk bersamanya." Lebih dari itu, beliau berkata: "Seorang laki-laki tidak boleh tidur bersama seorang anak remaja." Para ulama berpendapat bahwa haram bagi seorang laki-laki untuk berduaan dengan seorang anak remaja di dalam rumah, di toko, atau di kamar mandi, sebagaimana halnya dengan laki-laki dan perempuan.
I just fear a juvenile when sitting with him." More than that he said, 'A man should not sleep with a juvenile together." It is unlawful for a man as scholars argued, to stay alone with a juvenile in a house, a shop or a bathroom as in the case of men and women.
Di antara para remaja ada yang mungkin lebih rupawan daripada wanita. Ia bisa jadi sangat memikat. Lebih mudah membenarkan perbuatan keji yang dilakukan terhadapnya dibandingkan terhadap seorang wanita. Oleh karena itu, perasaan yang mendalam semacam ini kemungkinan besar haram. Banyak nasihat dari kalangan Muslim generasi awal yang disampaikan sebagai peringatan agar menjauh dari mereka.
Among juveniles are those who may be more beautiful than women. He may be most fascinating. It is easy to justify what you do of evil with him than is with a woman. Therefore, such deep feelings are most likely unlawful. Numerous maxims of the early Muslims were postulated as warnings from keeping near of them.
Suatu ketika, Sufyan Ats-Tsauri masuk ke sebuah pemandian umum, lalu seorang anak laki-laki yang tampan masuk setelahnya. Sufyan berkata, "Keluarkan dia, karena setiap kali aku melihat seorang wanita, aku melihat setan, tetapi setiap kali aku melihat anak laki-laki yang tampan, aku melihat sekelompok setan." Seorang laki-laki pernah mengunjungi Imam Ahmad bersama seorang anak laki-laki yang tampan. Imam Ahmad bertanya, "Siapa itu?" Laki-laki itu menjawab, "Keponakanku." Imam Ahmad berkata, "Jangan datang lagi bersamanya, dan jangan berjalan bersamanya, agar orang-orang yang tidak mengenalmu tidak berprasangka buruk tentangmu."
Once, Sufyan Ath- Thawri entered a public bath and the a hand some boy entered after him. Sufyan said, "Get him out because when ever I see a woman I see a Devil but whenever I see a handsome boy I see a group of devils." A man visited Imam Ahmad accompanied with a handsome boy. Imam Ahmad said, "Who is that?" The man replied, "My nephew." Imam Ahmad said, "Do not come again with him. Nor should you walk with him lest the people who do not know you think something bad about you.
Ketika utusan Abdul-Qays datang kepada Nabi ﷺ, ada seorang remaja tampan bersama mereka. Nabi ﷺ menyuruhnya duduk di belakang punggung beliau dan bersabda, "Ujian Dawud berkaitan dengan pandangan."3
When the delegate of `Abdel-Qays came to the Prophet (pbuh) there was a handsome juvenile with them. The Prophet (pbuh) made him sit behind his back and said, "The trial of Dawud pertained to the gaze.”3
Dikatakan bahwa pandangan adalah pesan zina.
It was said that the look is message of adultery.
