Salah satu tujuan utama menutup aurat dijelaskan dengan sangat jelas dalam ayat ini: untuk menghindari pelecehan dan gangguan. Di sini kita melihat hikmah hijab, bagaimana ia secara objektif bermanfaat, bagaimana ia rasional dan paling mendukung keadilan pada tingkat pribadi maupun masyarakat. Berbeda dengan anggapan kaum Muslim modernis, hijab bukanlah ritual kosong yang hanya memiliki makna simbolis. Pemikiran sekuler ingin menggambarkan hijab sebagai sisa budaya masa lalu yang tidak memiliki relevansi moral, paling baik, dan sebagai alat penindasan yang tidak praktis oleh laki-laki dan tidak lebih dari itu, paling buruk. Pola pikir sekuler menyamakan hijab dengan bikini dan mengatakan keduanya sama-sama ekspresi kebebasan perempuan karena keduanya mewakili pilihan perempuan dan karenanya pemberdayaannya. Tidak, hijab secara praktis, rasional, dan moral lebih unggul. Banggalah akan hal itu, alih-alih mengulang klise usang tentang "kekuatan pilihan." Tidakkah engkau meyakini bahwa Allah telah memerintahkan hijab untuk suatu tujuan, suatu hikmah, dan demi kemaslahatan umat manusia? Jika ya, maka engkau seharusnya menolak klaim modernis bahwa memperlihatkan tubuh adalah hal yang baik. Engkau seharusnya menolak gagasan bahwa setiap orang berhak mempertontonkan dirinya sesuka hati. Engkau seharusnya meyakini bahwa hijab memiliki manfaat praktis, sebagaimana kita dengan mudah mengakui manfaat dalam menjauhi alkohol, judi, babi, dan lain-lain. Tentu saja, jika engkau tinggal di masyarakat non-Muslim, hampir tidak pernah ada kemungkinan untuk "memaksakan" keyakinan ini kepada orang lain. Namun itu tidak berarti engkau tidak boleh meyakini bahwa ketentuan-ketentuan ini adalah yang paling benar, adil, dan bermanfaat bagi seluruh umat manusia, dan bahwa cara segala sesuatu dilakukan di sekitar kita itu merusak dan menjadi penyebab kerusakan serta penderitaan. Memelihara dan menumbuhkan keyakinan ini penting, antara lain, jika kita ingin anak-anak kita kelak menjalankan hijab dengan benar. Jika kita tidak meyakini bahwa hijab memiliki manfaat praktis ini, kecil kemungkinan banyak generasi berikutnya akan merasa perlu mengadopsinya, karena mereka akan memandangnya sebagai gestur simbolis yang kosong atau peninggalan budaya dari generasi terdahulu yang belum tercerahkan. Bahkan, inilah yang kita saksikan hari ini, tidak hanya di kalangan kaum muda, tetapi juga pada beberapa generasi sebelumnya. Jika kita melihat kondisi kita, muslimah hari ini meninggalkan hijab secara besar-besaran. Mengapa demikian? Dan ini bukan berarti menyalahkan muslimah atau menuduh siapa pun yang tidak berhijab. Tidak, kita semua bertanggung jawab dan kita semua sedang berjuang. Namun, mari berjuang dengan pikiran yang jernih.
One of the central purposes of covering is spelled out very clearly in this verse: To avoid molestation and harassment. Here we see the wisdom of hijab, how it is objectively beneficial, how it is rational and most conducive to justice on the personal and societal level. Contrary to what modernist Muslims seem to believe, hijab is not an empty ritual with only symbolic significance. It is secular thought that wants to portray the hijab as a mere cultural fossil with no moral relevance at best, and as an impractical tool of oppression by men and nothing else at worst. It is a secular mindset to equate the hijab and the bikini and say that they are both equally expressions of women’s freedom because they both represent a woman’s choice and therefore her empowerment. No, hijab is practically, rationally, and morally superior. Be proud of that instead of repeating stale cliches about “the power of choice.” Do you not believe that Allah has commanded the hijab for a purpose, a wisdom, and the benefit of humanity? If so, then you should reject the modernist claim that it is a good thing for people to expose their bodies. You should reject the idea that everyone has a right to expose themselves to their own liking. You should believe that there is a practical benefit for hijab in the same way that there is a practical benefit that we readily recognize in avoiding alcohol, gambling, pork, etc. Obviously, if you live in a non-Muslim society, there’s hardly ever a possibility of “imposing” these beliefs on others. But that doesn’t mean you cannot believe that these injunctions are the most correct, just, and beneficial for all of humanity and that the way things are done all around us is detrimental and the cause of corruption and suffering. Cherishing and nurturing this belief is important if, among other things, we want our children to observe proper hijab in the future. If we don’t believe that hijab has this practical benefit, there is little chance many in the next generation will feel the need to adopt what they will see as empty symbolic gestures or cultural relics of a prior, unenlightened generation. Indeed, this is what we see today, not only among the youth but also the previous few generations. If you look at our condition, Muslim women today are leaving the hijab en masse. Why is that? And this is not just to say that it is Muslim women who are at fault or to blame anyone who does not wear hijab. No, we are all responsible and we are all struggling. But let’s struggle with clear-mindedness.