1 Pentingnya Menyampaikan Dakwah Islam
1 The Importance Of Conveying The Islamic Da’wah
Dakwah adalah tindakan mengarahkan dan mendorong. Jika engkau mengajak seseorang kepada Islam, berarti engkau mengarahkannya kepada apa yang engkau serukan dan menumbuhkan ketertarikannya padanya. Oleh karena itu, dakwah kepada Islam tidak terbatas pada ucapan saja, melainkan mencakup segala hal yang mengarahkan dan menumbuhkan ketertarikan, baik berupa ucapan maupun perbuatan. Dengan demikian, dakwah disampaikan dalam bentuk perbuatan dan ucapan. Seorang Muslim, melalui keteguhannya dalam mengamalkan ajarannya, memberikan contoh hidup dari apa yang ia serukan dengan lisannya, dan menampilkan gambaran Islam yang sebenarnya dengan berpegang teguh pada kebenaran.
Da’wah is an act of inclination and encouragement. If you call a person to Islam it means you incline him towards what you called him to and generate his interest in it. Therefore, the da’wah to Islam is not restricted to speech only, but includes whatever inclines and creates interest, of speech or action. Thus, the da’wah is conveyed in the form of actions and speech. The Muslim, by his own adherence, gives the living example of what he calls to with his tongue, and manifests the true image of Islam by adhereing to the truth.
Dia berkata:
He said:
"Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru (manusia) kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: 'Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.'" [TMQ 41:33]. Dan Dia Yang Mahatinggi berfirman:
“And who is better in speech than he who invites (men) to Allah and does righteous deeds, and says:’I am one of the Muslims.’” [TMQ 41:33]. And He the Sublime said:
“Maka untuk agama ini serulah (wahai Muhammad) dan istiqamahlah (di jalan ini) sebagaimana engkau diperintahkan.” [QS. asy-Syura: 15] Dakwah kepada Allah hukumnya wajib, dan ia merupakan ibadah yang dengannya pengemban dakwah mendekatkan diri kepada Tuhannya. Ia mengetahui bahwa kedudukannya tinggi, dan dengannya Allah mengangkat derajatnya di dunia maupun di akhirat.
“So unto this (deen) invite (O Muhammad ) and stand firm and straight (on this path) as you are commanded.’” [TMQ 42:15] The da’wah to Allah is obligatory and it is a worship with which the da’wah carrier seeks closeness to his Lord, and knows that its status is high, by which Allah raises him in this world and in the Hereafter.
Dakwah kepada Allah adalah misi para nabi yang mengembannya, dan melalui dakwah tersebut mereka menegakkan agama Tuhan mereka.
The da’wah to Allah was the mission of the Prophets who undertook it and via it they established the deen of their Lord.
Dia berkata:
He said:
"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul (yang menyerukan):"
“And verily, We have sent among every Ummah a Messenger (proclaiming):
"Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut (sesembahan palsu, tuhan-tuhan palsu, dan sejenisnya)." [QS. An-Nahl: 36].
Worship Allah (alone), and avoid the Taghut (false gods, dieties etc).” [TMQ 16:36].
Dia berkata:
He said:
“Wahai Nabi! Sesungguhnya Kami mengutusmu sebagai saksi, dan pembawa kabar gembira, dan pemberi peringatan - dan sebagai orang yang menyeru kepada Allah dengan izin-Nya, dan sebagai pelita yang menerangi.” [QS. Al-Ahzab: 45-46] Demikianlah Rasulullah ﷺ, Rasul kita yang mulia, menyampaikan Islam dan memberi nasihat kepada umat. Beliau ﷺ menjadi saksi atas manusia mengenai apa yang beliau serukan kepada mereka di dunia, maka beliau ﷺ menyeru mereka untuk bersaksi dan memohon kepada Allah untuk menjadi saksi. Hal inilah yang beliau ﷺ lakukan dalam haji wada’ ketika beliau ﷺ bersabda, “...apakah aku telah menyampaikan? Ya Tuhanku, saksikanlah.” [Diriwayatkan oleh Bukhari]. Dengan demikian, dakwah adalah warisan Nabi ﷺ kepada umatnya; kita wajib menjaganya jika kita ingin menjaga Islam dalam diri kita.
