14.4 Apa Misi Seorang Skeptik Muslim?
14.4 What Is The Mission Of The Muslim Skeptic
Singkatnya, Muslim Skeptic menginginkan tradisi Islam klasik—sebagai tradisi intelektual maupun tradisi spiritual—agar lebih serius diperhatikan di dunia saat ini, baik oleh kaum Muslimin maupun oleh orang-orang kafir. Mengapa? Karena banyak kaum Muslimin memiliki rintangan besar yang melumpuhkan iman mereka, misalnya liberalisme, sekularisme, saintisme, dan sebagainya. Banyak orang kafir juga memiliki rintangan-rintangan ini yang menghalangi mereka untuk menerima Islam atau, jika belum sampai pada itu, untuk menghormati Nabi صلى الله عليه وسلم, Al-Qur'an, dan jalan Islam. Maka mari kita singkirkan rintangan-rintangan ini. Sebagai kaum Muslimin, kita memahami Nabi ﷺ, Al-Qur'an, dan Islam sebagai sesuatu yang jelas melampaui apa pun yang lumrah atau berada dalam batas kemungkinan manusiawi dan alamiah belaka. Bayangkanlah sesuatu yang begitu indah, begitu kuat, dan begitu agung menakjubkan sehingga hanya dengan memandangnya, seseorang tahu bahwa ini berasal dari sana, dari Sang Pencipta. Inilah tingkat takjub, kekaguman, dan cinta yang kita miliki, atau seharusnya miliki, terhadap agama kita. Pertanyaannya kemudian, mengapa tidak semua orang lain melihat apa yang kita lihat? Mengapa semua orang melihat kebiadaban dan ketidakberadaban, dan sebagainya? Ada berbagai alasan, tetapi salah satu alasan utamanya adalah rintangan-rintangan ini. Maka mari kita atasi masalah itu dengan cara yang terbaik.
Simply put, the Muslim Skeptic wants traditional Islam —as an intellectual tradition, as a spiritual tradition—to be taken more seriously in the world today, by Muslims and kuffar alike. Why? Because many Muslims have major obstacles crippling their faith, e.g., liberalism, secularism, scientism, etc. Many kuffar, too, have these obstacles preventing them from accepting Islam or, short of that, respecting the Prophet صلى الله عليه وسلم and the Quran and the Islamic way. So let’s take down these obstacles. As Muslims, we understand the Prophet صلى الله عليه وسلم, the Quran, and Islam as clearly beyond anything commonplace or within the realm of purely human, natural possibility. Imagine something of such beauty, power, and awe-inspiring splendor that to merely look upon it, one knows this is from beyond…this is from the Creator. This is the level of enchantment, amazement, and love we have or should have for our deen. The question then becomes, why isn’t everyone else seeing what we see? Why is everyone seeing barbarism and incivility, etc.? And there are a variety of reasons, but a major reason is these obstacles. So let’s address that problem in the best way