7. Sumber-Sumber Hukum Syar'i yang Tidak Disepakati oleh Seluruh Ulama
7. Sources of Hukm Shar‟i not agreed upon by all the Ulema
Teks ini membahas berbagai sumber "Hukm Syar'i" (hukum-hukum syariat) yang tidak disepakati oleh seluruh ulama Islam. Teks ini disusun dalam beberapa subbab, masing-masing membahas satu sumber tertentu.
This text discusses various sources of "Hukm Shar'i" (Islamic legal rulings) that are not universally agreed upon by all Islamic scholars (Ulema). It is structured into different subsections, each addressing a specific source:
**Ijma' al Ummah (Halaman 110):** Bagian ini kemungkinan besar membahas konsep kesepakatan seluruh komunitas Muslim sebagai salah satu sumber hukum Islam.
1. **Ijma' al Ummah (Page 110):** This section likely explores the concept of consensus among the entire Muslim community as a source of Islamic legal rulings.
2. **Ijma' al Mujtahideen (Halaman 113):** Bagian ini mungkin membahas kesepakatan para ahli hukum yang memenuhi syarat (Mujtahidin) sebagai dasar untuk menetapkan hukum-hukum Islam.
2. **Ijma' al Mujtahideen (Page 113):** It may discuss the consensus of qualified jurists (Mujtahideen) as a basis for deriving Islamic legal rulings.
3. **Ijma' Ahlul Bait (Halaman 113):** Subbagian ini kemungkinan berfokus pada konsensus (ijma') Ahlul Bait Nabi Muhammad ﷺ sebagai salah satu sumber fikih Islam.
3. **Ijma' Ahlel Bayt (Page 113):** This subsection might focus on the consensus of the household of the Prophet Muhammad, Ahlel Bayt, as a source of Islamic jurisprudence.
4. **Ijma' Ahlel Medinah (Halaman 115):** Kemungkinan besar membahas kesepakatan (ijma') penduduk Madinah dan kedudukannya dalam penalaran hukum Islam.
4. **Ijma' Ahlel Medinah (Page 115):** It likely deals with the consensus of the people of Medina and its significance in Islamic legal reasoning.
5. **Istihsan (Halaman 117):** Bagian ini mungkin membahas konsep Istihsan, yaitu preferensi atau kebijaksanaan hukum (istidlal) dalam kasus-kasus yang tidak memiliki preseden yang jelas.
5. **Istihsan (Page 117):** This section may delve into the concept of Istihsan, which involves juristic preference or discretion in cases where no clear precedent exists.
6. **Jenis-Jenis Istihsan (Halaman 117):** Di dalamnya dapat dikategorikan dan dijelaskan lebih lanjut berbagai jenis atau metode Istihsan yang digunakan dalam yurisprudensi Islam.
6. **Types of Istihsan (Page 117):** It may further categorize and explain different types or methods of Istihsan employed in Islamic jurisprudence.
7. **Masalih Al Mursalah (Halaman 119):** Bagian ini mungkin membahas konsep Masalih Al Mursalah, yaitu kemaslahatan umum atau kesejahteraan sebagai dasar penetapan hukum.
7. **Masalih Al Mursalah (Page 119):** This part might discuss the concept of Masalih Al Mursalah, which pertains to public interest or welfare as a basis for legal rulings.
8. **Jenis-Jenis Al-Maslahah Al-Mursalah (Halaman 120):** Bagian ini dapat menguraikan berbagai kategori atau penerapan Al-Maslahah Al-Mursalah dalam hukum Islam.
8. **Types of Masalih Al Mursalah (Page 120):** It could elaborate on the various categories or applications of Masalih Al Mursalah in Islamic law.
9. **Hukum-Hukum yang Diturunkan Sebelum Islam (Shar'a Man Qablana) (Halaman 123):** Bagian ini mungkin membahas pertimbangan terhadap hukum-hukum dan praktik-praktik yang ada sebelum datangnya Islam, serta bagaimana hal tersebut memengaruhi ketetapan hukum Islam.
9. **Laws Revealed Before Islam (Shar'a Man Qablana) (Page 123):** This section may address the consideration of laws and practices existing before the advent of Islam, and how they influence Islamic legal rulings.
Secara ringkas, teks ini membahas berbagai sumber hukum Islam yang penerapan dan penerimaannya berbeda-beda di kalangan para ulama. Teks ini memberikan wawasan tentang kompleksitas dan nuansa dalam fikih Islam serta berbagai mazhab pemikiran yang ada di dalamnya.
In summary, the text explores diverse sources of Islamic legal rulings that are subject to varying interpretations and acceptance among Islamic scholars. It provides insights into the complexities and nuances of Islamic jurisprudence and the different schools of thought that exist within it.