9.8 Mazhab Ibnu Hazm
9.8 Madhab of Ibn Hazm
Ibnu Hazm (384 H - 456 H) lahir di Cordoba di Andalusia (Spanyol), yang pada masa itu merupakan ibu kota ilmu pengetahuan bagi seluruh Eropa. Ia mempelajari Al-Qur'an, Hadis, dan Fikih Maliki. Kemudian ia pindah untuk mempelajari Fikih Syafi'i, namun kemudian meninggalkannya. Setelah itu, ia pindah untuk mempelajari mazhab Abu Dawud Az-Zahiri dari Mas'ud bin Sulaiman.
Ibn Hazm (384 AH - 456 AH) was born in Cordoba in Andalusia (Spain), which at that time was the capital of science for all of Europe. He studied Qur‟an, Hadith, and Maliki Fiqh. He then moved to study Shafi‟i‟ Fiqh, and left it. Later on, he moved to study about the Madhab of Abu Dawud Az-Zahiri from Mas‟ood bin Sulayman.
Ibnu Hazm menolak qiyas dan hanya berpegang pada makna lahiriah teks, sampai-sampai jika seseorang buang air kecil ke dalam sebuah genangan air, misalnya, ia akan menganggap air tersebut najis; namun, jika air kencing itu berasal dari babi, maka air tersebut tidak dianggap najis. Ibnu Hazm memerangi taqlid dan menyeru orang-orang untuk membahas persoalan berdasarkan dalil. Hal ini menimbulkan masalah baginya dari sebagian orang pada masa itu. Kitab yang paling penting karyanya adalah Al-Muhalla.