3.2 Kewajiban Adanya Partai atau Partai-Partai Politik atas Dasar Islam
3.2 The Obligation Of The Existence Of A Political Party Or Parties On The Basis Of Islam
Ayat tersebut hanya menunjukkan kewajiban adanya partai-partai politik Islam dan tidak lebih dari itu. Ayat itu juga telah menjelaskan jenis dan sifat umum dari pekerjaannya. Adapun menentukan ma'ruf-ma'ruf yang harus diupayakan untuk ditegakkan, dan menetapkan munkar-munkar yang harus diupayakan untuk dihilangkan, hal itu terkait dengan realitas tempat partai-partai tersebut berada, dari sisi mengadopsi hukum-hukum syar'i yang diperlukan untuk mengubahnya. Dengan demikian, kelompok yang didirikan sesuai dengan ayat ini dan berupaya melakukan muhasabah terhadap penguasa, terhadap kinerjanya dan terhadap isi kebijakannya, akan terkait dengan realitas tempat ia bekerja: mereka akan mengawasi tindakan penguasa dan menuntutnya pertanggungjawaban atas kelalaiannya, dengan memaksanya untuk berpegang pada kebenaran dan membatasinya di dalamnya, serta menumbuhkan kesadaran di tengah umat dan bekerja bersama penguasa untuk menyebarkan dakwah Islam ke luar negeri. Adapun kelompok yang didirikan sesuai dengan ayat ini, di saat tidak ada Khalifah atau Khilafah, maka ia harus mengadopsi segala sesuatu yang berkaitan dengan pekerjaannya. Dengan demikian, ia menetapkan tujuan yang dituntut oleh syara', kemudian menetapkan metode yang harus diikutinya serta pemikiran-pemikiran yang dibutuhkannya untuk mewujudkan hal ini, dan seterusnya.
The ayah has indicated the obligation of having Islamic political parties and nothing else. It has also clarified the type and general nature of its work. As for determining the ma’roofaat that one must work to establish and defining the munkaraat that one has to work to remove; this is linked to the reality in which the parties find themselves, in terms of adopting the necessary Shar’ee rules to change it. Thus, the group which is established in compliance with this ayah and works to account the rulers, its work and the content of its culture would be linked to the reality in which it works: they will monitor the actions of a ruler and account him for the negligence, by forcing on him the truth and confining him to it, and create the awareness in the Ummah and work with the ruler to spread the Islamic da’wah outside. As for the group which is established in compliance with this ayah, where there is no Khaleefah or Khilafah, it must adopt everything related to its work. Thus, it defines the aim demanded by the Shar’a and then defines the method which it must follow and the thoughts it needs, to establish this matter and so on and so forth.
Dengan demikian, kewajibannya adalah memiliki sebuah partai politik, baik negara itu ada maupun tidak. Adapun menentukan tujuan kelompok ini, pekerjaannya, dan isi budayanya, hal tersebut terkait dengan realitas.
Thus the obligation is to have a political party, whether a State existed or not. As for defining the aim of this group, its work and content of its culture, this is linked with reality.
Karena pada masa kini tidak ada Khalifah bagi kaum Muslimin yang memerintah dengan apa yang telah diturunkan Allah , dan karena negeri tempat kaum Muslimin tinggal adalah dar al-kufr, dan karena hubungan serta sistem dalam masyarakat saat ini tidak berdasarkan Islam, dan masyarakatnya adalah masyarakat non-Islam, maka menjadi keniscayaan bahwa harus ada suatu kelompok yang kegiatannya difokuskan untuk mengubah negeri tersebut menjadi dar al-Islam, dan masyarakatnya menjadi masyarakat Islam, serta menegakkan kembali pemerintahan dengan apa yang telah diturunkan Allah , yakni mengembalikan kehidupan Islam dan menyampaikan dakwah ke seluruh dunia. Inilah tujuan yang harus diperjuangkan oleh kelompok atau partai tersebut untuk diwujudkan.
Since today we live in a situation where the Khaleefah of the Muslims, who rules by what Allah has revealed, does not exist; and since the land in which the Muslims live is dar al-kufr, and since the relationships and systems in society today are not on the basis of Islam; and the society is non-islamic, it then becomes inevitable that a group would exist whose work will be focused on transforming the land into dar al-Islam, and the society into an Islamic society, and re-establish the ruling by what Allah has revealed i.e. resume the Islamic way of life and carry the da’wah to the world. This is the objective the group or party must strive towards realising.