10.8 Kemunafikan dalam Pemisahan Gender
10.8 Hypocrisy On Gender Separation
Reformis Muslim, liberal, dan progresif yang menentang pemisahan gender sering kali sangat agresif, dan agresivitas mereka sejalan dengan kemarahan yang mereka rasakan terhadap gagasan bahwa gender harus dipisahkan. Tetapi mengapa hal ini menjadi masalah besar? Bahkan masyarakat yang paling sekuler pun menerapkan pemisahan gender sampai batas tertentu. Kamar mandi dibedakan berdasarkan gender. Ruang ganti dibedakan berdasarkan gender. Olahraga pada umumnya juga dibedakan berdasarkan gender. Masyarakat sekuler mengakui perbedaan laki-laki dan perempuan dan menerapkan perbedaan gender tersebut dalam begitu banyak cara.
Muslim reformists, liberals, progressives who oppose gender separation are often very aggressive, and their aggressiveness matches the indignation they feel at the notion that genders should be separated. But why is this such a problem? Even the most secular societies impose gender separation to some extent. Bathrooms are gendered. Locker rooms are gendered. Sports are gendered in general. Secular societies recognize male and female and operationalize those gender distinctions in countless ways.
Muslim memahami dan menerapkan gender dengan cara yang sedikit berbeda. Namun, karena praktik Muslim dan pemisahan gender berbeda dari model Barat yang dominan, hal ini dianggap sebagai masalah. Alih-alih sekadar mengakui bahwa umat Islam melakukannya dengan cara yang berbeda, para reformis dan pengkritik Islam ini seolah-olah menggambarkan Islam sebagai satu-satunya agama dan pandangan dunia yang memungkinkan pemisahan gender, dan karena itu dianggap terbelakang dan biadab.
Muslims simply operationalize gender somewhat differently. But since Muslim practices and gender separation differ from the dominant, Western model, that is a problem. Rather than just acknowledge that Muslims do it differently, these reformists and critics of Islam make it seem like Islam is the only religion and worldview that facilitates gender separation and is therefore backwards and barbaric.