Sumpah yang Meliputi
The Engulfing Oath
Allah berfirman, {Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (setia) kepada Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bagian (pahala) di akhirat, Allah tidak akan berbicara kepada mereka, tidak akan memandang mereka pada hari kiamat, dan tidak akan menyucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih.} (Ali 'Imran: 77)
Allah says, {as for those who sell the faith they owe to Allah and their own solemn plighted word for a small price, they shall have no portion in the here after! Nor will Allah (Design to) speak to them or look at them on the Day of Judgement, nor will he clean them (of sin): they shall have a grievous chastisement.} (3: 77)
Al-Wahidi meriwayatkan, "Sebab turunnya ayat ini berkenaan dengan dua orang yang berselisih yang datang kepada Nabi ﷺ untuk memutuskan perkara mereka mengenai sebidang tanah. Ketika tergugat hampir bersumpah, Allah menurunkan ayat ini. Seketika itu juga, ia berpaling dari bersumpah dan mengakui hak penggugat atas tanah tersebut."
Al-Wahidi related, "The occasion of revelation of this verse was regarding two disputants who sought the Prophet to decide their case about a landed estate. At the time the defendant had been on the point of taking an oath1, Allah revealed this verse. At once, he turned away from swearing and admitted the claimant's right to the estate.
"Barangsiapa yang diperintahkan (oleh penguasa atau hakim) untuk bersumpah, lalu ia bersumpah palsu demi merampas harta seorang Muslim, maka ia akan mendapat murka Allah ketika bertemu dengan-Nya pada Hari Kiamat." Al-Ash'ath berkata, "Demi Allah, ayat ini diturunkan berkenaan dengan diriku. Terjadi perselisihan antara aku dan seorang Yahudi yang mengingkari hakku atas kepemilikan sebidang tanah. Aku melaporkannya kepada Rasulullah ﷺ, lalu beliau bersabda kepadaku:
"Whosoever is ordered (by the ruler or the judge) to give an oath, and he takes a false oath in order to grab the property of a Muslim, he will incur Allah's Wrath when he meets Him on the Day of Resurrection.” Al-Ash 'ath said, "By Allah, this verse was revealed in my connection. A dispute broke out between me and a Jew who had denied my right to the ownership of a piece of land. I reported him to Allah's apostle who said to me:
"Apakah kamu punya bukti (yaitu saksi)?" Aku menjawab, "Tidak." Lalu beliau berkata kepada orang Yahudi itu, "Bersumpahlah!" Pada saat itu aku berkata, "Wahai Rasulullah ﷺ! Dia, lawanku, akan bersumpah dan dengan demikian akan menguasai hartaku." Karena itu Allah menurunkan firman-Nya, "Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (mereka) dengan harga yang sedikit..." 2
"Have you got an evidence (i.e. witness)? I replied, "No" He said to the Jewish man" swear in!" At this moment, I said, "0 Allah's Apostle! He, my opponent, will take the oath and consequently consume my property". For this Allah revealed, ''as for those who sell the faith…” 2
`Abdullah Ibn Mas'ud meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Barangsiapa bersumpah palsu untuk merampas harta seorang Muslim secara zalim, maka ia akan menghadapi murka Allah pada Hari Kiamat." `Abdullah menambahkan, "Nabi ﷺ kemudian membacakan ayat berikut dari Al-Qur'an untuk menguatkan pernyataan ini."
`Abdullah Ibn Mas'ud narrated the Prophet as saying, A person who swears falsely to take possession of Muslim's property unjustly, shall face the wrath of Allah on the Day of Judgement". 'Abdullah added, 'the Prophet recited the following verse from the holy Qur'an in support of this statement.
{Dan orang-orang yang menjual janji (perjanjian) Allah dan sumpah mereka dengan harga yang murah ..........} Nabi ﷺ bersabda, "Barangsiapa merampas hak seorang Muslim dengan bersumpah (palsu), maka Allah Yang Maha Tinggi akan menetapkan baginya neraka dan mengharamkan baginya surga." Seorang laki-laki bertanya, "Wahai Rasulullah ﷺ! Meskipun itu sesuatu yang kecil?" Beliau ﷺ menjawab, "Meskipun itu hanya sehelai ranting pohon arak."3
{As for those who sell the faith ..........} The Prophet said, "A person who usurps the right of a Muslim, by swearing (falsely) will be condemned by Allah the Exalted to the hell and will be derived of Paradise. A man asked, "0 Messenger of Allah! Even if it may be a small thing?" he the Prophet -answered, "Even if it be the (smallest) twig of a bush- tree.”3
Abu Dzar meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Ada tiga golongan yang Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada Hari Kiamat, tidak akan memandang mereka, dan tidak akan membersihkan mereka, dan bagi mereka ada azab yang pedih." Mereka berkata, "Mereka celaka dan merugi. Siapakah mereka itu, wahai Rasulullah?" Maka Nabi ﷺ bersabda, "Mereka adalah orang yang menjulurkan kainnya, orang yang mengungkit-ungkit pemberiannya, dan penjual barang dagangan dengan sumpah palsu."
