14.3 Apa Artinya Menjadi "Skeptis Muslim"
14.3 What Does It Mean To Be A “muslim Skeptic”
Ibnu 'Abbas meriwayatkan sebuah hadits dari Nabi ﷺ.
Ibn `Abbas narrated a hadith from the Prophet صلى الله عليه وسلم.
Seorang laki-laki mendengar sebuah hadis, lalu merasa terganggu olehnya dan menolaknya. Mendengar hal ini, Ibnu 'Abbas berkomentar, "Apa yang mereka takutkan?! Mereka dengan mudah menerima apa yang jelas, namun ketika menyangkut apa yang tidak jelas, mereka binasa." Modus operandi skeptik Barat adalah mempertanyakan dan kemudian menolak apa pun yang tidak sesuai dengan pemahamannya. Hal ini karena ia keliru meyakini bahwa akal pikirannya sendiri dapat dijadikan tolok ukur mutlak bagi Kebenaran.
A man heard the hadith and became disturbed by it and objected to it. Upon hearing this, Ibn `Abbas commented, “What is it that they have to fear?! They easily accept what is clear, however when it comes to what is unclear, they are destroyed.” The modus operandi of the Western skeptic is to question and then object to anything that does not accord with his understanding. This is because he erroneously believes that his own mind can serve as the absolute criterion of Truth.
Namun, seorang Muslim Skeptis mempertanyakan dirinya sendiri dan menolak apa pun dalam dirinya yang tidak sesuai dengan Islam. Hal ini karena ia memahami dengan benar bahwa pikirannya sendiri terbatas dan hanya Islam yang dapat menjadi kriteria mutlak Kebenaran.
The Muslim Skeptic, however, questions himself and objects to anything within himself that does not accord with Islam. This is because he correctly understands that his own mind is finite and that only Islam can serve as the absolute criterion of Truth.
Senjata pemusnah massal yang sebenarnya adalah gagasan-gagasan yang tidak bermoral, tidak rasional, merusak, dan keliru, yang tampak meyakinkan bagi orang-orang sehingga mereka menerima gagasan tersebut sebagai kebenaran, menjunjungnya, dan berjuang demi gagasan itu. Dalam hal ini, jauh lebih baik menjadi seorang skeptis di hadapan "kebenaran" semacam itu daripada dihitung sebagai seorang "mukmin."
The true weapons of mass destruction are immoral, irrational, destructive, fallacious ideas that appear convincing to people such that they accept those ideas as the truth, cherish them, and fight for them. In this case, it is far better to be a skeptic in the face of such “truth” than to be counted as a “believer.”