6.9 Non-Muslim Menyukai Burkini, Tapi Mengapa?
6.9 Non-muslims Love Burkinis, But Why
Menjelaskan Islam dengan kosakata liberalisme adalah, paling banter, kontraproduktif. Mengatakan bahwa sesuatu itu "membebaskan" atau "memerdekakan" adalah klaim yang kosong karena apa pun bisa dianggap membebaskan oleh seseorang. Sebagian orang merasa bebas karena X dan sebagian lain merasa bebas karena Y. Sifatnya sepenuhnya subjektif, jadi Anda tidak mengatakan sesuatu yang bermakna dengan menggunakan istilah-istilah kosong ini (terutama ketika pemahaman orang tentang kebebasan begitu dipengaruhi oleh kepekaan budaya kontemporer, sehingga mereka tidak cenderung percaya kepada kaum Muslimin ketika mereka mengatakan bahwa hijab atau hal lainnya itu membebaskan atau memberdayakan, dan sebagainya). Bagi kita sebagai kaum Muslimin, menggunakan kosakata ini sangat kontraproduktif karena begitu banyak makna yang hendak disampaikan dalam agama dan tradisi kita. Mengapa kita tidak menggali khazanah makna yang luas dan dalam itu untuk berbicara kepada tetangga, teman, dan keluarga kita? Mengapa kita bersikeras menimba dari genangan dangkal liberalisme?
Explaining Islam using the vocabulary of liberalism is, at best, counterproductive. Saying that something is “freeing” or “liberating” is an empty claim because anything and everything can be conceived by someone as liberating. Some people feel liberated by X and others feel liberated by Y. It’s entirely subjective, so you’re not saying anything meaningful by resorting to these empty terms (especially when people’s understanding of liberty is so heavily influenced by contemporary cultural sensibilities and hence they aren’t inclined to believe Muslims when they say the hijab or whatever else is liberating or empowering, etc.). It is especially counterproductive for us as Muslims to use this vocabulary because there is so much meaning to convey in our deen and our tradition. Why don’t we tap into that expansive, deep reservoir of meaning to talk to our neighbors, our friends, our family? Why do we insist on scraping the shallow puddle of liberalism instead?