Abu Dhar narrated the Prophet say, "There are three people whom Allah will not talk to on the Day of Judgement, look at, or exonerate, and there is a painful chastisement for them ". They failed and they lost who are these persons, Allah's apostle? Upon this the Prophet remarked, "They are the draggers of lower garment, those who remind others of their favors, and the seller of goods by false oath.” 1
Nabi ﷺ juga bersabda, "Dosa-dosa besar itu adalah: menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh seseorang tanpa alasan yang benar, dan bersumpah (palsu) — "Al-Ghamus"."2
The Prophet also said, "The biggest sins are: to join others in worship with Allah, to be undutiful to one's parents, to kill somebody unlawfully, and to take (a false) oath- “AI-Ghamus”2
Di antara sumpah yang dilarang adalah bersumpah dengan selain Allah, seperti: Nabi ﷺ, Ka'bah, malaikat, surga, air, kehidupan, kejujuran, jiwa-jiwa, kehidupan sultan, atau kemurahannya, atau dengan kuburan seseorang.
Of the forbidden oaths is swearing by other than Allah, such as: the Prophet, the Ka'bah, the angels, heaven, water, life, honesty, souls, the sultan's life, or his favor, or by someone's grave.
Nabi ﷺ bersabda, "Sesungguhnya Allah melarang kalian bersumpah dengan nama ayah-ayah kalian. Maka barangsiapa harus bersumpah, hendaklah ia bersumpah dengan nama Allah atau diam."3
The Prophet said, "Lo! Allah forbids you to swear by your fathers, so whosoever has to take an oath, he should swear by Allah or keep silent.”3
Dia juga berkata, "Janganlah kalian bersumpah dengan berhala, dan jangan pula dengan nama bapak-bapak kalian."4
He said too, "Do not swear by idols, nor by your fathers.”4
"Barangsiapa bersumpah dengan kehormatannya, maka ia bukan termasuk golongan kami." 5
"Whosoever swears by his honour is not from amongst us.” 5
"Barang siapa bersumpah bahwa jika ia melakukan perbuatan demikian, atau ia berbuat salah, maka ia boleh keluar dari Islam, maka jika ternyata ia seorang pendusta, ia akan berada sebagaimana yang ia katakan (sumpahkan), dan jika terbukti ia berkata benar, maka ia tidak akan kembali kepada Islam tanpa ada cela." 6
"Whosoever takes an oath that if he does such and such act, or he is wrong, he may go out of Islam, then if he should turn out to be a liar he will be as he said (swore) and if he is proved to have spoken the truth then he will not come back to Islam without a stigma.” 6
Ibnu 'Umar mendengar seorang laki-laki bersumpah dengan Ka'bah. Maka ia berkata kepada laki-laki itu, "Janganlah bersumpah dengan selain Allah, karena aku telah mendengar sabda Nabi ﷺ yang diakhiri dengan, "Barangsiapa bersumpah dengan selain Allah, maka sungguh ia telah kafir kepada Allah dan telah menyekutukan-Nya."7
Ibn 'Umar heard a man swearing by K'abah. Thereupon he said to that man, "Do not swear by other than Allah for I have received the Prophet's words which concluded, "Whosoever swears by other than Allah has indeed disbelieved in Allah and ascribed partners to Him.”7
"kafara dan menyekutukan-Nya." sebagian ahli tafsir menafsirkannya sebagai merujuk pada perbuatan dosa tersebut.
By "disbelieved and ascribed partners to Him." some interpreters assimilate it as referring to the misdeed of the sin.
Nabi ﷺ bersabda, "Kemunafikan itu sama dengan syirik."8
The Prophet said, "Hypocrisy stands for polytheism.”8
Beliau juga bersabda, "Barangsiapa bersumpah dan bersumpah (karena keliru) dengan (nama) Lat dan 'Uzza, hendaklah ia segera mengucapkan: tidak ada Tuhan selain Allah."9
He also said, "A person who takes an oath and swears (by error):" By Lat and "Uzzah", should at once affirm:" there is no god save Allah.”9
Di antara para sahabat yang baru mendapat hidayah adalah beberapa orang yang tanpa sengaja telah menggunakan nama Al-Lat dan Al-Uzza sebagai sumpah. Kepada mereka, Nabi ﷺ memerintahkan agar mengucapkan: "Tidak ada tuhan selain Allah," sebagai penebus atas apa yang telah mereka ucapkan.
Among the newly guided companions of the Prophet were some who spontaneously happened to use Al-Lat and A1- Uzzah as oaths. To them the Prophet gave a commandment to declare:" There is no god but Allah", as an expiation for what they have said.
Sumpah Al-Ghamus adalah sumpah palsu yang diucapkan seseorang dengan sengaja untuk menyesatkan dan menipu orang lain. Karena itu, ia akan menjerumuskan pelakunya ke dalam Neraka.
1 AI-Ghamus oath is the false oath taken by somebody intentionally to mislead and cheat people. So, it dips him into the Fire.
Penerjemah.
Translator.
2 Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.
2 Reported by AI-Bukhari and Muslim.
Diriwayatkan oleh Muslim.
3 Reported by Muslim.
.
.
Diriwayatkan oleh Muslim.
1 Reported by Muslim.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari.
2 Reported by AI-Bukhari.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari.
3 Reported by AI-Bukhari.
Diriwayatkan oleh Muslim.
4 Reported by Muslim.
5 Diriwayatkan oleh Abu Dawud.
5 Reported by Abu Dawud.
6 Diriwayatkan oleh Ibnu Majah.
6 Reported by Ibn Majah.
Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Abu Dawud.
7 Reported by At- Tirmidhi and Abu Dawud.
8 Diriwayatkan oleh As-Sakhawi dalam Al-Maqasid Al-Hasanah.
8 Reported by As-Sakhawi in AI-Maqasid AI-Hasanah.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.
9 Reported by AI-Bukhari and Muslim.