Menyakiti Hamba-hamba Allah
Harming the Servants of Allah
Allah Yang Mahaperkasa telah berfirman, {Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sungguh mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.} (Al-Ahzab: 58)
Allah the Almighty has said, {And those who annoy believing men and women undeservedly, bear (on themselves) a calumny and a glaring sin.} (AI-Ahzahb: 58)
Allah juga berfirman, {Dan rendahkanlah sayapmu terhadap orang-orang yang beriman, yang mengikuti kamu.} (Asy-Syu'ara: 215)
Allah also said, {And lower thy wing to the believers who follow thee.} (Ash-Shu'ara': 216)
Abu Hurairah (radhiyallahu 'anhu) berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, “Allah berfirman (dalam hadits Qudsi), 'Barangsiapa memusuhi wali-Ku, maka Aku menyatakan perang terhadapnya.' Dalam riwayat lain, “Maka Aku mengumumkan perang kepadanya.”1
Abu Hurairah (may Allah be pleased with him) said, "The Messenger of Allah (pbuh) said, “Allah said (in a Qudsi hadith), "He who is hostile to a friend of Mine, I declare war against. In another narration, “ Then I apprise him with a war.”1
Dalam hadis lain, diriwayatkan bahwa, "Suatu ketika Abu Sufyan datang kepada Salman, Suhaib dan Bilal ketika mereka sedang berkumpul bersama beberapa orang lain.
In another hadith, it is reported that, "Once Abu Sufyan came to Salman, Suhayb and Bilal while they were in gathering with some other people.
Mereka berkata, "Demi Allah, pedang-pedang Allah belum mengambil haknya dari musuh Allah." Abu Bakr (semoga Allah meridhainya) berkata, "Apakah kalian mengucapkan kata-kata seperti itu kepada pemimpin dan tuan Quraisy?" Lalu ia pergi kepada Nabi ﷺ dan menceritakan hal itu kepadanya. Nabi ﷺ bersabda, "Wahai Abu Bakr, jika engkau membuat mereka marah, engkau membuat Tuhanmu marah." Abu Bakr kemudian mendatangi mereka dan bertanya, "Wahai saudara-saudaraku! Apakah aku telah membuat kalian marah?" Mereka menjawab, "Tidak, semoga Allah mengampunimu, wahai saudara kami." 2
They said, "By Allah, the swords of Allah did not yet take its right from the enemy of Allah. Abu Bakr (,may Allah be pleased with him) said, "Did you say such words for the sheikh and master of Quraish? He, then came to the Prophet (pbuh) and told him. The Prophet said, "0 Abu Bakr if you anger them, you anger your Lord". Abu Bakr (pbuh) when to them and asked, "0 my brothers! Did I anger you? They replied, "No, may Allah forgive you our brother?” 2
Allah Yang Mahaperkasa berfirman, {Dan bersabarlah kamu bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya.} (Al-Kahf: 28)
Allah, the Almighty said, {And keep yourself content with those who call on their Lord, morning and evening, seeking his face.} (AI-Kahf: 28)
Ayat ini diturunkan berkenaan dengan keutamaan orang-orang miskin. Sebab turunnya ayat ini adalah sebagai berikut:
This verse was revealed concerning preference of the poor. Its cause of revelation goes as follows:
Orang-orang pertama yang beriman kepada Nabi Allah ﷺ adalah orang-orang miskin. Hal ini berlaku pada setiap nabi yang diutus.
the first to believe in Allah's Prophet (pbuh) were the poor. This is true with respect of every sent Prophet.