“O Prophet! Verily, We have sent you as witness, and a bearer of glad tidings, and a warner - and as one who invites to Allah by His Leave, and as a lamp spreading light.” [TMQ 33:45-46] Thus, our noble Messenger conveyed Islam and admonished the Ummah. He was a witness over people regarding what he called them to in the dunya, so he called them to bear witness and asked Allah to bear witness. This is what he did in the farewell pilgrimage when he said, “...have I conveyed. O my Lord, bear witness” [Reported by Bukhari]. Thus, the da’wah is the legacy of the Prophet to his Ummah, we must preserve it if we are to preserve Islam within us.
Hal ini karena seseorang tidak dapat membayangkan Islam memiliki kehadiran yang efektif tanpa dakwah yang menghadirkannya ke dalam kenyataan.
This is because one cannot imagine Islam to have an effective presence without a da’wah to bring it into existence.
Dan tidak mungkin dibayangkan bahwa Islam akan tetap jernih dalam benak para pengikutnya tanpa adanya dakwah yang membersihkannya dari kegelapan dan pengaruh pemikiran-pemikiran yang menyimpang.
Nor can one imagine that Islam will remain clear in the minds of its followers without a da’wah which purifies it of the darkness and the effect of deviant thoughts.
Juga tidak mungkin dibayangkan bahwa Islam akan tegak tanpa adanya dakwah untuk menegakkannya.
Nor can one imagine that Islam will be established without a da’wah to establish it.
Tidak pula dapat dibayangkan bahwa Islam akan tersebar secara kuat tanpa adanya dakwah untuk menyebarkannya.
Nor can one imagine that Islam will be spread in a strong manner without a da’wah to spread it.
Seandainya bukan karena dakwah Islam, agama ini tidak akan menjadi kuat, tidak akan tersebar, tidak akan terjaga, dan hujjah (bukti) Allah tidak akan tegak atas makhluk-Nya.
If it was not for the Islamic da’wah the deen would not have become strong, it would not have spread, it would not have been protected and the hujja (proof) of Allah would not have been established against His creation.
Dengan dakwah kepada Islam, umat ini kembali pada kejayaan dan eksistensinya yang dahulu, dan betapa mendesaknya kita membutuhkan hal itu hari ini.
Thus, by the da’wah to Islam, it returns to its former glory and powerful existence, and how urgently we need that today.
Dengan dakwah kepada Islam, Islam tersebar di antara seluruh umat manusia, dan agama ini, seluruhnya, akan menjadi milik Allah. Dunia saat ini sangat membutuhkan dakwah ini.
With the da’wah to Islam, Islam is disseminated amongst all peoples and the deen, all of it, will be for Allah. The world today is in urgent need of this da’wah.
Dengan dakwah kepada Islam, hujjah atas seorang Muslim menjadi nyata, dan hujjah atas orang kafir terputus sehingga ia tidak akan diberi udzur atas penolakannya terhadap Islam. Beliau berkata:
With the da’wah to Islam the proof of the Muslim manifests, and the proof of the kaafir is cut and so he will not be excused for his abandonement of Islam. He says:
"Para rasul sebagai pembawa kabar gembira sekaligus pemberi peringatan, agar manusia tidak mempunyai alasan untuk membantah Allah setelah diutusnya para rasul itu. Dan Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana." [TMQ 4:165] Karena itu, dakwah kepada Islam memperoleh kedudukan penting di kalangan kaum Muslimin, dan generasi Muslim pertama, dimulai dari Nabi ﷺ, mengembannya, serta mereka memberikan perhatian terhadapnya sebagaimana perhatian mereka terhadap agama.
“Messengers as bearers of good news, as well as warners, in order that mankind should have no plea against Allah after the Messengers. And Allah is Ever All- Powerful, All-Wise.” [TMQ 4:165] For this reason, the da’wah to Islam gained its importance amongst Muslims, and the first early Muslims starting with the Prophet undertook it, and they gave it the same attention they gave to the deen.