Nabi ﷺ bersabda, "Memandang (lawan jenis) adalah anak panah beracun dari Setan, dan siapa yang meninggalkannya karena Allah, maka ia akan merasakan kenikmatan ibadah yang akan terus berlangsung hingga Hari Kiamat."4
The Prophet (pbuh) said, "Eye-looking is a poisonous arrow of Satan and whoever gives it up for the sake of Allah, he will feel the joys of Worship which will persist until the Day of Judgement.”4
Hukuman bagi Kaum Sodom
The Punishment Of Sodomites
Khalid Ibn Al-Waleed (semoga Allah meridhainya) meriwayatkan bahwa suatu hari ia mendapati seorang pelaku sodomi sedang melakukan perbuatan tersebut. Lalu Abu Bakr bermusyawarah dengan para Sahabat yang lain (semoga Allah memberkahi mereka semua). `Ali Ibn Abi Thalib berkata, "Dosa ini hanya dilakukan oleh kaum Luth, dan kita tahu bagaimana mereka dihukum oleh Allah, Yang Maha Kuasa. Menurut saya, ia sebaiknya dibakar." Maka Abu Bakr mengirim pesan kepada Khalid, memerintahkannya untuk membakar pelaku sodomi itu. Lalu Khalid membakarnya. `Ali (semoga Allah meridhainya) berkata, "Siapa pun yang membiarkan orang lain menyetubuhinya, ia akan terjerumus dalam nafsu terhadap wanita dan akan menjadi setan yang terkutuk di dalam kuburnya hingga hari Kiamat." Diriwayatkan bahwa Isa, putra Maryam (alaihis salam), pernah melewati api yang sedang membakar seorang laki-laki ketika ia dalam perjalanan. Lalu Isa membawa air untuk memadamkan api itu. Namun, api itu berubah menjadi seorang anak laki-laki dan laki-laki itu berubah menjadi api. Dengan heran, Isa berkata, "Ya Tuhanku! Kembalikanlah mereka hidup kembali agar aku dapat bertanya kepada mereka bagaimana keadaan mereka." Allah kemudian menghidupkan mereka kembali. Mereka adalah seorang laki-laki dan seorang anak laki-laki. Isa bertanya kepada mereka, "Siapa kalian?" Laki-laki itu menjawab, "Wahai ruh Allah, di dunia aku tertimpa cinta kepada anak laki-laki ini, dan karena dorongan syahwat, aku menyodominya. Kemudian ketika kami mati, kami saling membakar satu sama lain secara bergantian. Inilah siksaan kami hingga hari Kiamat." Kami memohon perlindungan Allah dari siksa-Nya dan memohon ampunan-Nya, serta keselamatan dan petunjuk kepada apa yang Dia cintai dan ridhai.
Khalid Ibn Al-Waleed (may Allah be pleased with him) related that one day he found a sodomite committing such practice. Then, Abu Bakr consulted the other Companions (may Allah bless them all `Ali Ibn Abi Talib said, "This sin was only done by Lut's people and we knew how they were punished by Allah, the Almighty. I think he should be burnt." Therefore, Abu Bakr sent a message to Khalid ordering him to bum the sodomite. Then Khalid burnt him. " 'Ali (may Allah be pleased with him) said, "Whoever allows someone else to fornicate with him, he will be addicted by the appetite of woman and will be an accursed Satan in his grave until the day of Judgement.” It was related that Jesus, the son of Marry (pbuh), passed by a flaming fire burning a man when he was in a journey. Then, Jesus carried Some water to extinguish the fire. But, the fire turned into a boy and the man turned into fire. Surprisingly, Jesus said, "O Lord! May You return them back to life to ask them how they are? Allah then brought them to life. They were a man and a boy. Jesus asked them, "Who are you?" The man said, "O spirit of Allah, in the World I was afflicted by loving this boy and out of sexual excitement, I sodomized him. Later on when we died, we alternatively burned one another. This is Our torture until the Day of Judgement." We seek Allah's refuge from His torture and ask His pardon, and for well-being and guidance to What He loves and pleases.
1 Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, 2 Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, 3 Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, .
1 Reported by At- Tirmidhi, 2 Reported by At- Tirmidhi, 3 Reported by At- Tirmidhi, .
1 Diriwayatkan oleh Ibnu Hajar Al-Haitsami dari Abu Hurairah dalam Majma Al-Zawa`id.
1 Reported by Ibn Hajar Al-Haithami on the authority of Abu Hurairah in Majma Al-Zawa`id.
2 Diriwayatkan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya yang agung. Ini adalah hadits gharib.
2 Reported by Ibn Kathir in his ‘Great Exegesis”. It is Gharib hadith.
Hal itu termasuk dalam kategori hadis-hadis dha'if (lemah).
3 It is subsumed under weak hadiths.
4 Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi. Hadis ini hasan tetapi gharib. 5 Diriwayatkan oleh As-Suyuthi dalam Ad-Durr Al-Manthur.
4 Reported by At-Tirmidhi. It is good but Gharib hadith 5 Reported by Al-Suyuti in Ad-Dur AI-Manthur.
.
.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.
1 Reported by Al-Bukhari and Muslim.
Diriwayatkan oleh Ad-Dailami.
2 Reported by Al-Dailami.
3 Asy-Syawkani mengatakan bahwa hadis ini tidak memiliki sanad.
3 Ash-Shawkani said this hadith has no reference.
Diriwayatkan oleh Al-Hakim, yang mengatakan bahwa hadits ini sahih.
4 Reported by AI-Hakim who said that it is an authetic hadith.
.
.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.
1 Reported by Al-Bukhari and Muslim.