Rasulullah ﷺ biasa duduk bersama orang-orang miskin di antara para sahabatnya, seperti Salman, Suhayb, Bilal dan `Ammar bin Yasir (semoga Allah meridai mereka semua). Akibatnya, kaum musyrikin ingin menjebak beliau dengan mengusir orang-orang miskin itu, karena mereka mendengar bahwa tanda pertama seorang nabi yang benar adalah bahwa ia akan diikuti oleh orang-orang miskin. Beberapa kaum musyrikin datang kepada Nabi ﷺ dan berkata, "Wahai Muhammad, usirlah orang-orang miskin itu, karena kami merasa enggan duduk bersama mereka. Jika engkau mengusir mereka, para pembesar dan tokoh-tokoh masyarakat akan beriman kepadamu." Maka Allah Yang Maha Kuasa menurunkan firman-Nya, {Janganlah engkau usir orang-orang yang menyeru Tuhan mereka pagi dan petang, dengan mengharap keridaan-Nya.} (QS. Al-An'am: 52)
The Messenger of Allah (pbuh) used to set with the poor amongst his companions such as, Salman, Suhayb, Bilal and `Ammar Ibn Yasir (may Allah be pleased with them all). Consequently the polytheists wanted to trap him by driving out the poor for they heard that the first sign of the true Prophet is that he would be followed by the poor. Some polytheists came to the Prophet and said, "O Muhammad, drive the poor out for we disdain to sit with them. If you drive them out, the masters and notable of people will believe in you. Consequently, Allah, the Almighty revealed, {Send not away those who call on their Lord, morning and evening, seeking His face.} AI-An'am: 52)
Ketika kaum musyrikin putus asa terhadap Muhammad ﷺ untuk mengusir orang-orang miskin, mereka berkata, "Wahai Muhammad, jika engkau tidak mengusir mereka, pisahkanlah antara kami dan mereka dengan membuat satu hari untuk mereka dan satu hari untuk kami." Maka Allah Yang Mahakuasa menurunkan wahyu, {Dan bersabarlah kamu bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya, dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini.} (Al-Kahf: 28)
When the polytheist despaired of Muhammad driving the poor out they said, "a Muhammad, if you will not drive them out, separate between us by making a day for them and another for us. Consequently, Allah the Almighty revealed, {And keep yourself COl1tent with those who call on their Lord morning and evening, seeking His face, and let not thine eyes pass beyond them, seeking the pomp and glitter of this life.} (Al-Kahf: 28)
Ini berarti bahwa engkau hendaknya bergaul dengan orang-orang yang seperti itu dan janganlah engkau mengarahkan pandanganmu kepada keuntungan duniawi atau daya tarik duniawi.
This means that you should keep yourself amongst such kind of people and should not turn your eyes to worldly gain, or worldly attractions.
{Katakanlah: "Kebenaran itu datang dari Tuhanmu. Maka barangsiapa yang ingin beriman, hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin kafir, biarlah ia kafir."} (Al-Kahf: 29)
{Say, the truth is from your Lord." Let him who will, believe, and let him who will, reject (it).} (Al-Kahf: 29)
Kemudian Allah membuat perumpamaan bagi orang kaya dan orang miskin, dengan firman-Nya, {Dan berikanlah kepada mereka perumpamaan dua orang laki-laki.} (Al-Kahfi: 32)
Then Allah strikes the sii11ilitude of the rich and the poor saying, {Set forth to them the parable of the two men.} (Al-Khaf: 32)
{Dan buatlah bagi mereka perumpamaan kehidupan dunia.} (Al-Kahf: 45)
{Set forth to them the similitude of the life of this world.} (Al-Kahf: 45)
Ketika Rasulullah ﷺ berhijrah ke Madinah, orang-orang miskin ikut berhijrah bersama beliau dan mereka tinggal di halaman Masjid Nabi ﷺ. Mereka kemudian disebut Ahlus Shuffah (penghuni serambi).
When the Messenger of Allah (pbuh) migrated to Medina, the poor migrated with him and tbey lived in the courtyard of the Mosque of the Prophet. They, in turn were called the people of Sufa (courtyard).
Setiap orang miskin yang berhijrah dari Makkah akan bergabung dengan mereka di Madinah hingga jumlah mereka menjadi sangat banyak (semoga Allah meridhai mereka semua).
Any poor who migrated from Mecca, would join them in Medina until they were of a huge number (may Allah be pleased with them all).
1 Diriwayatkan oleh Al-Bukhari.
1 Reported by AI-Bukhari.
Diriwayatkan oleh Muslim.
2 Reported by Muslim.