Seandainya tidak ada dakwah kepada Islam, Islam tidak akan sampai kepada kita dan ratusan juta manusia tidak akan memeluknya; bahkan Islam tidak akan melampaui diri Rasulullah ﷺ. Maka wahyu pertama yang diturunkan kepada Rasulullah ﷺ adalah firman-Nya:
Had there not been da’wah to Islam, Islam would not have reached us and hundreds of millions of people would not have embraced it; rather Islam would not have gone beyond the Messenger . So the first thing revelaed to the Messenger was His saying:
"Bacalah!" [QS 96:1]. Allah memerintahkannya untuk membaca sendiri dan juga membacakannya kepada manusia. Salah satu ayat yang pertama kali diturunkan kepadanya adalah firman-Nya:
“Read!’ [TMQ 96:1]. He ordered him to read himself and to read it to the people. One of the earliest ayaat revealed to him was His saying:
"Bangkitlah dan berilah peringatan!" [TMQ 74:2] Maka, dakwah Rasulullah ﷺ menghasilkan Islam dalam segala aspeknya, dan melahirkan kaum Muslimin pertama yang paling baik dalam membawa Khayr (Islam) sebagai risalah setelah Rasulullah ﷺ. Dakwah kaum Muslimin tersebut menyampaikan Islam kepada generasi setelah mereka. Demikianlah, pada masa kita sekarang, dakwah harus terus berlanjut hingga Hari Kiamat.
“Arise and warn!” [TMQ 74:2] Thus, the Da’wah of the Messenger brought about Islam in all its aspects, and produced the first Muslims who were the best in carrying the Khayr (Islam) as a Message after the Messenger . The da’wah of those Muslims carried Islam to those who came after them. Thus, in this manner and our present time, the da’wah must continue until the Final Hour.
Oleh karena itu, dakwah dalam kaitannya dengan Islam ibarat aliran dalam kaitannya dengan air; sebagaimana air mengairi, memuaskan dahaga dan memberikan kebaikan kepada manusia, ia membutuhkan seseorang untuk membawanya. Demikian pula Islam, yang merupakan agama yang benar dan jalan hidup yang lurus, juga membutuhkan seseorang untuk membawanya dan menyampaikan kebaikannya, agar dapat mengairi, memuaskan dahaga, dan membimbing orang yang mengikuti keridhaan Allah yang baik.
Therefore, the da’wah in relation to Islam is like the flow in relation to water; just as the water irrigates, quenches the thirst and gives goodness to the people, it needs someone to carry it. In the same way Islam, which is the true deen and the correct way of life, also needs someone to carry it, and carry its goodness, so as to irrigate and quench and guide the one who follows the good Pleasure of Allah .
Oleh karena itu, hubungan yang erat antara Islam dan dakwah menjadi jelas.
Therefore, the strong relationship between Islam and the da’wah becomes apparent.
Karena itu, dakwah adalah pilar yang mendasar dan perkara yang vital dalam Islam. Islam membutuhkan dakwah untuk memberikan pengaruh dengannya, dan Islam membutuhkan dakwah agar dapat tersebar. Masa dakwah adalah masa Islam itu sendiri, sejak ia dimulai hingga Allah mewarisi bumi beserta penghuninya.
For this reason, the da’wah is a fundemental pillar and a vital matter in Islam. Islam needs the da’wah to generate influence with it, and it needs the da’wah to spread. The age of the da’wah is the age of Islam itself, ever since it started, until Allah inherits the earth and those inhabiting it.
Oleh karena itu, dakwah harus diberikan perhatian yang semestinya dalam kehidupan kaum Muslimin. Kaum Muslimin harus disibukkan dengan dakwah, yang untuknya mereka harus meluangkan waktu dan mengerahkan usaha mereka.
Therefore, the da’wah must be given its due importance in the life of the Muslims. The Muslims must be preoccupied by the da’wah for which they must spend their time and exert their effort.