10.1 Muslim Tradisional Vs. Kaum Modernis
10.1 Traditional Muslims Vs. The Modernists
"Menjadi Muslim "tradisionalis" adalah istilah reaktif. Istilah ini harus diciptakan untuk membuat pembedaan yang diperlukan dengan Muslim "modernis" dan "reformis." Ciri khas seorang tradisionalis adalah penghormatan terhadap kecerdasan para Muslim terdahulu dan skeptisisme terhadap keabsahan eksepsionalisme modern. Sebaliknya, seorang modernis skeptis terhadap kecerdasan para Muslim terdahulu dan sangat percaya pada eksepsionalisme modern."
Being a “traditionalist” Muslim is a reactionary term. The term had to be coined in order to make the necessary distinction against “modernist” and “reformist Muslim.” The defining feature of a traditionalist is respect for the intellect of past Muslims and a skepticism in the validity of modern exceptionalism. The modernist, in contrast, is skeptical of the intellect of past Muslims and a firm believer in modern exceptionalism.
Dengan kata lain, kaum modernis meyakini bahwa kita hidup di zaman yang unik, dan hal itu menuntut agar Islam dipraktikkan dengan cara yang belum pernah dipraktikkan sebelumnya. Kaum modernis juga cenderung meyakini bahwa, di zaman modern ini, kita memiliki pengetahuan unik yang tidak dimiliki oleh kaum Muslim terdahulu, dan pengetahuan tersebut memberi kita izin untuk mempraktikkan Islam dengan cara yang belum pernah dipraktikkan sebelumnya.