1.3 Islam untuk Seluruh Umat Manusia
1.3 Islam for all Mankind
Keindahan Islam adalah bahwa ia datang untuk seluruh umat manusia. Ia tidak terbatas pada kaum atau tempat tertentu. Teladan bagi umat manusia adalah Nabi Muhammad ﷺ. Tidak akan datang lagi nabi atau rasul baru.
The beauty of Islam is that it has come for the whole of mankind. It is not restricted to any particular people or place. The example for humanity is the Prophet Muhammad (saw). No new prophet or messenger will come again.
Keserasian Islam bagi seluruh bangsa berarti bahwa Islam juga memberikan hak dan kewajiban kepada non-Muslim. Di bawah Sistem Islam, non-Muslim dapat secara bebas menjalankan keyakinan pribadi mereka yang berkaitan dengan makanan, adat pernikahan, dan ibadah. Tentu saja di dalam Negara, ketika berada di masyarakat dan ranah publik, setiap orang akan diperlakukan sesuai dengan Hukum Islam, dan Syari'ah akan diberlakukan atas setiap orang, dalam kedudukan mereka sebagai warga Negara.
The suitability of Islam for all peoples means that it gives rights and duties to non-Muslims as well. Under an Islamic System non-Muslims can freely practice their individual beliefs related to foodstuffs, marriage customs and worships. Of course within the State, when in society and the public domain, everyone will be treated according to Islamic Law and the Shari‘ah will be administered over everyone, in their capacity as citizens of the State.
Memang, masyarakat Islam pertama yang didirikan di Madinah pada awalnya memiliki mayoritas warga non-Muslim. Namun, setelah mereka menyaksikan keindahan sistem Islam yang diterapkan, orang-orang berbondong-bondong memeluk Islam. Selain itu, perlu ditegaskan bahwa keindahan dan keadilan Islam hanya dapat benar-benar disaksikan dan terwujud ketika Syari'ah diterapkan secara menyeluruh. Sebab, berbagai sistem dalam Islam saling terkait secara mendasar dan bekerja bersama untuk menciptakan keseimbangan yang sempurna. Misalnya, dalam Sistem Ekonomi Islam, salah satu kewajiban fundamentalnya adalah memastikan tersedianya makanan, pakaian, dan tempat tinggal bagi setiap warga Khilafah. Hal ini mengharuskan diterapkannya aspek dan sistem lain juga, seperti lahan pertanian yang digarap, atau sistem pemerintahan yang menyediakan infrastruktur yang memadai.
Indeed, the first Islamic society established in Madinah had initially a majority number of non-Muslim citizens. However, once they had witnessed the beauty of the Islamic system being applied, people flocked to embrace Islam in droves. In addition, it must be stressed that the beauty and justice of Islam can only be truly witnessed and manifested when the Shari‘ah is implemented in its totality. For the different systems of Islam are intrinsically linked together and work together to make the perfect balance. For example, in the Islamic Economic System one of its fundamental duties is to ensure the provision of food, clothing and shelter for every citizen of the Khilafah. This necessitates other aspects and systems being implemented also, such as agricultural land being cultivated, or the ruling system providing adequate infrastructure.
Atau ambil contoh Sistem Hukuman Islam. Salah satu syarat untuk memotong tangan pencuri adalah tangan tidak boleh dipotong jika seseorang mencuri untuk makanan, yakni karena kelaparan. Ketentuan yang esensial ini seharusnya dijamin oleh Sistem Ekonomi Islam. Oleh karena itu, penerapan Islam secara parsial atau bertahap adalah tidak sah dan tidak akan memberikan keamanan maupun keadilan apa pun kepada rakyat.
Or take the Islamic Punishment System. One of the conditions for cutting the thief’s hand is that it cannot be cut if the person steals for food, i.e. due to hunger. This essential provision should be guaranteed by the Islamic Economic System. Hence, partial or gradual implementation of Islam is invalid and will not provide any kind of security or justice to the people.
Sistem-sistem Islam itu seperti sebuah pohon yang memiliki banyak cabang. Meskipun setiap sistem seperti sebuah cabang, berbeda dan unik, semuanya merupakan bagian dari satu keseluruhan yang lebih besar, yaitu cara hidup Islam yang sempurna.
The Systems of Islam are like a tree, with many branches. Although each system is like a branch, different and unique, they all constitute one part of a greater whole, which is the complete Islamic way of life.
Tanggung jawab umat Islam saat ini, bahkan seluruh umat manusia, adalah kembali mencari pemahaman tentang cara hidup Islam agar dapat diterapkan di muka bumi. Banyak orang mungkin tidak menyadari Islam dalam hal pendidikan, pemerintahan, ekonomi, urusan sosial, dan peradilan. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita semua untuk mencari tahu tentang Islam secara tulus dan tentang sifatnya yang menyeluruh dalam segala bidang kehidupan. Pengetahuan ini akan memberi keyakinan kepada umat Islam bahwa satu-satunya jalan bagi umat manusia adalah sistem Sang Pencipta, Allah (SWT) - Islam.
The responsibility for Muslims today, and indeed the whole of mankind is to once again seek the understanding of the Islamic way of life so that it can be applied in the earth. Many people may not be aware of Islam as regards education, ruling, economics, social and judicial affairs. It is thus imperative that we all find out sincerely about Islam and its comprehensive nature pertaining to all spheres of life. This knowledge will give confidence to Muslims that the only way for humanity is the system of the Creator, Allah (swt) - Islam.