13.2 Metode Penghidupan Kembali
13.2 The Method for Revival
Metode yang diadopsi oleh kelompok mana pun dalam menyampaikan dakwah harus berupa Hukum Syariah yang diambil dari sirah Rasulullah ﷺ dalam tindakannya selama menyampaikan dakwah. Hal ini karena wajib mengikuti beliau ﷺ, sebagaimana Allah (SWT) berfirman, "Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari akhir, dan dia banyak menyebut Allah." [QS. Al-Ahzab 33:21]. "Katakanlah (Muhammad), 'Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.'" [QS. Ali 'Imran 3:31].
The method adopted by any group to convey the da‘wah must be Shari‘ah Law derived from the seerah of the Messenger of Allah (saw) in his performance during the conveyance of the da‘wah. This is so because it is obligatory to follow him, as Allah (swt) says, “Surely, in the Messenger of Allah, is the best example for those who believe in Allah and the Last Day and remember Allah often.” [TMQ 33:21]. “Say if you love Allah follow me, Allah will love you and forgive you your sins.”[TMQ 3:31].
"Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah." [QS. 59:7].
“Whatever the Messenger gives you take it, and whatever he forbids you abstain from it.” [TMQ 59:7].
Terdapat banyak ayat lain yang menunjukkan bahwa mengikuti Rasulullah ﷺ, menjadikan beliau sebagai teladan, serta mengambil seluruh aspek agama dari beliau adalah wajib.
There are many other such ayat which denote that following the Messenger of Allah (saw), taking him as an example and taking all aspects of the deen from him is obligatory.
Karena kaum Muslim dewasa ini hidup di dar al-kufr (yaitu negeri yang kedaulatannya bukan milik Allah (SWT), atau yang kekuasaannya tidak berada di tangan kaum Muslim, atau keduanya), dan karena mereka diatur dengan hukum selain hukum Allah (SWT), maka negeri mereka menyerupai Makkah tempat Rasulullah ﷺ pertama kali diutus sebagai Rasul. Oleh sebab itu, perlu mengambil bagian Makkah dari sirah Rasulullah ﷺ sebagai teladan dalam menyampaikan dakwah.
Since the Muslims nowadays live in dar al-kufr (i.e. a land where the sovereignty is to other than Allah (swt), or the authority is not in the hands of the Muslims, or both), because they are governed with laws other than those of Allah (swt), so their land resembles Makkah where the Messenger of Allah (saw) was first sent as a Messenger. Therefore, it is necessary to take the Makkan part of the Messenger of Allah’s (saw) seerah as an example in conveying the da‘wah.
Dengan mempelajari kehidupan Rasulullah ﷺ di Makkah hingga beliau berhasil mendirikan Negara Islam di Madinah, jelaslah bahwa beliau melalui tahapan-tahapan yang terdefinisi dengan jelas, dan pada setiap tahapan beliau biasa melakukan tindakan-tindakan tertentu. Maka Partai mengambil dari hal tersebut metode kerjanya, tahapan-tahapan aksinya, dan amal-amal yang harus dilakukannya selama tahapan-tahapan ini, sesuai dengan amal-amal yang dilakukan Rasulullah ﷺ selama tahapan-tahapan perjuangannya.
By studying the life of the Messenger of Allah (saw) in Makkah until he had managed to establish the Islamic State in Madinah, it is evident that he went through clearly defined stages, in each of which he used to perform specific actions. So the Party took from that the method of its work, the stages of its action and the deeds which it has to perform during these stages in accordance with the deeds which the Messenger of Allah (saw) performed during the stages of his work.
Berdasarkan ijtihad Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani (rh) tentang metode, beliau membagi kerja sebuah kelompok ke dalam tiga tahap:
Based on the Ijtihad of Sheikh Taqi-ud-Deen An-Nabhani (rh) on the method, he defined the work of a group into three stages:
Tahap Pertama
The First Stage
Tahap pembinaan untuk menghasilkan orang-orang yang meyakini gagasan dan metode Partai yang berjuang untuk mengembalikan Khilafah, sehingga mereka membentuk tubuh kelompok yang solid.
The stage of culturing to produce people who believe in the idea and the method of the Party working to re-establish the Khilafah, so that they form the solid body of the group.
Tahap Kedua
The second Stage
tahap interaksi dengan umat, agar umat menerima dan memikul Islam, sehingga umat menjadikannya sebagai persoalannya, dan dengan demikian umat berupaya menegakkannya dalam urusan-urusan kehidupan.
the stage of interaction with the Umaah, to let the Ummah embrace and carry Islam, so that the Ummah takes it up as her issue, and thus works to establish it in the affairs of life.
Tahap Ketiga
The Third Stage
Tahap mendirikan pemerintahan, menerapkan Islam secara umum dan menyeluruh, serta membawanya sebagai risalah kepada dunia.
The stage of establishing government, implementing Islam generally and comprehensively, and carrying it as a message to the world.
Semoga Allah (SWT) menguatkan para pengemban dakwah yang tulus dalam usaha mereka yang tiada henti untuk mengembalikan kehidupan Islami. Semoga Allah (SWT) menganugerahkan kepada Ummat Islam pertolongan, keberhasilan dan kemenangan, dan pada saat itu orang-orang beriman akan bergembira, Insya Allah.
May Allah (swt) strengthen the sincere da'wah carriers in their continuous work to resume the Islamic way of life. May Allah (swt) grant the Islamic Ummah the help, success and victory, and at that moment the believers will rejoice, Inshallah.