12.8 Islam dan Kebijakan Luar Negeri
12.8 Islam and the Foreign Policy
Islam memiliki pandangan tersendiri tentang kebijakan luar negeri. Hubungan Khilafah dengan negara-negara lain tidak didasarkan pada upaya mengamankan "kepentingan nasional" sebagaimana kaidah Lord Palmerston. Sebaliknya, satu-satunya kepentingannya adalah membebaskan manusia dari perbudakan terhadap sesama manusia, dan mengembalikan manusia kepada tujuan penciptaan mereka yang sebenarnya, yaitu beribadah kepada Pencipta mereka, Allah (SWT). Maka tujuan kebijakan luar negeri adalah menyebarkan Islam melalui dakwah dan jihad.
Islam has its own unique view about foreign policy. The Khilafah’s dealings with other states is not on the basis of securing ‘national interests’ as per Lord Palmerston’s dictum. Rather its sole interest is to free man from the slavery to other men, and return human beings to the true purpose for their creation - the worship of our Creator, Allah (swt). So the objective of the foreign policy is to spread Islam by invitation (da‘wah) and Jihad.
Demikian pula, apa yang kita dengar di media tentang tindakan Negara Islam akan sangat bertentangan dengan apa yang kita dengar tentang rezim-rezim Muslim yang ada.
Thus, what we would hear on the media about the dealings of the Islamic State would be completely at variance with that of what we hear of the existing Muslim regimes.